Kerja bakti dan acara bakar-bakar : Diary si memet

Assalamualaikum.


Halo semuanya.Selamat datang di blogku. Postingan kali ini tentang kegiatan kerja bakti di masjid dan acara bakar daging di asrama rumah quran ibnusyam.

Diawali pada minggu pagi 25 juli 2021.Sebuah notifikasi muncu di hp ku, samsung galaxy J2 prime. Yah benar sekali hp kentang mungkin bisa di bilang bukan kentang lagi  tapi tahu, sangking lembeknya.  Hahaha mau ngelucu tapi gak lucu. Baiklah kembali ke isi notifikasi, ternyata dari fanda (fan-gi-ma) selaku ketua asrama yang terancam di kudeta oleh rizky 😂

Isi notofikasi tersebut sebuah pemberitahuan dari fanda untuk kerja bakti di masjid. Aduh aku belum sarapan pagi tapi mungkin di sana nanti ada nasi kotak itu yang ada dalam benakku. Dengan semangat mencari makan aku segera turun ke lantai bawah dan bersiap untuk ikut kerja bakti.


Setelahnya sampai di masjid, aku membangunkan rizky dan fathur yang punya kebiasaan setelah subuh tidur di masjid. Setelah membangunkan mereka dan mengajak untuk kerja bakti, segera mereka pulang untuk ganti baju serta tidak lupa aku mengingatkan untuk kembali di masjid.


Aku, fanda, idam dan seorang lagi yang biasa di panggil ustadz dirman memulai kerja bakti. Tugas pertama kami membercihkan nampan dan bak yang sebelumnyan di gunakan untuk mengangkut daging pada saat kurban kemarin

Aku tidak punya foto lengkapnya, kemarin ada bapak-bapak baju hijau yang dokumentasi dan aku lupa meminta fotonya. 
Kami berusaha untuk sigap dalam kerja bakti. Membantu apa yang bisa di bantu kalau gak bisa ya nontonin aja atau bantu pakai doa, ya kurasa itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Setelah selesai kami istirahat dan ngopi bareng bapak-bapak. Nasi kotak yang kuharapkan ternyata tidak ada jadi ya makan jajan yang di sediakan aja. Tapi kekecewaanku hilang setelah aku melihat ada donat di meja. Ya aku sangat suka donat

Tiba-tiba rizky datang sendirian, wah si fathur kemana ini gak balik ke masjid. mungkin tidur lagi sampai rumah 😂😂😂
Kemudian bapak-bapak memperlilahkan rizky untuk makan jalan yang ada di meja. 

Wah belum kerja apa2 sudah menikmati hidangan 😁😁. Tapi untungnya masih ada yang bisa di kerjakan.


Selanjutnya menanam pohon sebagaimana hadist Menanam pohon itu berpahala. Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat maka hendaklah dia menanamnya.”.

Sepulang dari kerja bakti kami mengadakan rapat untuk acara bakar-bakar daging. Tentu saja sebagai chef di asrama aku kebagian tugas sebagai  instriktur pelaksana bakar-bakar. Mengarahkan dan membimbing teman-teman apa yang harus di kerjakan dan sesekali aku pun turun langsung membantu kegiatan .

Aku teringat dengan senpai ku di MTs dulu. Dan aku pun chat dia untuk bergabung bersama kami. Dan alhamdulillah ia punya waktu untuk datang


Gambar di atas ini pada saat daging di cincang untuk di sate dan dibuat rendang


Gambar di atas ini fanda dan iham yang sedang mempersiapkan pembakaran.
Gambar di bawah ini saat semua sudah selesai dan dipersiapkan untuk disantap.


Nah gambar ini saat sudah selesai makan-makan dan beberapa ada yang belum selesai


Menyenangkan sekali rasanya. Terutaman dengan hadirnya senpaiku ini sekian lama kami kenal baru kali ini kami punya acara bersama.

Lelah juga nulis 😂😂 
Cukup lah sampai di sini insya allah kita lanjut besok lusa atau minggu depan.

Terima kasih untuk yang sudah membaca sampai akhir semoga sehat selalu dan di jauhkan dari penyakit.
 

Petualangan dan pengalaman berpartisipasi dalam penyembelihan hewan kurban : Diary Si Memet

Assalamualaikum.

Mengawali postingan dengan salam adalah sesuatu yang baik. Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku di balikpapan ikut perpartisipasi dalam proses pemotongan hewan kurban di hari raya idul adha, bersama teman-temanku yang tergabung sebagai santri asrama rumah quran ibnusyam balikpapan.

Loh kok di balikpapan?? Bukannya tinggalnya di babulu darat ya dan postingan terakhir sebagai jurnalis di penajam terkini?? 

Hahahaa iya bener banget. Postingan terakhir tentang kopdar jurnalis,, emm ceritanya agak panjang jadi aku skip aja ya.
Langsung ke yang sekarang aja.
Ini aku bersama temanku yang bernama rosiadi yang akrab di panggil yadi. Kami berdua kebagian tugas untuk menguliti hewan kurban, bisa di lihat dari gambar yang tertera di atas, hewan tersebut adalah kambing jantan.
Oh iya, sepertinya aku belum memperkenalkan teman-temanku yang lainnya.
Dari yang paling kiri,
Ya itu adalah aku sendiri. Di sebelahku ada fan_gi_ma, yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tau siapa dia. Sering kok ku sebut-sebut dia hehehe.  

Di samping fan_gi_ma ada idham kholid, aku belum terlalu lama kenal dengan dia jadi aku belum banyak tau tentang dia. Yang kutau dia dari pesantren gontor dan kakak kelas istrinya ustadz abdul somad hehee.

Di sebelahnya ada Rosiadi. Dia ini anak bontang masih wilayah kalimantan timur juga, aku paling senang saat dia jadi imam sholat dan membaca ayat dengan nadanya syaikh Muhammad Taha Junaid. 

Berikutnya ada ustadz Dirman, ini juga aku baru kenal jadi blom banyak tau.

Di samping ustadz dirman ada Rizki, kadang dia nyebelin sih bisa bahasa inggris tapi aku gak di ajarkan hahahaha.

Yang terakhir ada Fathur, satu-satunya yang sangat susah untuk di bangunkan saat ia sedang tidur. Sebenarnya santri rumah quran ibnusyam masih banyak lagi ini yang kukenalkan yang di asrama aja selebihnya kapan-kapan lah.

Baru di balikpapan ini aku melihat cara penyembelihan hewan kurban yang tidak menyakiti hewannya. Menggunakan sebuah alat yang mempermudah penyembelihan hewan kurban. Keren sih ini menurutku. Mungkin di berbagai tempat sudah banyak yang menggunakan atau lebih canggih lagi. Bisa di lihat pada gambar berikut ini
Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari telik sandi yang aku tugaskan di desa babulu darat, penyembelihan hewan kurban masih menggunakan cara tradisional harus bergulat dulu untuk bisa merobohkan seekor sapi.

Tentu ini membutuhkan tenaga dan orang yang cukup kuat untuk menjegal atau bergulat dengan sapi, orang dengan postur tubuh besar biasanya di tunjuk dan di percaya mengemban tugas untuk merobohkan sapi dengan cara apapun.
Gambar di atas ini proses menguliti hewan aku dan yadi yang kebagian tugas ini berhasil menguliti 1 ekor kambing sementara dengan waktu yang sama orang yang berada di samping kiri dan kanan kami sudah menyelesaikan 3-4 ekor kambing sementara kami masih satu ekor.

Maklum lah ini pertama kalinya bagiku. Selain itu kami tidak hanya berdua saja, tapi juga ada seorang veteran pengkulitan hewan kurban yang memberikan intruksi untuk kami apa yang harus di lakukan.

Sebenarnya kami bisa cepat selesai tapi senjata yang kami gunakan tumpul maka itulah yang menghambat tugas kami.

Di sisi lain fan_gi_ma dan rizky kebagian tugas memotong daging yang di gantung untuk di teruskan ke bagian pemotongan yang lebih kecil lagi sebelum di timbang dan di kemas.

Sementara idham dan fathur kebagian tugas di bagian transfer dan penimbangan. Setelah tadi di potong kecil-kecil kemudian di timbang dan di kemas.

Dan di hari itu kami mendapat 12 kantong daging segar. Kemana dirman kok tidak di ceritakan?? Beliau ada di lokasi yang berbeda dengan problem sapi yang lepas.

Keesokan harinya kami di undang oleh mas nanang untuk berpartisipasi di yayasan abulyatama dan yang bisa datang hanya 4 orang. Aku fangima fathur dan yadi. awalnya tugas kami adalah pengemasan.
Sampainya di lokasi ternyata sapinya belum di potong dan mas nanang menyuruh kami untuk membeli makan siang karena pada saat itu kami belum makan.. Kami pun pergi mencari makan kurang lebih 30 menit dan setelah kembali apa yang terjadi.
Proses pemotongan dan pengemasan sudah selesai. Terus kita ngapain dong kalo sudah semua. Tapi untungnya sedikit-sedikit ada yang bisa kami kerjakan dari pada tidak sama sekali seperti memasukkan bebebrapa daging ke pelastik dan memindahkannya ke mobil.

Kami pun pulang dengan membawa 5 kantong daging. Kulkas pun penuh dengan daging. Aku gak tahan dengan bau darah tapi ya mau gimana lagi di asrama ini cuma aku sendirian yang tugasnya masak. Mungkin itu aja dulu. Insya allah blog ini akan tetap aktif dan update postingan lagi. 

Terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga