Petualangan Di STN

Diperbarui pada 19 desember 2017.

3 juli 2017, pagi itu aku baru bangun dari dunia mimpiku yang tidak indah, terdengar suara dering hp samsung kesayanganku, ternyata sobatku yang berada jauh di pedalaman yang menelponku.

"pagi-pagi gini tumben dia menelponku. Dan akupun mengangkat telpon darinya dan tentu saja kata pertama yang aku ucapkan adalah haloo moshi-moshi

dari pembicaraan ditelpon tersebut ia mengajakku untuk berlibur di tempat tinggalnya yang cukup jauh di perumahan PT.STN

PT.STN adalah perkebunan sawit yang sangat cukup luas 

sejenak terlintas dalam pikiranku "blogger seperti aku apakah bisa berada di tempat yang bahkan tiang listrik saja tidak ada, ah masa bodo yang penting liburannya"

Aku pun membawa perbekalan berupa sebotol sprite yang masih utuh sisa lebaran tahun ini dan dua handphone dengan baterai full serta sebuah buku dan bolpen untuk menulis inspirasi yang aku dapatkan

Aku mengajak irfan maulana untuk ikut denganku. Alasanku mengajaknya bukan karena takut ke STN yang sebagian besarnya hutan masih termasuk hutan hujan tropis. Alasanku mengajaknya agar ada teman itu yang pertama. yang ke dua, di benakku kala itu jika terjadi sesuatu denganku seperti diterkam macan di culik gorila atau nyasar. Ada irfan yang bisa menyampaikan pesanku kepada kerabatku 

singkat cerita sobatku itu datang ke babulu untuk menjemput dan kamipun berangkat sebelum masuk stn kami mampir di rumah firman untuk mengajaknya ikut kebetulan rumahnya di jalan masuk stn.

Tempat pertama yang kami datangi adalah Goa STN. Sebelum mencapai goa sobatku ini membawa kami melalui jalan tembusan versinya dia

Namun sangat di sayangkan semua jalan tembusan yang ia tunjukkan kepada kami semua tidak bisa di lalui.

Setelah singgah di masjid dan sholat kami melanjutkan perjalanan.

Di goa ini terdapat banyak hewan yang dilindungi berkeliaran bebas mulai dari reptil mamalia amfibi hewan melata. Begitu menurut info yang tertulis namun tidak seekorpun aku melihatnya.

Ini kedua kalinya aku datang ke tempat yang menurutku membosankan, pertama aku datang ke goa itu ketika jaman sekolah dulu sekitar tahun 2014/2015.

Sesampainya di goa tentu hal pertama yang kami lakukan adalah foto-foto dan kamipun masuk kedalam.

Di tempat peristirahatan terlihat toilet yang cukup menyeramkan niatku untuk buang air kecilan batal.

Sempat sobatku ini menawarkan permen mint namun aku menolak karena baru saja meminum sprite takut perut meledak jika mint campur sprite.

Mereka penasaran dengan yang aku katakan maka mereka melakukan penelitian dadakan dengan menuangkan sprite ke permen mint apakah meledak seperti yang aku katakan dan ternyata tidak terjadi apa - apa

Ketika keluar goa kami bertemu seorang lelaki berumur kurang lebih 36th 

"kalian di dalam foto-foto gak di dalam goa" kata lelaki itu

"tidak pak" jawab kami "kamera kami tidak bisa foto di tempat gelap" jelas kami.

"di dalam ada barang bagus, mau aku ambil kemarin tapi tidak sempat" kata lelaki mencurigakan itu

Sejenak aku berfikir apa yang di maksud lelaki misterius itu,

"kalian tau ini apa" ucap lelaki itu sambil menunjukkan sebuah foto dari smartphone nya.

Difoto itu terlihat cahaya hijau berkilau yang terletak di sebuah batu.

Kami mengatakan itu pembiasan cahaya karena di dalam goa itu terdapat lampu-lampu

Namun lelaki misterius itu tidak percaya dengan logika yang kami katakan, dan kamipun pergi dari tempat itu.

Berencana mau pulang namun tidak memungkinkan untuk pulang dan kami bermalam dirumah sobatku yang tidak ada sinyal internet

sesampainya di rumah affanda kami di sambut dengan baik oleh ibunya affanda dan kami si suguhi es teh serta makan sore.

Kamipun makan bersama bercerita dan bercanda tawa

Aku melihat di layar handphone ku tidak ada sinyal kala itu sejauh mata memandang hanya ada pohon sawit.

Kami keluar rumah di sore hari dan berjalan di sekitar situ kebetulan ada pakle pentol kamipun beli pentol

Mungkin di luar kalimantan ada yang tidak tau apa itu pentol Pentol adalah makanan bulat-bulat dengan diameter 3 kali besar kelereng dengan di tusuk dengan tusukan yang terbuat dari bambu di beri saus sambal ada manis dan pedas yang terbuat dari kacang. Makanan pentol ini mirip toriyaki jepang.

Malam harinya aku berencana keluar rumah sejenak menghirup udara tanpa polusi dan ingin mencari inspirasi menulis

Namun ketika itu kepalaku sakit oh siaaal rencanakan gagal akibat sakit kepala.

Sehabis isa aku pun tiduran untuk memulihkan cakraku yang sudah banyak terkuras tapi baru beberapa saat aku berbaring ibu nya affanda membangunkanku ternyata aku salah kamar.

Aku sangat merasa malu dan merasa sangat merepotkan sekali.

ketika aku terbangun pandanganku menjadi gelap aku dapat mendengar suara teman-temanku tapi aku tidak dapat melihat mereka

tiba-tiba terlihat setitik cahaya yang menarik perhatianku ternyata ketika itu sedang mati lampu, yah di stn tempat affanda tinggal lampu menyala hanya 6 jam 2 jam pagi hari 4 jam sore hari

keesokan harinya aku merasa  cakraku sudah pulih dan stamina kembali fit setelah subuh sekitar jam 6 kami sarapan pagi karena mati lampu dan gelap sarapan pagi terasa seperti sahur, dan setelahnya kami pun pulang ke babulu , yah itu menyenangkan sekali

Selama perjalanan keluar dari stn cuaca mendung dan gerimis setia mengikuti kami

keluar dari stn kami mampir di rumah firman karena hujan, di situ kami di suguhi teh hangat yang nikmat di minum saat hujan

beberapa saat menunggu hujan tak kunjung reda, aku dan maul memutuskan untuk pulang hujan-hujan rencana awal kami sih mau berenang tapi gagal karna hujan 

setelah aku mengantar maul pulang ke tambong aku pun pulang kerumah dan sejenak aku terlelap dalam tidur di cuaca yang dingin

tak berselang lama aku merasa panas, ternyata cuaca di luar sudah tidak hujan dan matahari bersinar terang

singkat cerita kami menjalankan rencana kami untuk berenang, dan di antara kami berempat hanya aku yang tidak bisa berenang

setelah itu kami memutuskan untuk pulang namun fanda dan firman ngajak makan ayam grepek yang harganya Rp.15.000 tidak termasuk minum aku dan irfan maulana hanya membawa Rp.10.000 dan akhirnya firman dan fanda menambahi kekurangan kami.

Jika sahabatmu mentraktirmu bukan berarti dia kaya atau lagi banyak uang tapi menganggap bahwa persahabatan lebih berharga dari pada uang .

Sekian perjalananku tunggu kisah berikutnya di blog ini

Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga