Menyebalkan


Assalamualaikum sobat blog, 

Selamat datang di blog catatan si Memet, tentunya dengan aku sendiri panggil aja si Memet atau Kang Memet juga boleh. 

Aku sudah tidak terobsesi untuk menulis panjang di blog, sekarang ini ngeblog hanya untuk sekedar mengisi aja gitu, 

Akhir Februari dan awal Maret 2023 di penajam diadakan acara MTQ  (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) , bagi yang belum tau itu acara apaan, itu loh yang ngaji baca kitab suci umat Islam yang namanya Al-Qur’an di atas panggung. 

Mungkin ada yang bertanya, Ngapain aku di acara itu?? Ikutan jadi peserta MTQ?, atau nonton atau apaan gitu? 

Di sini aku jaga stand jualan cemilan mantan, 

“Loh mantan kok di jual” itu adalah kata-kata yang sering aku dengar saat orang pertama kali membacanya, mereka Cuma baca yang besar tapi gak lihat di bawahnya ada tulisan pisang, kalo di gabung cemilan mantan pisang (keripik) 

Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan di sini, 

Tepatnya pada malam pertama jualan aku lapar pengen makan soto DPR, yang jual bukan DPR itu namanya aja, itu soto enak, di acara sebelumnya aku sudah beberapa kali makan di soto DPR. 

Jalanlah aku cari stand soto DPR karena sudah lapar banget, tentu saja uang cemilan mantan yang aku pakai belanja. 

Karena sudah lapar banget langsung aja aku pesan 1 porsi, tapi ku lihat kok pakle yang jual orangnya beda, pikirku mungkin itu anggotanya. Selain soto aku pesan Es Teh, 

Beberapa saat aku nunggu datanglah pesananku, tapi kok yang datang itu bakso, tentu aku protes

“Kok yang ini pakle” tanyaku dengan heran karena beda pesanan

“adanya ini aja mas” jawab pakle itu. 

Karena aku sudah lapar banget yasudahlah aku terima aja baksonya

Beberapa saat datanglah minumanku, tapi yang datang kok Es jeruk, tadi aku pesannya Es Teh

“Kok jeruk, tadi aku pesannya es teh” protesku

“maaf mas saya lupa, seingat saya tadi jeruk, tapi kebetulan teh nya habis lagi di beli. 

Okelah gak papa, aku diam dan menerimanya. Selesai makan aku berniat menegurnya agar tidak salah-salah dalam menyajikan pesanan orang. Pelanggan bisa kecewa kalo pesanannya salah. 

Saat aku mau membayar dan mau memberikan masukkan, mataku tertuju pada gerobaknya yang bertuliskan kedai bakso. 

Untuk memastikan apakah aku salah lihat atau tidak. Aku keluar stand dan memeriksa spanduk yang terpajang di depan stand, sangat besar bertuliskan kedai bakso. Aku melihat ke sebelah kiri jarak dua stand adalah stand soto DPR


Dari awal aku yang salah masuk stand dan aku tidak jadi memberikan masukkan ke pakle itu. 

Aku kembali ke stand cemilan mantan setelah membayar bakso tadi. 

Sekian.