Halo sobat, selamat datang di blogku, semoga semua dalam keadaan sehat sejahtera bahagia dunia akhirat. Pada postingan kali ini, aku akan membahas tentang perjalanan gondrongku. Tanpa panjang lebar yok langsung di simak aja.
Gaya rambut adalah salah satu hal yang membuatku PD, iya PD. Bukan kepanjangan dari Perisai Diri (perguuan silat) tapi Percaya diri. Aku termasuk orang yang suka ganti-ganti style rambut semua gaya rambut sudah pernah aku coba, mulai dari botak sampai gondrong.
Jaman sekolah dulu, rambut gak boleh panjang dan ada batas ukur berapa Cm gitu yang di tentukan oleh guru. Tak jarang guru-guru di sekolahku mendadak jadi tukang cukur ketika melihat rambut muridnya mulai panjang.
Aku mengawali karir gondrong pada november 2017, ketika itu rambutku sudah agak panjang tapi belum bisa di ikat, jadi sementara aku menggunakan style bando sampai rambutku panjang dan bisa di ikat. Selain bando, aku juga kadang menggunakan semacam kupluk untuk menutupi rambut yang belum terlalu panjang.
Style rambutku kiblatnya ke jepang, jadi gaya rambutku tidak jauh-jauh dari style rambut ala jepang. Style rambut jepang yang sampai saat ini belum pernah kucoba dan tidak akan kucoba adalah style rambut samurai kuno di era edo yang botak di bagian tengahnya. Walaupun aku suka jepang, tapi gaya rambut yang itu tidak akan aku coba, karena aku gak suka.
Desember 2017 rambutku sudah bisa di ikat tapi bagian samping belum bisa karena masih pendek, jadi yang bisa di ikat hanya bagian tengah ke belakang. Sementara untuk melengkapi kekurangan bagian samping aku tetap menggunakan bando. Tapi fotoku ini malah kelihatan kaya cewek.
Semakin lama semakin panjang. Memasuki tahun 2018 pada bulan maret, rambutku sudah bisa di ikat semua seperti gambar di bawah ini
Tiga bulan kemudian menjadi seperti ini
Sudah panjang keseluruannya. Satu bulan kemudian aku ke samarinda untuk mengurus pengobatan mamaku yang lagi sakit. Tentu aku percaya diri dengan rambut panjangku.
Sampai dengan april 2019 aku memutuskan untuk potong rambut, aku bosan orang-orang memanggilku gondrong tanpa menyebut namaku padahal tau namaku. Dan pada akhirnya 10 juli 2019 dapat terlaksana aku potong rambut setelah mengumpulkan niat selama tiga bulan.
Tapi banyak yang mengatakan aku terlihat seperti cewek, itu sangat membuatku terganggu. Dan akhirnya pada 14 juli 2019 aku potong rambut lgi dan jadilah seperti ini hingga saat ini.
Punya rambut gondrong itu rasanya ada kesannya tersendiri, aku merasa keren walaupun banyak yang bilang jelek.
Kekurangan dari rambut gondrong itu boros sampo kadang sering rontok apa lagi aku sering masuk ruang kemo, rambutku banyak rontoknya.
Mungkin cukup sekian aja perjalanan gondrongku, tulisan ini untuk bukti di masa depan untuk aku ceritakan kepada anak dan istriku kalau aku pernah gondrong.
Sekarang aku sudah pensiun gondrong.
Kuucapkan banyak terima kasih untuk yang sudah membaca sampai habis. Gak ada yang baca juga gak papa, aku gak terlalu peduli yang penting aku nulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar