HUT PPU menjalin hubungan dengan sesama stand di acara

 Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh. 

Kembali lagi di blog catatan si Memet, 


Masih di lokasi yang sama namun dengan acara yang berbeda, sebelumnya adalah MTQ dan sekarang HUT PPU (penajam paser utara). Ini adalah hari ke 4 dan besok 11 Maret  penutupan. Tentu saja yang saat ini aku lakukan masih sama yaitu jaga stand 

Kali ini di stand tidak sendiri, kami berbagi stand kepada salah satu provider jaringan seluler (tri 3). Layanan yang mereka tawarkan adalah

- Ganti kartu

- Upgrade kartu 4G

- Ganti nomor

- Pilih nomor 

- Registrasi prabayar

- Paket spesial

- Aktivitas turis

Lumayan banyak layanannya, tentu saja yang aku tulis hasil aku baca dari spanduknya . 

Acaranya cukup ramai banyak band dan pengisi acara lainnya yang berpartisipasi memeriahkan acara salah satunya ada enay band, Cuma itu yang aku tau karena pernah bertemu di fetival kreatif labangka barat sebagai bintang tamu pengisi acara. 

Selain itu di sini banyak pameran dan juga stand-stand jualan seperti yang pernah aku sebutkan di postingan sebelumnya ada soto DPR yang menjadi pilihan favoritku untuk mengenyangkan perut saat jaga stand di penajam. 

Seperti yang sebagian teman sudah tau, aku itu pencinta donat, di sini ada stand donat dari aradonuts, donat yang di sajikan sangat beragam dengan bentuk serta varian rasa, nah ini tadi aku cobain donat sate. 

Di sini pun aku berkenalan dengan stand-stand yang lain dan aku sangat sulit mengingat orang yg baru aku kenal jadi cara aku mengingat mereka adalah dengan mengingat jualannya itu lebih memudahkanku untuk mengingat, 

Tetangga di stand sebelah jual pizza, di acara beberapa bulan lalu pun aku bertetangga dengan mereka dan kini bertetangga lagi, termasuk soto DPR juga sebelumnya sudah bertemu 

Tanggal 11 besok adalah puncak acara dan penutupannya  kalau ada sesuatu yang menarik bagiku akan aku tulis di blog ku. 


Sekian


Menyebalkan


Assalamualaikum sobat blog, 

Selamat datang di blog catatan si Memet, tentunya dengan aku sendiri panggil aja si Memet atau Kang Memet juga boleh. 

Aku sudah tidak terobsesi untuk menulis panjang di blog, sekarang ini ngeblog hanya untuk sekedar mengisi aja gitu, 

Akhir Februari dan awal Maret 2023 di penajam diadakan acara MTQ  (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) , bagi yang belum tau itu acara apaan, itu loh yang ngaji baca kitab suci umat Islam yang namanya Al-Qur’an di atas panggung. 

Mungkin ada yang bertanya, Ngapain aku di acara itu?? Ikutan jadi peserta MTQ?, atau nonton atau apaan gitu? 

Di sini aku jaga stand jualan cemilan mantan, 

“Loh mantan kok di jual” itu adalah kata-kata yang sering aku dengar saat orang pertama kali membacanya, mereka Cuma baca yang besar tapi gak lihat di bawahnya ada tulisan pisang, kalo di gabung cemilan mantan pisang (keripik) 

Tapi bukan itu yang mau aku ceritakan di sini, 

Tepatnya pada malam pertama jualan aku lapar pengen makan soto DPR, yang jual bukan DPR itu namanya aja, itu soto enak, di acara sebelumnya aku sudah beberapa kali makan di soto DPR. 

Jalanlah aku cari stand soto DPR karena sudah lapar banget, tentu saja uang cemilan mantan yang aku pakai belanja. 

Karena sudah lapar banget langsung aja aku pesan 1 porsi, tapi ku lihat kok pakle yang jual orangnya beda, pikirku mungkin itu anggotanya. Selain soto aku pesan Es Teh, 

Beberapa saat aku nunggu datanglah pesananku, tapi kok yang datang itu bakso, tentu aku protes

“Kok yang ini pakle” tanyaku dengan heran karena beda pesanan

“adanya ini aja mas” jawab pakle itu. 

Karena aku sudah lapar banget yasudahlah aku terima aja baksonya

Beberapa saat datanglah minumanku, tapi yang datang kok Es jeruk, tadi aku pesannya Es Teh

“Kok jeruk, tadi aku pesannya es teh” protesku

“maaf mas saya lupa, seingat saya tadi jeruk, tapi kebetulan teh nya habis lagi di beli. 

Okelah gak papa, aku diam dan menerimanya. Selesai makan aku berniat menegurnya agar tidak salah-salah dalam menyajikan pesanan orang. Pelanggan bisa kecewa kalo pesanannya salah. 

Saat aku mau membayar dan mau memberikan masukkan, mataku tertuju pada gerobaknya yang bertuliskan kedai bakso. 

Untuk memastikan apakah aku salah lihat atau tidak. Aku keluar stand dan memeriksa spanduk yang terpajang di depan stand, sangat besar bertuliskan kedai bakso. Aku melihat ke sebelah kiri jarak dua stand adalah stand soto DPR


Dari awal aku yang salah masuk stand dan aku tidak jadi memberikan masukkan ke pakle itu. 

Aku kembali ke stand cemilan mantan setelah membayar bakso tadi. 

Sekian. 




Pertama Kali Ruqiyah

 


Assalamualaikum. Kembali lagi di catatan si memet yang jarang di isi postingan, seperti sebelumnya di sini aku mau bercerita kisah yang aku lalui di salah satu hari yang aku lalui. 

Pasti pada bosan dengan pembukaan dan basa basi kan jadi langsung saja yo. 

Sebelumnya disclamer dulu ya, 
Cerita yang aku bawakan ini real true story yang bersangkutan tak ingin di public jadi nama dan beberapa hal nya aku samarkan

Ketika itu aku sedang libur bekerja, saat masih bekerja di toko herbal milik Ustadz Mahsun . Sekitar jam 3 mendapat kabar salah satu kerabat ada yang sakit sebut saja namanya bibi lung , dan aku memutuskan untuk ke rumah bibi selesai magrib. 

Singkat cerita aku sudah dekat dengan rumah bibi lung, di situ aku melihat cukup banyak orang berkerumun. Seketika aku berpikir negatif, “kayanya ada apa-apa nih rame banget” Itulah yang terlintas di benakku saat itu. 

Sesampainya di rumah bibi lung langsung saja aku terobos kerumunan orang di situ aku melihat bibi lung di pojokan bersama suaminya. Aku baru menyadari kerumunan orang-orang tersebut terfokus pada anak bibi lung, sebut saja namanya dewi, yah benar itu nama yang sangat pasaran sekali. 

Dewi pada saat itu dalam posis seperti mau merangka, anggap aja seperti spiderman gtuu. 
Ternyata si dewi kesurupan, suami dari bibi lung sebut saja paman picolo yang melihat kedatanganku langsung berkata

“Ini ada memet, dia bisa ruqiyah” Sambil memegang bahu ku “ met tolong ruqiyah dewi ya” pinta paman picolo. 

Mau tidak mau apa boleh buat, selama ini aku belajar dan cukup tau teori ruqiyah. Aku pun mendekati dewi sambil berpikir “dari mana aku harus memulai” saat itu aku mendapat ide setelah berpikir. Yang paling mudah adalah bacakan al fatihah. Aku pun mulai membacakan al fatihah satu kali. 

“sepertinya tidak ada perubahan” gumam ku dalam hati. “mungkin kurang” 
Aku pun membacakan lagi al fatihah dan kali ini aku mengajak kolaborasi orang yang ada di situ untuk sama-sama ikut membacakan. Setelah selesai membaca al fatihah , dewi yang awalnya teriak seketika terdiam. 

Aku pun mendekati dan bertanya kepada makhluk yang ada di dalam tubuh dewi sekedar wawancara dasar, seperti menanyakan siapa, dari mana dan kenapa. 

Singkat cerita di akhir wawancaraku, aku berkata kepadanya “kamu pulang ya jangan ganggu dewi” terlihat dengan lirih ia menganggukkan kepala, aku pun membacakan beberapa surah-surah pendek , selesai aku membaca ayat ayat, kulihat tidak ada perubahan. 

Dan aku pun kembali menyuruh ia pergi dan kembali ia menganggukkan kepala. Kembali aku membacakan beberapa ayat pendek yang aku hafal terutama yang ada di juz 30. Ayat demi ayat di setiap surahnya aku baca. 

Tapi tetap aku tidak melihat perubahan, kondisi dan posisi masih sama seperti sebelumnya. Aku pun mendekat ke arah telinganya dan aku membisikkan kata-kata yang aku tujukan kepada  makhluk yang ada di dalam tubuh dewi. 

“begini, aku gak tau gimana cara mengeluarkanmu, jadi kamu keluar sendiri aja ya” bisiku kepadanya

Terlihat kembali ia mengangguk, aku mengucap Allahuakbar sambil ku tepuk punggungnya
Seketika dewi pingsan pertanda ia sudah terbebas dari makhluk yang bersemayam di dalam tubuhnya. Aku merasa sangat lega sekali akhirnya ia keluar, belum sampai 10 detik dewi bangun dari pingsannya dan duduk sambil melihat lihat sekitarnya aku pun bertanya

“Kenapa” tanyaku
“mana met mana” sambil kebingungan
“Apanya yang mana” tanyaku kembali
“mana setannya” ia menatapku

Refleks aku keplak kepala dewi karena kesal, capek-capek mengeluarkan jin dalam tubuhnya malah di cariin pas sadar. 

Itulah pertama kalinya aku ruqiyah orang. Kedepannya aku belajar lebih baik lagi agar bisa lebih baik dalam menghadapi situasi seperti itu.