Pertama Kali Ruqiyah

 


Assalamualaikum. Kembali lagi di catatan si memet yang jarang di isi postingan, seperti sebelumnya di sini aku mau bercerita kisah yang aku lalui di salah satu hari yang aku lalui. 

Pasti pada bosan dengan pembukaan dan basa basi kan jadi langsung saja yo. 

Sebelumnya disclamer dulu ya, 
Cerita yang aku bawakan ini real true story yang bersangkutan tak ingin di public jadi nama dan beberapa hal nya aku samarkan

Ketika itu aku sedang libur bekerja, saat masih bekerja di toko herbal milik Ustadz Mahsun . Sekitar jam 3 mendapat kabar salah satu kerabat ada yang sakit sebut saja namanya bibi lung , dan aku memutuskan untuk ke rumah bibi selesai magrib. 

Singkat cerita aku sudah dekat dengan rumah bibi lung, di situ aku melihat cukup banyak orang berkerumun. Seketika aku berpikir negatif, “kayanya ada apa-apa nih rame banget” Itulah yang terlintas di benakku saat itu. 

Sesampainya di rumah bibi lung langsung saja aku terobos kerumunan orang di situ aku melihat bibi lung di pojokan bersama suaminya. Aku baru menyadari kerumunan orang-orang tersebut terfokus pada anak bibi lung, sebut saja namanya dewi, yah benar itu nama yang sangat pasaran sekali. 

Dewi pada saat itu dalam posis seperti mau merangka, anggap aja seperti spiderman gtuu. 
Ternyata si dewi kesurupan, suami dari bibi lung sebut saja paman picolo yang melihat kedatanganku langsung berkata

“Ini ada memet, dia bisa ruqiyah” Sambil memegang bahu ku “ met tolong ruqiyah dewi ya” pinta paman picolo. 

Mau tidak mau apa boleh buat, selama ini aku belajar dan cukup tau teori ruqiyah. Aku pun mendekati dewi sambil berpikir “dari mana aku harus memulai” saat itu aku mendapat ide setelah berpikir. Yang paling mudah adalah bacakan al fatihah. Aku pun mulai membacakan al fatihah satu kali. 

“sepertinya tidak ada perubahan” gumam ku dalam hati. “mungkin kurang” 
Aku pun membacakan lagi al fatihah dan kali ini aku mengajak kolaborasi orang yang ada di situ untuk sama-sama ikut membacakan. Setelah selesai membaca al fatihah , dewi yang awalnya teriak seketika terdiam. 

Aku pun mendekati dan bertanya kepada makhluk yang ada di dalam tubuh dewi sekedar wawancara dasar, seperti menanyakan siapa, dari mana dan kenapa. 

Singkat cerita di akhir wawancaraku, aku berkata kepadanya “kamu pulang ya jangan ganggu dewi” terlihat dengan lirih ia menganggukkan kepala, aku pun membacakan beberapa surah-surah pendek , selesai aku membaca ayat ayat, kulihat tidak ada perubahan. 

Dan aku pun kembali menyuruh ia pergi dan kembali ia menganggukkan kepala. Kembali aku membacakan beberapa ayat pendek yang aku hafal terutama yang ada di juz 30. Ayat demi ayat di setiap surahnya aku baca. 

Tapi tetap aku tidak melihat perubahan, kondisi dan posisi masih sama seperti sebelumnya. Aku pun mendekat ke arah telinganya dan aku membisikkan kata-kata yang aku tujukan kepada  makhluk yang ada di dalam tubuh dewi. 

“begini, aku gak tau gimana cara mengeluarkanmu, jadi kamu keluar sendiri aja ya” bisiku kepadanya

Terlihat kembali ia mengangguk, aku mengucap Allahuakbar sambil ku tepuk punggungnya
Seketika dewi pingsan pertanda ia sudah terbebas dari makhluk yang bersemayam di dalam tubuhnya. Aku merasa sangat lega sekali akhirnya ia keluar, belum sampai 10 detik dewi bangun dari pingsannya dan duduk sambil melihat lihat sekitarnya aku pun bertanya

“Kenapa” tanyaku
“mana met mana” sambil kebingungan
“Apanya yang mana” tanyaku kembali
“mana setannya” ia menatapku

Refleks aku keplak kepala dewi karena kesal, capek-capek mengeluarkan jin dalam tubuhnya malah di cariin pas sadar. 

Itulah pertama kalinya aku ruqiyah orang. Kedepannya aku belajar lebih baik lagi agar bisa lebih baik dalam menghadapi situasi seperti itu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga