Garis awal

Assalamualaikum,

 


Halo semuanya, Akhirnya bisa memulai menulis lagi setelah pertempuran sengit melawan rasa malas yang dari beberapa waktu lalu bersemayam di dalam diriku. Entah ini selamanya atau hanya sementara, tapi aku tetap berusaha keras untuk melawannya. Apa lagi sekarang ini buku pertamaku sudah terbit melalui penerbit Guepedia .

  Bagiku ini adalah awal mula untuk terus menulis dan bisa melawan rasa malas, mungkinteman-teman bisa membantu dengan doa.

Sejak Madrasah Tsanawiyah (Mts) kelas 1 sekitar tahun 2011 aku sudah punya blog, itu karena aku tidak punya banyak teman di dunia nyata, ada yang namanya blog walking atau jalan-jalan ke blog orang lain. Bagiku itu menyenangkan karena aku merasa punya banyak teman. Ada satu blog yang pernah aku temui pada saat itu yang belakang aku ketahui itu milik Raditya Dika. Di situ aku membaca tulisannya yang sekarang menjadi novel kambing jantan.

Meskipun dulu aku punya blog tapi aku tidak bisa merangkai membuat tulisan, karena obsesiku dulu adalah ingin nama dan fotoku bisa muncul di internet. Zaman itu aku bermain blog dengan hp yang sudah mendukung internetan walaupun jaringannya E dulu aku sangat bahagia.

Setelah lama aku melupakan Raditya Dika, di warnet lagi rame-ramenya film web series malam minggu miko yang belakangan aku ketahui itu adalah Raditya Dika yang dulu blognya aku baca, dan aku pun baru tahu kalau dia menerbitkan buku bermula dari blog. Cerita-cerita jenaka yang ia tulis di blog di jadikan buku. 

Sejak itu aku berkeinginan bisa menerbitkan buku. Walaupun pada saat itu cara menulisku sangat hancur bahkan kadang copas tulisan orang tapi aku tetap berkeinginan menulis buku. Sampai saat ini pun tulisanku masih berantakan menurutku dan aku tetap ingin terus belajar agar bisa menulis dengan lebih baik lagi. Dan Alhamdulillah bulan mei 2022 ini, buku pertamaku terbit. Buku yang berjudul kotak perak. Bisa di dapatkan di toko-toko buku terdekat.

Walaupun buku ini tidak berasal dari blogku tapi aku senang dan bersyukur bisa menulis buku. Buku ini di tulis oleh 3 orang yang berasal dari grup Menulis Yes. Diantaranya ada affanda Nasir dan aku sendiri. Kedua orang ini termasuk orang yang namanya paling sering aku sebut di dalam blogku. Aku punya satu blog lagi yaitu namikazeriyadi yang belum tau mau aku isi apa. 

Sedikit cerita tentang grup Menulis Yes. Awalnya di buat di whatsapp sekitar tahun 2017-2018 aku agak lupa perkiraan antara tahun itu. Awalnya kami membuat tulisan untuk di instagram Menulis Yes pernah beberapa kali ganti anggota namun yang berdiri sejak awal Affanda dan aku. Setelah itu Affanda mengajakku untuk memulai membuat buku. Awalnya hanya berdua kemudian Nasir bergabung dengan kita hingga saat ini.

Walaupun blog ini gak ada yang baca gak apa-apa karena bukan hanya sekedar di baca orang yang aku cari tapi sebagai media latihanku untuk belajar serta dokumentasi hidup. Bisa aja nanti anak cucuku yang membacanya agar mereka tau sejarah kakeknya. Ada beberapa yang ingin aku tulis juga Cuma kalau di sini jadi beda tema dan gak cocok. Jadi untuk tulisan berikutnya ada di postingan selanjutnya Terima kasih

Pulang

Assalamualaikum

Lanjutan dari postingan yang sebelumnya 

Saat akan pulang ke PPU
Beberapa waktu setelah acara bakar-bakar di asrama rumah Quran ibnusyam tepatnya pada 9 Oktober 2021, aku melaksanakan tasmi ujian hafalan juz 30. Ini tentu pertama kalinya bagiku, aku berusaha tampil dengan sebaik mungkin yang aku bisa. Tentu rasa gugup grogi itu ada dan acara tersebut Live di instagram dan fb rumah quran ibnusyam. Pencapaian yang luar biasa bagiku, selama ini aku hanya menyimak dan menyaksikan teman-temanku tasmi dan sekarang giliranku.

Beberapa kali ada kesalahan dan lupa ayat, namun di belakang kamera ada yang mengingatkan dan memberitahu kesalahan sehingga itu meminimalisir ketakutanku untuk tampil live. Usai ujian live , malam harinya di lanjutkan dengan sholat malam 1 juz. Tentu ini adalah bagian dari ujian yang harus aku lalui.
Awal aku membaca cukup lambat dan laga jeda waktu antara ayat ke ayat, itu karena aku memikirkan apa ayat berikutnya. Walaupun di belakang ada teman-teman yang siap menegur bila ada kesalahan. Usai melewati dua ujian tersebut aku merasa sedikit lega dan senang namun dengan selesainya ujian itu juga menjadi awal perjuanganku untuk menghafal al-quran. 

Sangat di sayangkan aku tidak bisa terus berada di asrama, aku harus kembali ke kampungku desaku ya itu desa babulu darat meskipun begitu aku tetap melanjutkan hafalan hingga tulisan ini aku buat, aku masih melanjutkannya. 
Awal aku pulang ke desa api-api tempat tinggal bapakku. Awal rencana aku ingin membuka usaha susu kedelai. 

Susu kedelai yang sempat di produksi

Sempat beberapa kali produksi namun karena beberapa hal itu tidak bisa di lanjutkan dan aku pulang ke desa babulu darat. Di sini aku ikut dengan ustadzku ya itu ustadz mahsun. Di sini aku belajar bekam dan terapi, tidak hanya itu, aku pun di ajarkan cara menjual dan berdagang obat herbal, ini berkaitan dengan kesehatan tentu aku harus bersungguh-sungguh dalam belajar. 

Waktu terus bergulir hingga kini aku sudah bisa bekam dan terapi. Untuk terapi aku sudah mendapat izin untuk terapi orang namun aku belum mendapat izin untuk bekam orang, salah satu alasannya karena aku takut dengan darah.
Kedepannya mungkin blog ini akan aku isi dengan beberapa kegiatan dan harian atau mingguanku dan untuk di blog namiazeriyadi akan aku isi dengan beberapa kisah-kisah unik yang aku alami.
Sekian dan terima kasih




Kerja bakti dan acara bakar-bakar : Diary si memet

Assalamualaikum.


Halo semuanya.Selamat datang di blogku. Postingan kali ini tentang kegiatan kerja bakti di masjid dan acara bakar daging di asrama rumah quran ibnusyam.

Diawali pada minggu pagi 25 juli 2021.Sebuah notifikasi muncu di hp ku, samsung galaxy J2 prime. Yah benar sekali hp kentang mungkin bisa di bilang bukan kentang lagi  tapi tahu, sangking lembeknya.  Hahaha mau ngelucu tapi gak lucu. Baiklah kembali ke isi notifikasi, ternyata dari fanda (fan-gi-ma) selaku ketua asrama yang terancam di kudeta oleh rizky 😂

Isi notofikasi tersebut sebuah pemberitahuan dari fanda untuk kerja bakti di masjid. Aduh aku belum sarapan pagi tapi mungkin di sana nanti ada nasi kotak itu yang ada dalam benakku. Dengan semangat mencari makan aku segera turun ke lantai bawah dan bersiap untuk ikut kerja bakti.


Setelahnya sampai di masjid, aku membangunkan rizky dan fathur yang punya kebiasaan setelah subuh tidur di masjid. Setelah membangunkan mereka dan mengajak untuk kerja bakti, segera mereka pulang untuk ganti baju serta tidak lupa aku mengingatkan untuk kembali di masjid.


Aku, fanda, idam dan seorang lagi yang biasa di panggil ustadz dirman memulai kerja bakti. Tugas pertama kami membercihkan nampan dan bak yang sebelumnyan di gunakan untuk mengangkut daging pada saat kurban kemarin

Aku tidak punya foto lengkapnya, kemarin ada bapak-bapak baju hijau yang dokumentasi dan aku lupa meminta fotonya. 
Kami berusaha untuk sigap dalam kerja bakti. Membantu apa yang bisa di bantu kalau gak bisa ya nontonin aja atau bantu pakai doa, ya kurasa itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Setelah selesai kami istirahat dan ngopi bareng bapak-bapak. Nasi kotak yang kuharapkan ternyata tidak ada jadi ya makan jajan yang di sediakan aja. Tapi kekecewaanku hilang setelah aku melihat ada donat di meja. Ya aku sangat suka donat

Tiba-tiba rizky datang sendirian, wah si fathur kemana ini gak balik ke masjid. mungkin tidur lagi sampai rumah 😂😂😂
Kemudian bapak-bapak memperlilahkan rizky untuk makan jalan yang ada di meja. 

Wah belum kerja apa2 sudah menikmati hidangan 😁😁. Tapi untungnya masih ada yang bisa di kerjakan.


Selanjutnya menanam pohon sebagaimana hadist Menanam pohon itu berpahala. Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat maka hendaklah dia menanamnya.”.

Sepulang dari kerja bakti kami mengadakan rapat untuk acara bakar-bakar daging. Tentu saja sebagai chef di asrama aku kebagian tugas sebagai  instriktur pelaksana bakar-bakar. Mengarahkan dan membimbing teman-teman apa yang harus di kerjakan dan sesekali aku pun turun langsung membantu kegiatan .

Aku teringat dengan senpai ku di MTs dulu. Dan aku pun chat dia untuk bergabung bersama kami. Dan alhamdulillah ia punya waktu untuk datang


Gambar di atas ini pada saat daging di cincang untuk di sate dan dibuat rendang


Gambar di atas ini fanda dan iham yang sedang mempersiapkan pembakaran.
Gambar di bawah ini saat semua sudah selesai dan dipersiapkan untuk disantap.


Nah gambar ini saat sudah selesai makan-makan dan beberapa ada yang belum selesai


Menyenangkan sekali rasanya. Terutaman dengan hadirnya senpaiku ini sekian lama kami kenal baru kali ini kami punya acara bersama.

Lelah juga nulis 😂😂 
Cukup lah sampai di sini insya allah kita lanjut besok lusa atau minggu depan.

Terima kasih untuk yang sudah membaca sampai akhir semoga sehat selalu dan di jauhkan dari penyakit.
 

Petualangan dan pengalaman berpartisipasi dalam penyembelihan hewan kurban : Diary Si Memet

Assalamualaikum.

Mengawali postingan dengan salam adalah sesuatu yang baik. Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku di balikpapan ikut perpartisipasi dalam proses pemotongan hewan kurban di hari raya idul adha, bersama teman-temanku yang tergabung sebagai santri asrama rumah quran ibnusyam balikpapan.

Loh kok di balikpapan?? Bukannya tinggalnya di babulu darat ya dan postingan terakhir sebagai jurnalis di penajam terkini?? 

Hahahaa iya bener banget. Postingan terakhir tentang kopdar jurnalis,, emm ceritanya agak panjang jadi aku skip aja ya.
Langsung ke yang sekarang aja.
Ini aku bersama temanku yang bernama rosiadi yang akrab di panggil yadi. Kami berdua kebagian tugas untuk menguliti hewan kurban, bisa di lihat dari gambar yang tertera di atas, hewan tersebut adalah kambing jantan.
Oh iya, sepertinya aku belum memperkenalkan teman-temanku yang lainnya.
Dari yang paling kiri,
Ya itu adalah aku sendiri. Di sebelahku ada fan_gi_ma, yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tau siapa dia. Sering kok ku sebut-sebut dia hehehe.  

Di samping fan_gi_ma ada idham kholid, aku belum terlalu lama kenal dengan dia jadi aku belum banyak tau tentang dia. Yang kutau dia dari pesantren gontor dan kakak kelas istrinya ustadz abdul somad hehee.

Di sebelahnya ada Rosiadi. Dia ini anak bontang masih wilayah kalimantan timur juga, aku paling senang saat dia jadi imam sholat dan membaca ayat dengan nadanya syaikh Muhammad Taha Junaid. 

Berikutnya ada ustadz Dirman, ini juga aku baru kenal jadi blom banyak tau.

Di samping ustadz dirman ada Rizki, kadang dia nyebelin sih bisa bahasa inggris tapi aku gak di ajarkan hahahaha.

Yang terakhir ada Fathur, satu-satunya yang sangat susah untuk di bangunkan saat ia sedang tidur. Sebenarnya santri rumah quran ibnusyam masih banyak lagi ini yang kukenalkan yang di asrama aja selebihnya kapan-kapan lah.

Baru di balikpapan ini aku melihat cara penyembelihan hewan kurban yang tidak menyakiti hewannya. Menggunakan sebuah alat yang mempermudah penyembelihan hewan kurban. Keren sih ini menurutku. Mungkin di berbagai tempat sudah banyak yang menggunakan atau lebih canggih lagi. Bisa di lihat pada gambar berikut ini
Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari telik sandi yang aku tugaskan di desa babulu darat, penyembelihan hewan kurban masih menggunakan cara tradisional harus bergulat dulu untuk bisa merobohkan seekor sapi.

Tentu ini membutuhkan tenaga dan orang yang cukup kuat untuk menjegal atau bergulat dengan sapi, orang dengan postur tubuh besar biasanya di tunjuk dan di percaya mengemban tugas untuk merobohkan sapi dengan cara apapun.
Gambar di atas ini proses menguliti hewan aku dan yadi yang kebagian tugas ini berhasil menguliti 1 ekor kambing sementara dengan waktu yang sama orang yang berada di samping kiri dan kanan kami sudah menyelesaikan 3-4 ekor kambing sementara kami masih satu ekor.

Maklum lah ini pertama kalinya bagiku. Selain itu kami tidak hanya berdua saja, tapi juga ada seorang veteran pengkulitan hewan kurban yang memberikan intruksi untuk kami apa yang harus di lakukan.

Sebenarnya kami bisa cepat selesai tapi senjata yang kami gunakan tumpul maka itulah yang menghambat tugas kami.

Di sisi lain fan_gi_ma dan rizky kebagian tugas memotong daging yang di gantung untuk di teruskan ke bagian pemotongan yang lebih kecil lagi sebelum di timbang dan di kemas.

Sementara idham dan fathur kebagian tugas di bagian transfer dan penimbangan. Setelah tadi di potong kecil-kecil kemudian di timbang dan di kemas.

Dan di hari itu kami mendapat 12 kantong daging segar. Kemana dirman kok tidak di ceritakan?? Beliau ada di lokasi yang berbeda dengan problem sapi yang lepas.

Keesokan harinya kami di undang oleh mas nanang untuk berpartisipasi di yayasan abulyatama dan yang bisa datang hanya 4 orang. Aku fangima fathur dan yadi. awalnya tugas kami adalah pengemasan.
Sampainya di lokasi ternyata sapinya belum di potong dan mas nanang menyuruh kami untuk membeli makan siang karena pada saat itu kami belum makan.. Kami pun pergi mencari makan kurang lebih 30 menit dan setelah kembali apa yang terjadi.
Proses pemotongan dan pengemasan sudah selesai. Terus kita ngapain dong kalo sudah semua. Tapi untungnya sedikit-sedikit ada yang bisa kami kerjakan dari pada tidak sama sekali seperti memasukkan bebebrapa daging ke pelastik dan memindahkannya ke mobil.

Kami pun pulang dengan membawa 5 kantong daging. Kulkas pun penuh dengan daging. Aku gak tahan dengan bau darah tapi ya mau gimana lagi di asrama ini cuma aku sendirian yang tugasnya masak. Mungkin itu aja dulu. Insya allah blog ini akan tetap aktif dan update postingan lagi. 

Terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Kopdar jurnalis penajam terkini di babulu darat : Diary si memet


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berjumpa lagi dengan saya si Memet, di blog saya Catatan Si Memet. Pada postingan kali ini, saya akan membahas sedikit lebih banyak tentang kopdar jurnalis penajam terkini yang diadakan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019 di Babulu darat, lebih tepatnya di rumah saya sendiri. 

Penajam terkini adalah media sosial yang kini merambah ke media berita dan kini penajam terkini memiliki website sendiri buat teman-teman mari silakan berkunjung ke website penajam terkini Klik disini

Ini adalah kelanjutan dari postingan saya yang ada di blog saya yang satunya Memet introvert, tetapi di blog ini saya akan membahas lebih lengkap lagi dari yang sebelumnya.

Dimulai dari rasa kesal dan nyebelin, karena ulah Si Eman yang memiliki nama lengkap Hermansyah biasa dipanggil Eman atau dengan nama Facebooknya cocu. 

Janjinya berangkat jam 8, karena dia yang membawa mobil jadi semua anggota jam 8 sudah siap dan menunggu dia datang dan pada kenyataannya hampir jam 10 baru ia berangkat.  

Semua orang dibuat menunggu, termasuk admin penajam terkini yang nggak sarapan hanya karena menunggu Si Eman, sementara Si Eman yang ditunggu malah lagi asyik sarapan begitulah obrolan di grup waktu itu.


Mereka datang ke Babulu menggunakan mobil ambulans penajam terkini. Yaa mungkin karena itu satu-satunya kendaraan yang ada pada saat itu. Mobil ambulans ini sangat banyak jasanya.

Pernah digunakan untuk mengantar almarhum ibu saya menuju Rumah Sakit Umum Balikpapan. Selain itu juga sering digunakan untuk mengantar jemput pasien.

Waktu itu pernah digunakan untuk mengantar pasien dari Kabupaten Penajam menuju kota Samarinda. lebih tepatnya di rumah singgah kanker, Kalau tidak salah waktu itu pasien pengidap penyakit nasofaring. Kalau tidak salah yaaa.

Rumah singgah kanker adalah rumah singgah yang pernah aku tempati di Samarinda, selama hampir setahun bagiku cukup lama waktu itu Mamaku menjalani pengobatan kanker serviks di rumah sakit Abdul Wahab sjahranie Samarinda

Aku lupa Apakah ini pernah aku ceritakan di postingan ku sebelumnya atau belum tapi tidak apalah Mari kita kembali ke alur cerita postingan ini

Sesampainya di Babulu, Eman yang pernah ke rumah ku lupa rumahku yang mana. bagiku ini sungguh keterlaluan masa rumahku dilupakan kan.

Kemudian Mimin menelponku aku dan menanyakan rumahku yang mana waktu itu aku berada dirumah nasir untuk mengambil beras.

Aku pun menjelaskan secara detail kepada Mimin letak dan posisi rumahku melalui telepon WhatsApp

Ketika aku pulang dari kejauhan sudah terlihat mobil ambulans penajam terkini parkir di depan rumahku ya aku pikir mereka mudah-mudahan nggak salah rumah

Ketika aku sudah sampai di rumah terlihat mereka sudah terhambur dimana-mana. ada yang di luar dan sudah ada yang di dalam rumahku masuk tanpa izin ku ha ha ha haaa.

Inilah orang yang bernama eman
Kemudian kami langsung membagi tugas. Ada yang bertugas memasak nasi di belakang menyiapkan air minum dan membakar ayam.

Lagi-lagi Si Eman ini ndak jelas, awalnya ia menyiapkan arang untuk pembakaran ayam menyalakan arang nya sambil di kipas-kipas hingga menjadi bara.

Tapi beberapa saat kemudian aku melihat ia menyiapkan air minum dan begitu aku ke dapur aku melihat dia yang memasak nasi juga semua pekerjaan diambil alih oleh dia.

Tapi dia tidak bertanggung jawab setelah melakukannya, Iya menyerahkan tugas kepada orang lain dan ia pergi begitu saja. Tapi ujung-ujungnya dia juga yang bakar ayam.

Tapi walaupun begitu Si Eman adalah orang yang baik dan cukup bijaksana

Nurul dan temannya sedang berkipas
Ini adalah foto Nurul jurnalis penajam terkini dan temannya aku lupa Siapa nama temannya ini gak sempet tanya namanya dan tidak sempat kenalan

Nurul Najib Mimin dan Jun
Yang ada di foto ini yang jilbab hitam itu adalah Nurul yang baju hitam duduk di kursi melihat ke arah Nurul itu namanya Najib dia tinggalnya di Babulu dekat sama rumahku di depannya Najib itu adalah Mimin atau Muhammad Yusuf adminnya penajam terkini dan sementara yang di motor itu adalah Jun teman dari teman
Makan-makan kita
Setelah ayam selesai dibakar semua kini saatnya makan-makan kami sangat menikmati kebersamaan kami sesekali sambil ngobrol dan bercanda tawa namun sayangnya orang-orang yang ada di sini belum lengkap semua masih ada beberapa jurnalis dan tim YouTube penajam terkini yang tidak hadir.

Meskipun belum lengkap rencana Januari nanti akan diadakan kembali pertemuan di Penajam yang insya Allah akan dihadiri oleh semua anggota jurnalis penajam terkini. Semoga di pertemuan berikutnya orang-orangnya lengkap semua karena ada hal-hal yang akan dibahas.

Setelah makan-makan selesai dilanjutkan dengan acara cara ngobrol ngobrol atau sedikit membahas tentang bagaimana nantinya penajam terkini ini diharapkan bisa menjadi lebih baik dan yang saat ini

Dan harapan lainnya adalah Semoga bisa membayar jurnalis Karena untuk saat ini pendapatan jurnalis hanya dari hasil liputan bukan dari penajam terkini ya langsung.

Oke mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan di postingan ini kurang lebihnya Mohon maaf bila ada kata atau ucapan yang tidak pantas saya akhiri.

wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Memulai kembali

Assalamualaikum. Wr. Wb

Ini pertama kalinya aku mulai menulis lagi setelah sekian lama gak nulis di blog ini. Banyak hal yang terjadi dan kualami selama ini sehingga membuatku sedikit sulit untuk mengisi tulisan di blog ini.

Buat teman-teman yang mengikuti alur blogku pasti tahulah kisahku yang sering mondar mandir dirumah sakit. Mengurus segala macam proses pengobatan mamaku.

Sedikit info untuk teman-teman yang selalu bertanya-tanya. Kini aku sudah tidak disibukkan dengan urusan dirumah sakit, tepatnya tanggal 19/10/2019 mamaku telah meninggal dunia, dan kini dirumah ini aku hanya tinggal seorang diri tanpa siapapun.

Namun dalam postingan ini aku tidak ingin membahas masalah itu lagi. Karena itu hanya akan membuatku merasa sedih, dan aku tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.

Saat ini aku berusaha kembali ke jalur kehidupanku memulai menata hati dan pikiran serta berusaha untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan hidup.

Tulisan ini sudah aku tulis sejak sebulan yang lalu tapi karena lupa jadi baru ingat sekarang untuk melanjutkannya. Banyak hal dan pristiwa yang aku lalui tanpa aku abadikan di blog ini.

Aku lupa kalau aku punya blog untuk nulis segala macam curahan kerrsahan dan kisahku. Saat ini aku tergabung dalam tim jurnalis penajam terkini.


Untuk blog catatan si memet ini kadang aku menulis panjang lebar seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya, tapi kali ini mungkin tulisanku hanya sedikit saja.

Cukup sekian dulu yang bisa saya sampaikan setidaknya blog ini mulai terisi kembali dan aku akan berusaha untuk konsisten. Di blog ini mungkinbaku akan isi seminggu sekali saja.

Sekian dan terima kasih.

Diary si memet : Pensiun Gondrong, merasa ganteng walaupun banyak yang bilang jelek

Halo sobat, selamat datang di blogku, semoga semua dalam keadaan sehat sejahtera bahagia dunia akhirat. Pada postingan kali ini, aku akan membahas tentang perjalanan gondrongku. Tanpa panjang lebar yok langsung di simak aja.


Gaya rambut adalah salah satu hal yang membuatku PD, iya PD. Bukan kepanjangan dari Perisai Diri (perguuan silat) tapi Percaya diri. Aku termasuk orang yang suka ganti-ganti style rambut semua gaya rambut sudah pernah aku coba, mulai dari botak sampai gondrong. Jaman sekolah dulu, rambut gak boleh panjang dan ada batas ukur berapa Cm gitu yang di tentukan oleh guru. Tak jarang guru-guru di sekolahku mendadak jadi tukang cukur ketika melihat rambut muridnya mulai panjang.


Aku mengawali karir gondrong pada november 2017, ketika itu rambutku sudah agak panjang tapi belum bisa di ikat, jadi sementara aku menggunakan style bando sampai rambutku panjang dan bisa di ikat. Selain bando, aku juga kadang menggunakan semacam kupluk untuk menutupi rambut yang belum terlalu panjang.

Style rambutku kiblatnya ke jepang, jadi gaya rambutku tidak jauh-jauh dari style rambut ala jepang. Style rambut jepang yang sampai saat ini belum pernah kucoba dan tidak akan kucoba adalah style rambut samurai kuno di era edo yang botak di bagian tengahnya. Walaupun aku suka jepang, tapi gaya rambut yang itu tidak akan aku coba, karena aku gak suka.


Desember 2017 rambutku sudah bisa di ikat tapi bagian samping belum bisa karena masih pendek, jadi yang bisa di ikat hanya bagian tengah ke belakang. Sementara untuk melengkapi kekurangan bagian samping aku tetap menggunakan bando. Tapi fotoku ini malah kelihatan kaya cewek.

Semakin lama semakin panjang. Memasuki tahun 2018 pada bulan maret, rambutku sudah bisa di ikat semua seperti gambar di bawah ini


Tiga bulan kemudian menjadi seperti ini


Sudah panjang keseluruannya. Satu bulan kemudian aku ke samarinda untuk mengurus pengobatan mamaku yang lagi sakit. Tentu aku percaya diri dengan rambut panjangku.




Sampai dengan april 2019 aku memutuskan untuk potong rambut, aku bosan orang-orang memanggilku gondrong tanpa menyebut namaku padahal tau namaku. Dan pada akhirnya 10 juli 2019 dapat terlaksana aku potong rambut setelah mengumpulkan niat selama tiga bulan.


Tapi banyak yang mengatakan aku terlihat seperti cewek, itu sangat membuatku terganggu. Dan akhirnya pada 14 juli 2019 aku potong rambut lgi dan jadilah seperti ini hingga saat ini.


Punya rambut gondrong itu rasanya ada kesannya tersendiri, aku merasa keren walaupun banyak yang bilang jelek.

Kekurangan dari rambut gondrong itu boros sampo kadang sering rontok apa lagi aku sering masuk ruang kemo, rambutku banyak rontoknya.

Mungkin cukup sekian aja perjalanan gondrongku, tulisan ini untuk bukti di masa depan untuk aku ceritakan kepada anak dan istriku kalau aku pernah gondrong. Sekarang aku sudah pensiun gondrong.

Kuucapkan banyak terima kasih untuk yang sudah membaca sampai habis. Gak ada yang baca juga gak papa, aku gak terlalu peduli yang penting aku nulis.

Diary Si Memet : petualangan di hari lebaran 2019 part 2

Perjalanan selanjutnya kami menuju rumah Pak dirham, guru Bahasa Inggris kami sewaktu di MTs dulu. Aku baru tau kalau rumahnya sudah pindah tidak di rumahnya yang dulu. Kami parkir motor di parkiran sekolah dan kami berjalan kaki ke belakang gedung sekolah sejauh kurang lebih 100 meter.

Setelah sampai di area rumah pak dirham, Samsir menunjukkan yang mana rumah pak dirham, Samar-Samar terdengar suara berisik orang yang sedang ngobrol, awalnya kami pikir itu adalah murid lain yang sedang bertamu ternyata itu adalah kawanannya pak dirham.

Dengan malu-malu kami saling dorong masuk kerumahnya pak dirham. Kami disambut dengan baik dan senyum ceria dari pak dirham, kurasa ia senang kami datang kerumahnya. Kami salaman maaf lahir dan batin.

Sangking fokusnya aku bersalaman sampai tak kuperhatikan langkahku menendang beberapa gelas yang ada di situ. Rasanya malu banget baru aja aku minta maaf sudah bikin ulah. Aku tidak melihat adanya kekesalan di wajah beliau, kuharap ia sudah memaafkanku.

Kami duduk dan menikmati camilan yang disediakan disitu, tak ketinggalan sebotol minuman merah yang bermerk fanta ia suguhkan kepada kami. Satu persatu ia menanyai kami dan kami pun menjawab sesuai dengan apa yang ia tanyakan.

Tak terasa waktu bergulir cepat dan kami pun saling kode untuk pergi melanjutkan perjalanan kami. Usai dari rumah pak dirham kami sejenak beristirahat di MTs yang sudah mengalami banyak perubahan, sejenak kami di situ sambil nunggu nasir yang sedang buang air besar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan namun kali ini kami hanya berempat karena teman basir pulang duluan.

Berikutnya rumah yang kami tuju adalah rumah guru SMA kami, yaitu ibu ani. Awalnya aku mengajak kerumah bu messi tapi nasir menolak, sebenarnya hatiku juga menolak. Mungkin karena kami memiliki kenangan yang kurang bahagia dengan beliau .

Dirumah bu ani kami tidak terlalu lama, seperti yang sudah-sudah kami ngobrol apa adanya menikmati suguhan yang ada dan minum secukupnya. Disini aku mengajarkan teman-temanku minum dengan gelas caffe yang cara memegangnya tidak biasa.

Kami rasa cukup silaturahmi ini, dan kamipun pamit melanjutkan perjalanan kami kerumah berikutnya, yaitu rumah pakle chen pemilik warung belakang sekolah tempat kami dulu langganan makan dan ngerokok. Saat itu hanya acil warung yang menyambut kami. Disuguhkannya kami buras dan kami makan secukupnya sambil bercerita masa lalu.

Rasanya seperti bernostalgia kembali. Kami mengulang cerita yang lalu seperti kisah kawanku anggit yang hpnya selalu ketinggalan di warung acil. Kami pun menceritakan teman-teman yang lain. Cukup nostalgianya, kami pun pamit melanjutkan perjalanan kami. Tak beberapa jauh kami berhenti, basir dan nasir saling menanyakan rokok, ternyata rokok mereka ketingalan di warung acil. Dan akhirnya kami balik mengambil rokok dan melanjutkan perjalanan kami menuju rumah berikutnya.

Selanjutnya rumah yang kami datangi adalah rumah pak nasib guru agama di MTs kami. Dalam hati aku sudah menduga sampai sana pasti di ceramahi. Sesampai dirumah pak nasib cukup sepi dan kami disambut oleh istri beliau serta dipersilahkan duduk sementara ibu mmemanggil pak nasib di dalam.

Pak nasib keluar dengan ceria, dia mengatakan kalo aku tambah ganteng tentu aku senang dengan pujian beliau entah benar atau tidak. Setelah itu kami di ceramahi, benar seperti yang sudah aku duga sebelumnya kami di ceramahi. Sampai-sampai kami pamit tapi tidak di izinkan. Harus mendengarkannya dahulu. Aku merasa ngantuk mendengarkan ceramah dari Pak nasib. Kami mencari cara bagaimana caranya kami bisa pergi dari situ. Aku pun mengeluarkan Hpku dan pura-pura mengecek sesuatu.

Dengan serius aku Menatap layar HP ku sembari melirik ke teman-teman yang lain. Aku pun memberanikan diri mengatakan kepada pak nasib bahwa kami telah ditunggu, dengan begitu akhirnya pak nasib mengizinkan Kami pergi melanjutkan perjalanan kami.

Rumah berikutnya adalah rumah kawan Nasir tapi ketika kami sampai di sana orangnya sedang berpergian. Basir pun pamit lebih dahulu ingin pulang karena ada masalah dengan perutnya ketika itu. Selanjutnya perjalanan Kami lanjutkan tapi hanya aku dan naksir saja.

Rumah berikutnya adalah rumah Pak Agus guru TIK kami di SMA, namun ketika kami sampai di rumahnya suasana sangat sepi Kami mencoba mengucapkan salam namun tak ada jawaban, dari pintu depan terlihat penghuni rumah yang sedang tidur maka kami putuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang aku dan Nasir bercerita apa aja yang bisa kami ceritakan. Kami bercerita mulai dari pekerjaan kegiatan sehari-hari hingga membahas tentang Asmara kami masing-masing, Selain itu kami juga menceritakan teman-teman yang lain bisa dibilang ketika itu kami sedang menggosip. Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol hingga tak terasa kami telah tiba di rumahnya Nasir. Usai aku mengantar Nasir pulang, aku pun pulang ke rumahku dalam perjalanan aku menggas motorku dengan santai sambil menikmati pemandangan kiri dan kanan yang tak begitu ramai.

Sejenak Aku merenung tentang Lebaran kali ini rasanya sepi sekali tak seperti yang dulu. Setibanya Aku di rumah, biasa-biasa saja tak ada yang menyambut ku, aku memasukkan motor ke dalam rumah mengganti pakaian dan aku rebahan di kasur ku. Kubuka hp-ku dan Kulihat ada beberapa chat dari teman-temanku yang mengucapkan maaf lahir batin.

Akupun membalas satu persatu pesan dari mereka Sesuai dengan isi pesan tersebut. Aku merasa lelah berjalan seharian, ku pasang headset di telingaku dan aku memutar lagu yang ada di handphoneku sejenak Ku Pejamkan Mata mencoba untuk santai dan merilekskan pikiran.

Ku nikmati setiap lantunan lagu yang kau dengarkan sambil sedikit melamun dan memikirkan apa saja yang datang di pikiranku. ketika itu Khayalan Tingkat Tinggi, aku merasa bosan dan kucoba menyalakan wi-fi dan aku streaming film-film yang ada di YouTube sedikit menghibur diri.

Mungkin Cukup sekian postingan aku tentang lebaran ini, nggak tahu mau nulis Apalagi, aku bingung mau nulis apa lagi, Aku bingung lanjutnya bagaimana lagi, jadi aku Akhiri Saja sampai disini. Paling tidak dengan basa-basi ini postinganku mencapai 1000 kata kalau nggak percaya kalian boleh menghitung sendiri secara manual.

Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAMAT.

Diary si Memet : Petualangan di hari lebaran 2019 part 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Postingan kali ini aku akan menceritakan perjalanan lebaran ku ke rumah orang-orang serta mereview makanannya walaupun tak semua.

Subuh itu aku terbangun terdengar sayup-sayup lantunan Takbir yang menggema. Aku terbangun dengan mata yang masih mengantuk kucoba untuk meninggalkan tempat tidurku yang nyaman, aku mengambil handuk dan pergi untuk mandi.

Selesai mandi aku mengenakan pakaian terbaikku di hari lebaran itu. Aku berdiri di depan kaca memandangi diriku kuperhatikan wajahku sambil berkata “ternyata aku ganteng juga ya”.

Sambil menunggu orang berdatangan memenuhi masjid aku mengambil satu bungkus sachet Luwak White Coffee. Aku Panaskan air hingga mendidih dan ku Seduh Luwak White Coffee.

Setengah jam berlalu tak terasa kopiku sudah dah mau habis kulihat dari jendela orang sudah pada berdatangan ke masjid dan akupun mengambil air wudhu dan pergi ke masjid.

Masjid yang letaknya berada di samping rumah aku sangat terjangkau untuk aku capai dan aku sengaja tidak menggunakan sandal takut nanti sendal ku hilang.

Sunnah nya pulang dari sholat ied harus melewati jalan yang berbeda, lantas membuatku sedikit bingung harus pulang lewat mana karena jalan yang aku lalui adalah jalan satu-satunya untuk pulang dan pergi. Jadi aku putuskan pulang loncat pagar. Pagar tersebut adalah pembatas antara rumahku dan masjid.

Selesai sholat aku sungkem dengan keluargaku meminta maaf lahir dan batin seperti orang-orang lebaran pada umumnya. Setelah itu aku memanaskan motor Jupiter MX King milikku dan bersiap-siap untuk pergi.

Ketika aku sedang memanaskan motorku, ada temanku yang kebetulan lewat di depan rumahku dan aku memanggilnya untuk mampir sejenak. Kami bersalaman saling memaafkan seperti orang-orang lebaran pada umumnya.

Namun karena ia tak bisa berlama-lama segera ia pamit untuk pulang karena sudah ditunggu oleh orang tua dan keluarganya, karena searah aku menawarkannya ikut bersamaku ku antarkan pulang namun ia menolak dan lebih memilih untuk jalan kaki.

Tak lama setelah itu aku pergi kerumah nasir, sampai di rumah nasir suasana begitu sepi dan aku sempat berfikir jangan-jangan ini prank lebaran. Terlihat pintu rumahnya terbuka dan aku mengucapkan salam yang biasa di ucapkan oleh umat muslim saat bertamu kerumah orang.

Dua kali salam tak ada jawaban, terlintas niat untuk pulang namun aku tidak menyerah dan mengucapkan salam yang sama sekali lagi. Aku berfikir mungkin tidak akan di jawab. Kubalikkan badan dan melangkah pulang.

Baru satu langkah terdengar samar-samar seseorang menjawab salamku. Ternyata itu mamanya nasir dan menyuruhku masuk. Aku pun maaf lahir batin dengannya. Berdasarkan info yang aku terima, nasir serta adik dan ayahnya masih berada di masjid belum pulang.

Aku pun dipersilahkan duduk dan menunggu diruang tamu. 20 menit aku menunggu nasir pun datang ternyata habis memperbaiki rantai karena busi motornya kotor. Kurang lebih begitulah intinya saat itu motornya konslet.

Setelah beberapa saat berbincang-bincang dengan Nasir serta sudah menikmati buras kami pun pergi untuk kerumah teman dan guru. Kami pergi tak hanya berdua namun Basir dan juga Samsir yang tidak lain adalah adik dari Nasir juga ikut bersama kami.

Yang pertama kami datangi adalah rumah pak pendi guru TIK kami saat di madrasah tsnawiyah (MTs). Kebetulan saat kami tiba di situ juga sedang ada sekelompok manusia yang sedang bertamu. Lantas kami langsung ikut bergabung dan berbaur dengan mereka. Dan kami pun ikut bersalam-salaman.

Tapi sepertinya kami salah tempat duduk. Kami duduk di sudut yang berbeda dengan pak pendi. Kami pun menyusun strategi setelah 3 menit bisik-bisikkan akhirnya kami putuskan untuk pindah tempat duduk ke dekat pak pendi. Yang awalnya pak pendi cemberut tersenyum melihat kami.

Kami pun ngobrol saling menanyakan kabar serta sedikit canda tawa Ada hal menarik Ketika aku bertanya kepada Pak Pendi.

“pak kapan nikah” tanyaku dengan santun. Disaat yang bersamaan Bachir mencolek pahaku seperti seolah mengisyaratkan sesuatu namun aku tidak mengerti apa yang ia maksud dan Pak Pendi pun menjawab pertanyaanku.

“ Insya Allah tahun ini” Ucap pak Pendi memberi jawaban. Aku pun mengaminkannya, pak pendi pun membalikkan keadaan dengan pernyataan “kalo mau duluan silahkan gak usah nunggu saya”

Aku pun menjawab dengan jawaban yang sudah aku persiapkan jika ada pertanyaan semacam ini.

“belum ada wanita yang beruntung mendapatkan saya pak” ucapku dengan sombong.

Dengan cepat nasir menanggapi jawabanku dengan pernyataan yang membuatku sedikit terhempas.

“bukan belum ada yang beruntung tapi belum ada wanita yang sial” kata nasir dengan cengengesan.

Kami pun tertawa bersama-sama dan tak lama setelah itu kami saling kode dan pamit untuk melanjutkan perjalanan.

Jajan lebaran yang disajikan cukup banyak namun kala itu aku hanya mengambil kacang dan segelas Aqua sambutan yang diberikan keluarga Pak Pendi pun cukup baik dan ramah.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke rumah Irfan Maulana salah satu anggota LGS sebelum sampai rumahnya kami melewati rumah kawan kami yaitu rachtian Anggi Wicaksono rumahnya terlihat sepi dengan pintu yang terbuka lebar kami berencana untuk mampir tapi kami pikir tak ada orangnya ternyata benar terakhir kami mendapat info Anggit masih berada di Jawa menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Sesampainya di rumah Irfan terlihat Irfan merenung di depan pintu rumahnya sambil duduk jongkok dan memakan cemilan

Kala itu ada segerombol manusia yang keluar dari rumah Irfan sepertinya mereka juga bertamu dan pulang ketika kami datang kamipun berpapasan dengan segerombol manusia tersebut beberapa diantaranya ada yang kami kenal nah salah satunya adalah adik dari temanku yaitu Charles adik dari Wir Jaya yang saat ini masih ada di Jawa mengenyam pendidikan di pesantren.

Kami datang Irfan pun masuk ke dalam rumah seolah-olah akan menyambut kami namun begitu kami memasuki pintu rumahnya dia hanya duduk jongkok samping pintu sambil mengulurkan satu jarinya Mungkin ia tak mau bersalaman.

Tak terlalu lama kami berbincang-bincang di rumah Irfan kami pun memutuskan untuk lanjutkan perjalanan dan kami pun mengajak Irfan untuk ikut bersama kami.

Makanan yang disuguhkan juga beragam dan cukup banyak aku mengambil segelas teh Rio begitupun dengan yang lainnya ketika kami akan pamit akupun mengumpulkan sampah minuman kami dan semua itu ku serahkan kepada Irfan.

Perjalanan selanjutnya kami ke rumah Akbar teman MTS ku juga sahabatku kalau itu di rumahnya cukup ramai banyak orang dan kami disambut dengan baik usai salam-salaman kami duduk dan menikmati cemilan serta minuman yang ada di situ

beberapa lama kami menunggu Aku pun tak kunjung datang akhirnya Nasir mencoba untuk masuk rumah Akbar lebih dalam lagi dan menemukan Akbar di dalam sana. Rupanya Akbar tak mau keluar karena ia pemalu satu hal yang kutahu ya sudah tak seperti yang dulu.

Seperti ada sesuatu yang tertukar di antara kami dulu aku merokok dan sekarang tidak sementara dulu Akbar benci dengan rokok tapi sekarang perokok lagi lagi disitu aku menikmati kacang dengan aneka ragam makanan yang lain tidak semua aku coba aku hanya mengambil apa yang ingin aku makan saja.

Sudah ada empat Irfan Maulana pergi dari rumah Akbar meninggalkan kami semua entah dia mau kemana Aku pun tak tahu namun tak Berapa lama Ia pun kembali setelah Irfan kembali kami berencana melanjutkan perjalanan

Kami berhenti sejenak di rumah Nasir untuk merencanakan akan pergi kemana serta kami berencana mengajak Rizal teman kami namun ia sedang sibuk membantu orang tuanya yang sedang berjualan.

Kami pun tak bisa membujuk Irfan dan ia pun pulang meninggalkan kami dan kami pun pergi hanya ber lima sebelumnya ada salah satu teman basir sedang ikut dengan kami.

To be continue. ! ! !

Diary Si memet : bidadari kelotok antara jodoh atau bukan dan petualangan di rumah sakit balikpapan

Assalamalaikum. Wr. Wb

Hari ini senin, 22 april 2019 berada di RSUD gunung malang balikpapan. Hari minggu kemarin aku baru saja tiba di rumah bude ku di balikpapan kilo 1 mes projakal. Berangkat dari babulu pagi jam 7 perjalanan menggunakan taksi. Orang kota mentebutnya mini bus karena dapat memuat kapasitas penumpang hingga 12 orang.
Kemudian tiba di penajam sekitar jam 08:30 sempat melihat jam di layar hp. Sebelum naik armada laut yang bernama kelotok aku dan mamaku mampir di warung sekedar membeli air mineral dan naraya minuman kedelai kesukaanku. Kami mengatakan kepada penjualnya mau membeli aqua botol, tapi pedagang itu malah memberikan 1 botol orig. Sugguh jauh dari kata sempurna.
Sebenarnya aku takut naik kelotok dan ini satu-satunya kelemahanku, aku terpaksa naik kelotok pertama karena aku tidak membawa motor dan yang kedua jika naik fery maka akan sulit angkot setiba di kariyangau, jadi memutuskan naik kelotok.
Posisi kelotok yang goyang membuatku susah untuk menyeimbangkan diri. Dari pada jatuh dan malu aku melepas tasku untuk mengurangi beban bawaanku selain membawa badan sendiri yang berat.
Tas aku lempar ke kursi penumpang nyaris saja menenai seorang bapak-bapak yang santai merokok di sana. Namun dengan keahlian teknik ninjaku, tas mendarat tepat pada tempat duduk. Sebenarnya lemparanku tidak tepat sih, sasaranku adalah kursi yang di sebelahnya lagi.
Dengan rasa yang sok berani, aku duduk santai di kursi yang gak nyaman dengan hati yang risau serta perasaan yang tak menentu. Tak lama kelotok di penuhi oleh penumpang mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tak hanya itu, anak muda pun banyak yang naik kelotok.
Salah satunya ada cewek cantik duduk di sebelahku. Benar-benar wujud wanita idamanku, tertutup berjilbab panjang cantik kelihatannya sih solehah.
Aku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan. Namanya adalah anisa safitry berasal dari banjarmasin tujuan ke samarinda umurnya 23 tahun (aku 24) di samarinda ia bekerja di tiiiiiiiit (sensor) dia tadi diantar oleh orang tuanya sampai penajam. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Semua info itu aku dapatkan bukan dari perkenalan. Aku nguping pembicaraannya dengan orang cowok di sebelahnya yang lebih dahulu. Si cowok mencatat nomor hp si cewek. Sampainya di kampung baru balikpapan ketika akan turun dari kelotok, cowok yang tadi minta nomor cewekku ia terpeleset dan hp nya jatuh ke air dan tenggelam di teluk balikpapan sontak aku mengucapkan alhamdulillah.
Hahahaaa. Terlihat kekesalan kecewa dan sedih di raut wajahnya. Sekilas ia menatap sinis kearahku entah apa yang ada di pikirannya, setelah itu ia pergi dengan rasa kecewa tanpa mempedulikan hp nya yang jatuh di teluk balikpapan. Mungkin sudah di makan paus hahahahaa.
Setelah itu aku dan mamaku juga pergi meninggalkan kampung baru menuju rumah budeku.

Singkat cerita hari ini 22 april 2019 aku berada di RSUD gunung malang balikpapan. Sesuai namanya kami malang di ini. Berangkat dari rumah budeku jam 07:00 menuju RSUD gunung malang. Datang langsung ambil daftar ambil nomor antrian.
Kagetnya bukan main melihat angka di nomor antrian tersebut nomor urut 122. Padahal baru jam 07:30. Memang sih yang datang sudah banyak tapi ini di luar ekspetasiku, gak menyangka dapat nomor utur diatas 100.
Tapi aku pikir ini sebentar aja, ternyata setelah sekian lama menunggu tepat pukul 12:10 nomor urut 122 dipanggil. Sangat lama nunggunya. Setelah itu urusan belum selesai, untuk ke poli kandungan harus antri lagi.
Di poli kandungan dapat nomor antrian 008 kupikir ini sebentar aja, gak taunya jam 13:00 baru di panggil masuk ternyata dokternya rapat.. sambil menunggu di panggil aku dan mamaku ke kantin untuk isi perut soalnya dari pagi belum ada makan Mamaku pesan kuah sup dan nasir sementara aku pesan nasi campur .
"Bu, pesan kuah sup pakai nasi dan nasi campur"
"Nasi campurnya pakai lauk apa" kata ibu penjual.
Emmm (sambil mikir)"pakai ayam goreng tepung aja bu" kata aku
"Gak ada mas" sedikit kaget aku "adanya fried chicken"
Dari pada berdebat sementara debat sudah selesai jadi ku iya-kan aja yg dikatakan ibu itu. setelah mendapat rujukan. Kami pulang, ku buka hp dan ku buka aplikasi ojek online yang warna hijau itu.
Kami pesan go-car. Diperjalanan banyak ngobrol sama bapak supir sempat sedikit berdebat karena go-car nya nyasar gak sesuai rute. Setelah lama berdebat akhirnya bapak go-car nya masuk jalur yang benar sesuai aplikasi.
Rencana besok 23 april 2019 pagi kami akan ke samarinda naik tayo.
To Be Continue. . . . . .




















Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga