Hari itu aku mendapat beberapa pelanggan yang mencuci motor. Aku baru mencuci 4 motor tapi rasanya lelah cape banget, jadi aku memutuskan untuk membeli minuman botol di toko kiki , toko yang menjadi langgananku kalau mau beli sesuatu. Tidak jauh dari situ ada indomaret yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari toko kiki Jarak antara toko kiki dengan rumahku tidaklah terlalu jauh, dapat di tempuh dalam waktu 1 menit berjalan kaki dan bisa jadi 5 menit kalau susah menyeberang jalan jalan. Bukan karena padatnya kendaraan. Jalan di sini jalur dua tidak jarang kendaraan yang lalu lalang memacu kendaraannya dengan laju. Sepulang dari toko kiki lagu captain tsubasah terniang di kepalaku dan ketika melewati pos ronda, di pinggir jalan aku melihat ada botol air mineral berdiri dengan isi air 1/3 botol (kira-kira segitu). Karena lagu captain tsubasah terniang terus, aku merasa ada bisikan di hatiku kalau aku punya kemampuan menendang yang bagus seperti captain tsubasa. Sekitar 4 meter di depan aku melihat tong sampah, tanpa ragu aku menendang botol tersebut dan melambung tinggi. Pandanganku yang awalnya fokus pada botol tersebut teralihkah oleh seseorang yang melompat dan menangkap botol tersebut, seketika aku bengong melihatnya Ia menatapku
“ hey kenapa botol ini kamu tendang. Memangnya kamu mau jadi captain tsubasa” ucap pria muda itu. Kata-katanya membobol kebengonganku
“bagaimana dia tau” batinku. Sontak aku menjawabnya “mas kenap tangkap botol itu? Memangnya mau jadi wakabayasi” Ia mendekatiku dan meletakkan botol itu di tempat semula,
“botol ini saya letakkan di sini buat mengukur jalan” dengan ramah mas itu menjelaskan ke aku. Setelah itu aku meminta maaf atas perbuatanku dan melanjutkan perjalanan pulang.
Setibanya di rumah sudah ada seorang bapak dan istinya yang menungguku untuk di cucikan motornya. Sambil mencuci motor bapak itu ngajakin aku ngobrol jelas aku merasa risih dan gak fokus sudah cape diajak ngobrol lagi. Tanpa mengurangi rasa hormat aku meladeni percakapannya. Ditengah pembicaraan aku menanyakan tujuannya kemana. “mau kemana pak ?” tanyaku dengan muka penuh keringat
“mau ke labangka ke tempat anak saya” jawab bapak itu
“labangkanya sebelah mana pak” tanyaku lagi
“sampean tau saprudin??” tanya balik bapak itu.
“iya saya tau pak” jawabku. Padahal aku gak tau siapa itu saprudin, aku bilang tau supaya cepat selesai aja. “nah itu menantu saya” kata bapak itu
“waduh salah ngomong nih ternyata menantunya” batinku
“sampean kenal saprudin dimana” tanya bapak itu
“di sawah pak, waktu itu kami memancing sama-sama” jawabku ngarang
“Sering ketemu sama saprudin” tanya bapak itu.
“baru minggu kemarin saya bertemu dia di pasar malam pak” jawabku ngarang lagi
“loh kok bisa. Dia kan satu bulan di jakarta dan baru pulang kemarin pagi” kata bapak itu kaget “waduh salah ngarang lagi nih” ucapku dalam hati dan pura-pura fokus sama kerjaan. Mau jujur gengsi sudah bilang kenal duluan seharusnya tadi di awal aku gak bilang kenal. “sampean tau gak dia punya peliharaan ular”kata bapak itu
“tau pak, dulu saya pernah di lilit tangan saya kuat banget susah lepas” kataku meyakinkan bapak itu
“Loh peliharaannya kan ular cobra matuk bukan ngelilit” jelas bapak itu Aku diam tanpa kata, kebetulan motornya sudah selesai dicuci dan bapak itu pergi bersama istrinya . Aku kapok sudah rasanya dan tidak mau sok kenal lagi. Kemarin siang kakak sepupuku datang berkunjung ke rumahku bersama dengan kawanku ari wibowo. Yah jarang-jarang mereka main katanya lagi bete dirumah dan kawanku ari wibowo ini baru saja mengalami kecelakaan kerja sewaktu membawa alat berat di daerah petiku.
Asik-asik kami ngobrol ternyata cemilan tahu di depan kami tinggal 3 biji yang awalnya dua piring. Dia juga berkali-kali meminta di ambilkan air minum awalnya segelas kecil beberapa saat kemudian minta lagi segelas kecil hingga 3 kali bolak balik ambil air segelas kecil. Yang ke empat kainnya dia meminta di ambilkan air, aku pun kembali ke dapur untuk mengambilkannya air . Namun kali ini aku membawakannya beserta galonnya sontak itu membuatnya kaget. setelah itu dia asik bermanin gitar Tidak lama dia bertanya
“met ini gak stem kah gitarmu” tanya nya sambil memetik senar gitar. Kemudian dia memintaku untuk stem gitar dan setelah itu aku kasi ke dia lagi dengan senang dia memainkannya. “nah ini baru pas nadanya hebat memang kamu met” Aku heran mendengar ungkapannya karena satupun tidak ada senar yang aku stem “kok bisa pas wo, tadi Cuma aku petik-petik aja senarnya gak aku stem paling kamu tadi salah petikan” jelasku padanya
“tapi ini beneran pas gak kaya tadi” kata bowo sambil bermain gitar “hebat memang kamu met, di petik-petik aja langsung stem semua” pujinya
Tidak beberapa lama lewatlah orang naik motor dan membunyikan klakson sepontan kakak sepupuku menyahutinya sembari melambaikan tangan ke orang tersebut. Aku pun menanyakannya apakah dia mengenalnya, dan kakakku bilang dia gak kenal sok kenal aja. Pada waktu sholat magrib aku bertemu orang yang tadi mengklakson tidak lain dan tidak bukan dia adalah tetanggaku penjual sate, dan aku kenal beneran sama dia “tadi itu siapa met yang menyahuti klaksonku” tanyanya
“ouh itu kakak sepupuku dari sosial” jawabku
“aku klaksoni kamu tapi kok dia yang menyahuti” tanyanya kembali.
“dia itu orangnya begitu memang mas, sok kenal gitu” jelasku padanya. Dan kami pun melangkah bersama masuk kedalam masjid Selesai
