kembali ke rumah irfan
Mendengar cerita nasir tersebut kami semua tertawa sambil membayangkan situasi dan kondisi kejadian. Kami merasa sudah terlalu lama di rumah irfan akhirnya kami memutuskan untuk pamit dan melanjutkan perjalanan. Rumah M.akbar Sesampai di rumah akbar, kami malu-malu untuk masuk karena banyak orang. Dan tentu saja karena nasir yang lebih akrab dengan keluarga akbar maka tanpa ragu-ragu aku mendorongnya untuk masuk lebih dahulu dan kami mengikuti di belakangnya. Di dalam rumah akbar kami bersalaman dengan orang-orang yang ada di situ. Setelah sejenak kami duduk-duduk dan makan cemilan akbar tak kunjung keluar menemui kami. Aku ingat semalam akbar menulis status facebook kalau dia sedang sakit Tak beberapa lama kemudian basir sms menyuruh kami masuk dan menemui akbar yang sedang sakit entah bagai mana kondisinya. Setelah masuk ke dalam aku sangat tidak menyangka melihat kondisi temanku ini, teman yang dulu selalu sama-sama saat sekolah teman satu geng di sekolah. Kini kondisinya tak memakai baju dan bersandaran di tembok sambil makan cemilan, maklum jomblo gak ada bahu untuk sandaran maka temboklah tempatnya bersandar. Aku mendekat dan menyapanya sungguh aku sangat prihatin melihat kondisinya , kemudian aku mengajaknya untuk duduk bersama dan mengobrol dengan kami. Dia pun duduk bersama kami dan beberapa makanan di suguhkan untuk kami. Tapi aku lebih tertarik dengan cemilan yang warna orange yang mirip dengan stik di restoran. Tapi hal membosankan pun terjadi masing-masing di antara kami sibuk dengan hp masing-masing terutama akbar yang mementingkan main games dari pada ngobrol dengan kami, dan aku menyuruhnya untuk tidak main games dan kembali ngobrol dengan kami. Terlihat di sudut yang lain basir dan adit berbincang-bincang dan asik ngobrol dengan teman yang lain yang kebetulan ada di situ. Di situ juga ada teman basir yang cewek samar-samar terdengar dengan jelas mereka membicarakan dan menyebut namaku. Sepertinya teman basir yang cewek itu menanyakan kepada basir siapa aku. Di antara yang lain penampilanku lebih mencolok lebih terlihat seperti ustadz menggunakan baju muslim celana panjang serta peci warna biru. Yah sepertinya cewek itu mau berkenalan denganku tapi kurasa dia malu-malu. Waktu untuk sholat jumatan pun tiba dan aku mengajak teman-teman untuk sholat jumat di masjid tapi hanya akbar yang menolak. Usai sholat jumat perut terasa lapar, kami melanjutkan perjalanan dan kami parkir depan rumah nasir, rencana mau mampir ke rumah guru sd kami yaitu bu dewi yah aku merasa bersalah karena beberapa waktu lalu aku menolak pekerjaan yang ia tawarkan. Kami berjalan kaki menuju rumah bu dewi tapi ternyata rumahnya tutup kayanya gak terima tamu atau sedang bepergian. Dan kami pun menuju rumah tetangga nasir. Kata nasir ia di undang ke rumah orang itu setelah setelah sholat ied tapi malah datang usai jumatan Kami di persilahkan masuk duduk-duduk sambil menunggu bapaknya pulang jumatan dan tak ada cemilan yang bisa kami makan. Beberapa saat menunggu bapaknya datang. Tak di sangka-sangka kami di kasi makanan yang lumayan buat kami kenyang masih hangat dan cocok di makan saat hujan seperti saat ini. Usai kami makan dan perut juga sudah kenyang serta hujan juga sudah reda. Kami pamit dan melanjutkan perjalanan, sesaat kami sempatkan untuk mampir ke rumah pak irawan, tak lama di situ kami hanya bersalaman dan kemudian pamit melanjutkan perjalanan Aku mulai memasukkan kunci kontak motorku sedikit mendorong ke depan dan memutarnya ke arah kanan setelah itu aku menekan tombol star dan motorku menyala menekan tuas kopleng injak masukkan gigi satu lepaskan kopleng bersamaan dengan menarik tuas gas pada tangan kanan buat yang belum tau itu cara menyalakan dan menggunakan motor kopleng. Tujuan kami rumah pak nasib guru MTs kami entah kenapa aku malah stop di depan jalan masuk SMA saat itu tapa sengaja kami bertemu dengan bagas sedikit ngobrol-ngobrol gak penting bagaspun pergi kayanya dia lapar dia tadi bilang mau cari makan. Berhubung kami ada di depan SMA sekalian aja kami mampir tempat guru kami. Awalnya mau ke rumah bu messi tapi tutup kata nasir bu mesi gak terima tamu kami belok kanan menuju rumah bu ani Rumah bu ani Setelah mengucap salam suami bu ani mempersilahkan kami masuk. Awalnya bu ani tidak mengetahui kalau kami yang datang adalah muridnya setelah ia keluar dan menyapa kami dan menyebut namaku dan nasir saja untung ia masih ingat denganku dan lupa dengan rizal. Tidak banyak yang bisa kami obrolkan di situ kami banyak diamnya, sesekali aku menanyakan kabar guruku dan ia hanya menjawab dengan singkat, kemudian aku mencoba menanyakan keberadaan guru yang lain. Lagi-lagi jawaban yang cukup singkat yang kami dapatkan. Kami saling melirik isyarat lanjutkan perjalanan, kami pun berpamitan dan tujuan rumah berikutnya adalah rumah mom jane guru bahasa inggris kami. Karena rumahnya berdekatan jadi kami memutuskan berjalan kaki. Belum sampai kami di rumah mom jane kami melewati rumah pakle chen atau warung bule yang biasa jadi tempat kami nongkrong sedikit nostalgia saat berdiri di depan rumah bule warung langganan kami dan kami memutuskan untuk mampir di rumah bule warung / pakle chen Kami menanyakan keberadaan pakle chen kepada anaknya yang kebetulan juga baru pulang ke rumah dan anaknya mengatakan bapaknya ada di dalam dan menyuruh kami masuk setelah bersalaman dengan anak dari pakle chen. Setelah kami ucapkan salam terdengar suara khas bule yang menjawab salam dan kami mmasih seperti anak-anak yang saling dorong untuk masuk duluan. Terlihat wajah bahagia dari bule dan pakle chen melihat kedatangan kami. Panjang lebar cerita kami uraikan di tempat yang penuh kenangan bagi kami, pakle dan bule juga menanyakan tentang beberapa teman yang lain dengan santai kami menjawab sambil menghisab rokok. Tak lama bule keluar dari dapur membawakan kami soto seperti yang biasa kami makan dulu bedanya kali ini pakai lontong kalo dulu pakai nasi, sungguh kami rindu dengan masakan bule, walaupun masih kenyang karena sebelumnya sudah makan soto bule tetap juga habis kami gentak. Usai kami makan dan sedikit ngobrol-ngobrol kami pamit dan melanjutkan ke rumah mom jane. Sesampai di rumah mom jane ternyata pintunya tertutup beberapa kali ketukan pintu dan salam tak ada jawaban, terlihat juga rumah pak lukman juga seperti tidak ada orannya. Dan kami melanjutkan perjalanan kerumah bu mesi yang ada di depan sekolahan. Sambil melewati halaman sekolah kembali kenangan semasa sekolah terlintas di otak Kabar dari bule warung tadi mengatakan kalau bu mesi ada di dalam rumah jadi aku memutuskan untuk mendorong motorku dan mematikan mesinnya karena kabarnya bu messi punya anak bayi takutnya mengganggu. Sesampai di depan rumah bu messi aku mengenang masa lalu bersamanya aku merasa banyak salah dan banyak dosa dengannya sedikit aku meneteskan air mata kesedihan mengenang akan kesalahanku padanya. Tanpa pikir panjang aku langsung menuju pintu rumahnya dan mengetuknya. di rumah bu messi Setelah beberapa kali salam dan ketukkan pintu suaminya membukankan pintu untuk kami terlihat bu messi di dalam rumah menatap kami dengan pandangan yang khas dan tidak bisa kami lupakan sungguh sangat membekas di lubuk hati. Dengan takut dan jantung berdebar-debar kami perlahan melangkah masuk ke dalam rumahnya. Dinding kiri dan kanannya terbayang berbagai macam angka rumus debit dan kredit serta rasa pusing menyerang kepalaku. Setelah kami di persilahkan duduk bu mesi menanyai kami satu per satu apa kegiatan kami saat ini. Ia bertanya mulai dari nasir karena ia yg terdekat dengan bu mesi Dengan grogi dan penuh ketakutan nasir pun menjawab pertanyaan bu mesi, cara ia bertanya masih sama seperti saat ia bertanya tentang pelajaran dulu nasir mengatakan kegiatannya bekerja membantu orang tuanya di kebun. Selesai bertanya dengan nasir kini beralih bertanya kepada adit yang posisinya pas duduk di samping nasir. Dan tanpa rasa takut adit menjawab pertanyaannya ia mengatakan bahwa ia masih sekolah di SMA N 4 PPU. Menunggu giliran di tanya jantungku mulai berdegup kencang seakan memompa darah dengan kecepatan 100 MBps serta aliran cakraku mulai tidak stabil. Kini giliran samsir yang di tanya, samsir yang tak tau apa-apa bingung mau menjawab apa sampai akhirnya nasir mengatakan kalau samsir adalah adiknya, dengan santai bu messi menjawab kok gak mirip. Akhirnya giliranku di tanya pun tiba, melihat matanya seakan aku terkena genjutsu tak bisa berkutik apa-apa perlahan aku menjawab kegiatanku membuka jasa pembersih kendaraan roda dua. Kemudian dia bertanya apakah aku kuliah atau tidak dan aku menjawab tidak. Setelah itu ia menceramahiku entah apa yang dia katakan, aku gak ingat lagi, konsentrasiku terpecah dan blenk. Kini giliran rizal yang di tanya, dengan sedikit terbata-bata ia menjelaskan bahwa ia kuliah. Ada yang menarik di sini. Setelah bu messi ceramah panjang lebar kepada rizal bu mesi menanyakan “kamu dendam gak sama ibu dulu sering di marah-marahi” aku merasa pertanyaan itu juga tertuju padaku secara tidak langsung karena dulu aku juga sangat sering di marahi sama bu messi. Rizal pun terdiam sejenak dan menjawab dengan jawaban yang luar biasa “ kalo saya dendam bu saya gak mungkin datang ke sini” sungguh jawaban itu juga mewakili jawabanku, aku pun tepuk tangan untuk rizal di dalam hati. Singkat cerita kami melanjutkan perjalanan kami ke arah labangka di rumah pak nasib Sesampai di halaman rumah pak nasib guru MTs kami, terlihat ia masih ada tamu di dalam rumahnya dan ketika kami mengucapkan salam dan masuk ke dalam, tamu tersebut yang terdiri dari satu keluarga langsung pamit pulang, menurutku mereka merasa terusir dengan kedatangan kami. Kami duduk dan bersalaman dengan pak nasib belum sempat kami bertanya kabarnya ia langsung menceramahi kami tentang membayar zakat. Tentu kami bingung gak tau apa-apa kok sudah membicarakan zakat. Rupanya ia menjelaskan kalau pada saat kutbah idul fitri ia ceramah tentang zakat katanya sih ceramahnya kali ini lebih keras entah itu keras dari segi penyampaiannya atau suaranya yang keras Tentu kami gak tau karena kami gak dengar ceramahnya sesekali aku melemparkan pertanyaan kepadanya kaya ceramah-ceramah di youtube itu yang tanya jawab. Kami merasa bosan dan mencari cela saat ia diam untuk pamit. Akhirnya kami bebas dari ceramahnya dan menlanjutkan perjalanan ke rumah mas dani. di rumah mas dani Mas dani adalah bos kayunya nasir dan basir. Sesampai di rumah mas dani nasir masuk duluan dan mengatakan kalau ia bawa anggota dan karena kami anggotanya nasir maka kami di suruh masuk dan bersalaman dengan orang di rumah itu. Kami bercerita panjang lebar tapi aku dengan kemampuan instingku sedikit merasa aneh dan janggal dari awal kedatanganku mas dani ini sering melirik dan melihat ke arahku. Akhirnya ia mengatakannya juga. Ia mengenaliku sebagai jasa pembersih kendaraan roda dua dan ia sering melihatku. Aku gak menyangka kalo aku terkenal. Ia pergi ke dapur tak lama kembali dengan membawakan kami soto ayam. Sepertinya ia tau kalau kami lapar, satu per satu di antara kami mendapat bagian masing-masing. Kami pun menikmati makanan tersebut. Saat makan aku merasa kepedasan namun tidak melihat adanya air putih di hadapan kami dengan sangat terpaksa aku meminum coca cola yang ada di depanku dan setelah aku minum coca cola barulah air putih di sediakan. Tak lama ia kedatangan tamu dan kami merasa terusir dengan kedatangan tamu tersebut, mungkin itu balasan untuk kami, mungkin itu yang di rasakan oleh tamu pak nasib yang merasa terusir dengan kedatangan kami. Kami melanjutkan perjalanan menuju rumah guru kami dan beberapa teman kami yang ada di labangka juga hari mulai sore sudah sekitar jam 17.30. Rumah berikutnya yang kami datangi adalah rumah pak agus. Sesampainya di rumah pak agus pintunya terbuka lebar tapi salam dan panggilan kami tak ada jawaban dari dalam rumah beberapa menit berlalu tak ada yang keluar rumah dan kami putuskan untuk pergi dari situ Kami menuju tempat kerja risal yang tempatnya tidak terlalu jauh dan melewati rumah ojan sesampai di tempat kerja risal ternyata risal baru aja pulang, seharusnya kami berselisihan tapi kami tidak melihat. Perjalanan menuju rumah risal kami mampir di rumah ojan akan tetapi hanya di pinggir jalan aja beberapa menit kami ngobrol di situ terlihat di pinggang ojan ada sebuah golok katanya ia habis dari makam. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju rumah risal di rumah risal Sesampai di halaman depan rumah risal aku malas memanggilnya aku hanya membunyikan klakson motorku dan sepertinya risal mendengarnya dan keluar rumah kemudian kami di persilahkan masuk. Kami ngobrol dan saling menanyakan kabar tak lama instingku merasakan adanya aroma makanan yang mulai mendekat. Benar saja tak lama keluarga risal membawakan buras untuk kami. Sebenarnya kami masih kenyang tapi aku dan nasir tetap makan supaya piringnya kotor dan risal ada kerjaan cuci piring. Kemudian nasir mengeluarkan coca colanya yang ia ambil ketika di rumah mas dani tadi. Waktu sudah menunjukkan jam 18.20 kami pun memutuskan untuk pulang setelah berpamitan dengan risal kami langsung tancap gas pulang. Tapi aku tidak langsung pulang. Aku harus mengantar nasir ke rumahnya, aku ingat tadi mama nya nasir menyuruhku mampir karena ada bekal mau di berikan kepadaku. Lama aku menunggu dan penasaran apa yang akan di berikan oleh mamanya nasir. Dan setelah aku mendapatkan bekal itu aku langsung pulang ke rumah tanpa mampir kemana-mana karena sudah magrib sekianDi Hari Lebaran Berburu Makanan Bersama Teman-teman Yang Tak Terlupakan
Diary si memet : Sehari sebelum lebaran 2018
Diary si memet : hari sok kenal
Hari itu aku mendapat beberapa pelanggan yang mencuci motor. Aku baru mencuci 4 motor tapi rasanya lelah cape banget, jadi aku memutuskan untuk membeli minuman botol di toko kiki , toko yang menjadi langgananku kalau mau beli sesuatu. Tidak jauh dari situ ada indomaret yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari toko kiki Jarak antara toko kiki dengan rumahku tidaklah terlalu jauh, dapat di tempuh dalam waktu 1 menit berjalan kaki dan bisa jadi 5 menit kalau susah menyeberang jalan jalan. Bukan karena padatnya kendaraan. Jalan di sini jalur dua tidak jarang kendaraan yang lalu lalang memacu kendaraannya dengan laju. Sepulang dari toko kiki lagu captain tsubasah terniang di kepalaku dan ketika melewati pos ronda, di pinggir jalan aku melihat ada botol air mineral berdiri dengan isi air 1/3 botol (kira-kira segitu). Karena lagu captain tsubasah terniang terus, aku merasa ada bisikan di hatiku kalau aku punya kemampuan menendang yang bagus seperti captain tsubasa. Sekitar 4 meter di depan aku melihat tong sampah, tanpa ragu aku menendang botol tersebut dan melambung tinggi. Pandanganku yang awalnya fokus pada botol tersebut teralihkah oleh seseorang yang melompat dan menangkap botol tersebut, seketika aku bengong melihatnya Ia menatapku
“ hey kenapa botol ini kamu tendang. Memangnya kamu mau jadi captain tsubasa” ucap pria muda itu. Kata-katanya membobol kebengonganku
“bagaimana dia tau” batinku. Sontak aku menjawabnya “mas kenap tangkap botol itu? Memangnya mau jadi wakabayasi” Ia mendekatiku dan meletakkan botol itu di tempat semula,
“botol ini saya letakkan di sini buat mengukur jalan” dengan ramah mas itu menjelaskan ke aku. Setelah itu aku meminta maaf atas perbuatanku dan melanjutkan perjalanan pulang.
Setibanya di rumah sudah ada seorang bapak dan istinya yang menungguku untuk di cucikan motornya. Sambil mencuci motor bapak itu ngajakin aku ngobrol jelas aku merasa risih dan gak fokus sudah cape diajak ngobrol lagi. Tanpa mengurangi rasa hormat aku meladeni percakapannya. Ditengah pembicaraan aku menanyakan tujuannya kemana. “mau kemana pak ?” tanyaku dengan muka penuh keringat
“mau ke labangka ke tempat anak saya” jawab bapak itu
“labangkanya sebelah mana pak” tanyaku lagi
“sampean tau saprudin??” tanya balik bapak itu.
“iya saya tau pak” jawabku. Padahal aku gak tau siapa itu saprudin, aku bilang tau supaya cepat selesai aja. “nah itu menantu saya” kata bapak itu
“waduh salah ngomong nih ternyata menantunya” batinku
“sampean kenal saprudin dimana” tanya bapak itu
“di sawah pak, waktu itu kami memancing sama-sama” jawabku ngarang
“Sering ketemu sama saprudin” tanya bapak itu.
“baru minggu kemarin saya bertemu dia di pasar malam pak” jawabku ngarang lagi
“loh kok bisa. Dia kan satu bulan di jakarta dan baru pulang kemarin pagi” kata bapak itu kaget “waduh salah ngarang lagi nih” ucapku dalam hati dan pura-pura fokus sama kerjaan. Mau jujur gengsi sudah bilang kenal duluan seharusnya tadi di awal aku gak bilang kenal. “sampean tau gak dia punya peliharaan ular”kata bapak itu
“tau pak, dulu saya pernah di lilit tangan saya kuat banget susah lepas” kataku meyakinkan bapak itu
“Loh peliharaannya kan ular cobra matuk bukan ngelilit” jelas bapak itu Aku diam tanpa kata, kebetulan motornya sudah selesai dicuci dan bapak itu pergi bersama istrinya . Aku kapok sudah rasanya dan tidak mau sok kenal lagi. Kemarin siang kakak sepupuku datang berkunjung ke rumahku bersama dengan kawanku ari wibowo. Yah jarang-jarang mereka main katanya lagi bete dirumah dan kawanku ari wibowo ini baru saja mengalami kecelakaan kerja sewaktu membawa alat berat di daerah petiku.
Asik-asik kami ngobrol ternyata cemilan tahu di depan kami tinggal 3 biji yang awalnya dua piring. Dia juga berkali-kali meminta di ambilkan air minum awalnya segelas kecil beberapa saat kemudian minta lagi segelas kecil hingga 3 kali bolak balik ambil air segelas kecil. Yang ke empat kainnya dia meminta di ambilkan air, aku pun kembali ke dapur untuk mengambilkannya air . Namun kali ini aku membawakannya beserta galonnya sontak itu membuatnya kaget. setelah itu dia asik bermanin gitar Tidak lama dia bertanya
“met ini gak stem kah gitarmu” tanya nya sambil memetik senar gitar. Kemudian dia memintaku untuk stem gitar dan setelah itu aku kasi ke dia lagi dengan senang dia memainkannya. “nah ini baru pas nadanya hebat memang kamu met” Aku heran mendengar ungkapannya karena satupun tidak ada senar yang aku stem “kok bisa pas wo, tadi Cuma aku petik-petik aja senarnya gak aku stem paling kamu tadi salah petikan” jelasku padanya
“tapi ini beneran pas gak kaya tadi” kata bowo sambil bermain gitar “hebat memang kamu met, di petik-petik aja langsung stem semua” pujinya
Tidak beberapa lama lewatlah orang naik motor dan membunyikan klakson sepontan kakak sepupuku menyahutinya sembari melambaikan tangan ke orang tersebut. Aku pun menanyakannya apakah dia mengenalnya, dan kakakku bilang dia gak kenal sok kenal aja. Pada waktu sholat magrib aku bertemu orang yang tadi mengklakson tidak lain dan tidak bukan dia adalah tetanggaku penjual sate, dan aku kenal beneran sama dia “tadi itu siapa met yang menyahuti klaksonku” tanyanya
“ouh itu kakak sepupuku dari sosial” jawabku
“aku klaksoni kamu tapi kok dia yang menyahuti” tanyanya kembali.
“dia itu orangnya begitu memang mas, sok kenal gitu” jelasku padanya. Dan kami pun melangkah bersama masuk kedalam masjid Selesai
Hari Yang Menyebalkan
Reviwe video lucu Lamaran Si Ma'ul
Irfan mengajukan diri kepada Nsir melamar pekerjaan di sebuah perusahaan sawit itu. Dan Nsir pun memberikan beberapa pertanyaan kepada maul dan maul wajib menjawab semua pertanyaan tersebut Maul menanyakan kepasa Nsir bos besar pemilik sawit tersebut dan Nsir menunjuk ke arah bos yang sedang ada di toilet alam
Nsir pun memanggil bos dari kejauhan dengan teriak-teriak dengan tidak sopannya dan melambai-lambaikan tangan, tentu saja bos memet (diperankan oleh saya sendiri) merasa terganggu oleh panggilan tersebut Tanpa pikir panjang bos memet pun langsung berdiri dari posisi jongkoknya namun hal yang sangat memalukan terjadi, bos memet lupa memakai celananya dan terlihat anu nya
Tentu saja maul dan Nsir sangat terkejut melihatnya. Nsir dan maul nyaris tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di depan mereka sebuah kejantanan yang melambangkan Laki banget
Bos memet pun ikutan terkejut saat dia mengetahui belum memakai celananya. Ia pun cepat-cepat memakai celananya kembali
Maul pun menghadap langsung kepada bos memet dan mengajukan diri untuk menjadi pegawainya Maul juga mengatakan kalo dia sudah di interviwe oleh Nsir. Namun memet menolak maul dan mengusirnya kaya anak ayam Maul yang merasa sakit hati langsung mengadu kepada temannya yaitu Siree (diperankan oleh basir). Tidak terima temannya di tolak kerja, siree mengajak maul kembali menghadap bos memet yang tidak lain adalah teman dari siree yang sudah suskes lebih dulu Setelah siree betemu dengan memet. Siree malah menawarkan diri untuk bekerja di tempat memet dan memet pun memecat (PHK) Nsir. Kini maul dan Nsir tidak memiliki pekerjaan dan menjadi pengangguran. Simak selengkapnya di video ini
Reviwe video lucu ada apa dengan congor
Reviwe Video Lucu Trauma Si Memet
Petualangan Di STN
3 juli 2017, pagi itu aku baru bangun dari dunia mimpiku yang tidak indah, terdengar suara dering hp samsung kesayanganku, ternyata sobatku yang berada jauh di pedalaman yang menelponku.
"pagi-pagi gini tumben dia menelponku. Dan akupun mengangkat telpon darinya dan tentu saja kata pertama yang aku ucapkan adalah haloo moshi-moshi
dari pembicaraan ditelpon tersebut ia mengajakku untuk berlibur di tempat tinggalnya yang cukup jauh di perumahan PT.STN
PT.STN adalah perkebunan sawit yang sangat cukup luas
sejenak terlintas dalam pikiranku "blogger seperti aku apakah bisa berada di tempat yang bahkan tiang listrik saja tidak ada, ah masa bodo yang penting liburannya"
Aku pun membawa perbekalan berupa sebotol sprite yang masih utuh sisa lebaran tahun ini dan dua handphone dengan baterai full serta sebuah buku dan bolpen untuk menulis inspirasi yang aku dapatkan
Aku mengajak irfan maulana untuk ikut denganku. Alasanku mengajaknya bukan karena takut ke STN yang sebagian besarnya hutan masih termasuk hutan hujan tropis. Alasanku mengajaknya agar ada teman itu yang pertama. yang ke dua, di benakku kala itu jika terjadi sesuatu denganku seperti diterkam macan di culik gorila atau nyasar. Ada irfan yang bisa menyampaikan pesanku kepada kerabatku
singkat cerita sobatku itu datang ke babulu untuk menjemput dan kamipun berangkat sebelum masuk stn kami mampir di rumah firman untuk mengajaknya ikut kebetulan rumahnya di jalan masuk stn.
Tempat pertama yang kami datangi adalah Goa STN. Sebelum mencapai goa sobatku ini membawa kami melalui jalan tembusan versinya dia
Namun sangat di sayangkan semua jalan tembusan yang ia tunjukkan kepada kami semua tidak bisa di lalui.
Setelah singgah di masjid dan sholat kami melanjutkan perjalanan.
Di goa ini terdapat banyak hewan yang dilindungi berkeliaran bebas mulai dari reptil mamalia amfibi hewan melata. Begitu menurut info yang tertulis namun tidak seekorpun aku melihatnya.
Ini kedua kalinya aku datang ke tempat yang menurutku membosankan, pertama aku datang ke goa itu ketika jaman sekolah dulu sekitar tahun 2014/2015.
Sesampainya di goa tentu hal pertama yang kami lakukan adalah foto-foto dan kamipun masuk kedalam.
Di tempat peristirahatan terlihat toilet yang cukup menyeramkan niatku untuk buang air kecilan batal.
Sempat sobatku ini menawarkan permen mint namun aku menolak karena baru saja meminum sprite takut perut meledak jika mint campur sprite.
Mereka penasaran dengan yang aku katakan maka mereka melakukan penelitian dadakan dengan menuangkan sprite ke permen mint apakah meledak seperti yang aku katakan dan ternyata tidak terjadi apa - apa
Ketika keluar goa kami bertemu seorang lelaki berumur kurang lebih 36th
"kalian di dalam foto-foto gak di dalam goa" kata lelaki itu
"tidak pak" jawab kami "kamera kami tidak bisa foto di tempat gelap" jelas kami.
"di dalam ada barang bagus, mau aku ambil kemarin tapi tidak sempat" kata lelaki mencurigakan itu
Sejenak aku berfikir apa yang di maksud lelaki misterius itu,
"kalian tau ini apa" ucap lelaki itu sambil menunjukkan sebuah foto dari smartphone nya.
Difoto itu terlihat cahaya hijau berkilau yang terletak di sebuah batu.
Kami mengatakan itu pembiasan cahaya karena di dalam goa itu terdapat lampu-lampu
Namun lelaki misterius itu tidak percaya dengan logika yang kami katakan, dan kamipun pergi dari tempat itu.
Berencana mau pulang namun tidak memungkinkan untuk pulang dan kami bermalam dirumah sobatku yang tidak ada sinyal internet
sesampainya di rumah affanda kami di sambut dengan baik oleh ibunya affanda dan kami si suguhi es teh serta makan sore.
Kamipun makan bersama bercerita dan bercanda tawa
Aku melihat di layar handphone ku tidak ada sinyal kala itu sejauh mata memandang hanya ada pohon sawit.
Kami keluar rumah di sore hari dan berjalan di sekitar situ kebetulan ada pakle pentol kamipun beli pentol
Mungkin di luar kalimantan ada yang tidak tau apa itu pentol Pentol adalah makanan bulat-bulat dengan diameter 3 kali besar kelereng dengan di tusuk dengan tusukan yang terbuat dari bambu di beri saus sambal ada manis dan pedas yang terbuat dari kacang. Makanan pentol ini mirip toriyaki jepang.
Malam harinya aku berencana keluar rumah sejenak menghirup udara tanpa polusi dan ingin mencari inspirasi menulis
Namun ketika itu kepalaku sakit oh siaaal rencanakan gagal akibat sakit kepala.
Sehabis isa aku pun tiduran untuk memulihkan cakraku yang sudah banyak terkuras tapi baru beberapa saat aku berbaring ibu nya affanda membangunkanku ternyata aku salah kamar.
Aku sangat merasa malu dan merasa sangat merepotkan sekali.
ketika aku terbangun pandanganku menjadi gelap aku dapat mendengar suara teman-temanku tapi aku tidak dapat melihat mereka
tiba-tiba terlihat setitik cahaya yang menarik perhatianku ternyata ketika itu sedang mati lampu, yah di stn tempat affanda tinggal lampu menyala hanya 6 jam 2 jam pagi hari 4 jam sore hari
keesokan harinya aku merasa cakraku sudah pulih dan stamina kembali fit setelah subuh sekitar jam 6 kami sarapan pagi karena mati lampu dan gelap sarapan pagi terasa seperti sahur, dan setelahnya kami pun pulang ke babulu , yah itu menyenangkan sekali
Selama perjalanan keluar dari stn cuaca mendung dan gerimis setia mengikuti kami
keluar dari stn kami mampir di rumah firman karena hujan, di situ kami di suguhi teh hangat yang nikmat di minum saat hujan
beberapa saat menunggu hujan tak kunjung reda, aku dan maul memutuskan untuk pulang hujan-hujan rencana awal kami sih mau berenang tapi gagal karna hujan
setelah aku mengantar maul pulang ke tambong aku pun pulang kerumah dan sejenak aku terlelap dalam tidur di cuaca yang dingin
tak berselang lama aku merasa panas, ternyata cuaca di luar sudah tidak hujan dan matahari bersinar terang
singkat cerita kami menjalankan rencana kami untuk berenang, dan di antara kami berempat hanya aku yang tidak bisa berenang
setelah itu kami memutuskan untuk pulang namun fanda dan firman ngajak makan ayam grepek yang harganya Rp.15.000 tidak termasuk minum aku dan irfan maulana hanya membawa Rp.10.000 dan akhirnya firman dan fanda menambahi kekurangan kami.
Jika sahabatmu mentraktirmu bukan berarti dia kaya atau lagi banyak uang tapi menganggap bahwa persahabatan lebih berharga dari pada uang .
Sekian perjalananku tunggu kisah berikutnya di blog ini
Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka
Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...
Baca juga
-
Assalamualaikum. Wr. Wb Heyyow apa kabar sobat semua semoga alhamdulillah dalam keadaan sehat sejahtera tanpa kurang suatu apa pun sekeluar...
-
Diperbarui pada 19 desember 2017. 3 juli 2017, pagi itu aku baru bangun dari dunia mimpiku yang tidak indah, terdengar suara dering hp sams...
-
Assalamualaikum. Mengawali postingan dengan salam adalah sesuatu yang baik. Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku di balikpapan ...

























































