Diary si memet : Sehari sebelum lebaran 2018
Lebaran identik dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga saudara dan kerabat dan menjadi momentum yang tepat untuk minta maaf dan memaafkan mana tau selama ini ada salah dan khilaf dan kali ini aku akan menceritakan petualanganku di lebaran 2018 kali ini.
Sehari sebelum lebaran
Ramadhan hari ke 30 aku pergi ke SPBU labangka untuk mengisi bahan bakar kendaraanku untuk aku persiapkan buat besok lebaran jalan-jalan ke rumah kawan dan saudara. Siang itu langit cukup berawan dan aku pergi ke rumah nasir .
Aku memintanya untuk menemaniku pergi mencari daun sirih merah dan buah pinang muda. Sesampai dirumah nasir, adiknya nasir yang bontot sudah menyambutku dia mengarahkanku ke sebuah ruangan tempat nasir bersemayam .
Terlihat nasir sedang tidur dari raut wajahnya kayanya dia tidur gak nyaman mungkin sedang bermimpi buruk, aku pun langsung membangunkannya dengan beberapa colekkan nasir pun terbangun.
Tampak dari wajahnya dia seolah gembira telah dibangunkan dari mimpi buruknya seolah-olah berterima kasih di bebaskan dari mimpi buruknya yah aku tau itu walaupun dia tidak mengatakannya.
Aku pun memintanya untuk menemaniku awalnya dia menolak walaupun aku mengatakan ada bayarannya, kemudian nasir mau menemaniku mungkin dia berfikir sebagai tanda terima kasih aku sudah membangunkannya dari mimpi buruknya.
Dari dapur mamanya nasir mengundangku untuk datang kerumahnya setelah sholat ied dan aku pun mengiyakan undangan tersebut.
Setelah itu nasir pun bersiap-siap untuk pergi denganku , nasir pun keluar rumah dengan penampilan yang biasa aja menggunakan pakaian kaos dan celana pendek.
“met jalan kemana kita” tanya nasir
“pertama kita ke trans sosial untuk mencari bahan obat kalau di sana gak ada kita belusukan ke daerah sebakung atau gunung intan” dengan singkat aku menjelaskannya.
Aku pun mulai menarik tuas gas motorku dengan bersamaan dan perlahan aku melepaskan kopleng di tangan kiriku dan motorku pun jalan begitu cara menggunakan motor kopleng bagi yang belum tau.
Selama perjalanan kami ngobrol santai sesekali kami menertawakan hal yang kami obrolkan kami ke sosial lewat jalan dekat puskesmas babulu darat disitu juga aku melewati bekas kantor tempat kerjaku, sekilas terbayang-bayang ketika aku masih bekerja di situ.
Awalnya aku training kerja di situ yang katanya selama 3 bulan entah mengapa aku baru menjalankan training selama 3 hari disuruh pulang dan di suruh menunggu panggilan berikutnya selama 15 hari tapi sudah berbukan-bulan panggilan itu tak kunjung tiba.
Kembali ke alur menuju sosial sepanjang perjalanan kami ngobrolin apa aja yang bisa kami obrolkan kami juga ngobrol akan membuat tulisan tentang perjalanan kami ini namun dengan versi dan sudut pandang yang berbeda.
Hari itu motorku habis aku cuci rasanya di hati sakit banget setiap kali motorku menginjak lumbur atau genangan air tapi sudah terlanjur lewat situ mau gimana lagi nanti pulang bisa aku cuci lagi di kantorku.
Sesampai di sosial aku ke rumah bowo adek angkatku yang memiliki tanaman daun sirih merah bowo pun menyambutku dan nasir. Aku pun langsung menuju samping rumah tempat daun sirih itu di tanam.
Di situ ada mama angkatku yang lagi menyiangi beberapa ekor burung hasil berburu entah apa nama burungnya aku lupa dan di dalam rumah ada bapak angkatku yang sedang makan siang Kelihatannya dia gak puasa.
Setelah aku mengambil beberapa lembar daun sirih merah aku meminta bungkusan kepada bowo tapi nasir meragukan daun yang aku ambil dia berfikir aku salah ambil daun.
“met ini betulan daun sirih merah kah?? Kok warnanya gak merah” tanya nasir
“sir ini daun sirih merah betul aja gak salah, dulu aku sudah pernah ambil daun ini” jelasku
“tapi ini hijau gak merah” kata nasir.
“dalam satu pohon kalau ada beberapa yang warna merah maka satu pohon itu sudah di sebut daun sirih merah, coba lihat ini” aku menjelaskannya ke nasir sambil memperlihatkan daun yang berwarna merah. Entah dia paham atau enda.
Singkat cerita kami mencari buah pinang muda ke arah gunung intan masuk ke blok B dan kami mendapatkannya tapi karena buahnya masih sangat kecil membuatku ragu apakah buah ini yang di maksud atau bukan
Kami pun pulang dan dalam perjalanan mampir di depan gudang penyimpanan yang ada di gunung intan di depannya ada buah pinang yang lumayan besar dan aku minta sama orang yang ada di situ
Aku ingat dulu pernah ngelamar kerja di situ berdua sama nasir tapi dalam surat lamaran kerja yang kami buat kami salah menulis nama tempat kerjanya dan tak ada panggilan sampai saat ini.
Di awal tadi aku janji memberikan nasir bayaran tapi aku tau nasir pasti menolak jika aku berikan nominal tunai, jadi aku membelikannya rokok 1 bungkus dan aku tau nasir kalo di kasi semua pasti nolak jadi aku ambil sekitar 7 batang rokok dan sisanya kuberikan kepadanya.
Cukup sekian cerita sehari sebelum lebaran ini dan akan di sambung pada postingan berikutnya yaitu petualangan mencari makan di hari lebaran.
Terima kasih sudah berkunjung.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka
Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...
Baca juga
-
Assalamualaikum. Wr. Wb Heyyow apa kabar sobat semua semoga alhamdulillah dalam keadaan sehat sejahtera tanpa kurang suatu apa pun sekeluar...
-
Diperbarui pada 19 desember 2017. 3 juli 2017, pagi itu aku baru bangun dari dunia mimpiku yang tidak indah, terdengar suara dering hp sams...
-
Assalamualaikum. Mengawali postingan dengan salam adalah sesuatu yang baik. Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku di balikpapan ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar