Di Hari Lebaran Berburu Makanan Bersama Teman-teman Yang Tak Terlupakan

Sebelumnya di catatan si Memet :

Cerita Diary si Memet sebelumnya menceritakan kegiatan memet bersama nasir yang di lakukan sehari sebelum hari lebaran 2018 cerita tersebut tidak lepas dari tingkah konyol kocak dan mengundang gelak tawa.

Sholat Idul fitri atau sholat ied di wilayahku di selenggarakan bukan di masjid melainkan di tanah lapang yang terdapat di belakang apotek satria babulu darat.

Karena sandalku masih baru di belikan mamaku beberapa hari yang lalu jadi aku memutuskan untuk tidak memakai sandal, dan aku juga tidak memakai sandal yang lama soalnya sayang juga kalau hilang.

"

Usai sholat ied aku baru ingat kalau kemarin mamanya nasir mengundang aku untuk datang ke rumahnya karena ada acara di rumahnya, ini waktu yang tepat dari tadi malam aku memang belum ada makan.

Aku panaskan motor Jupiter MX King blue silver milikku, setelah kuyakinkan mesinnya sudah hangat segera aku menekan tuas kopleng kemudian menginjak tuas gigi motor untuk memasikkan gigi satu dan aku tarik tuas gas motor perlahan bersamaan melepas kopleng dan dengan ajaib motorku jalan (buat yang belum tau itu cara menggunakan motor kopleng)

Sesampai di rumah nasir suasana sepi sunyi senyap gak ada suara pintu maka terbuka lebar, dengan sopan aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam serta menyebut nama nasir dan mamanya nasir menyambut dan mempersilahkan aku duduk

Ternyata nasir bersama basir juga samsir serta bapaknya semua belum pulang sholat ied, aku duduk dan si suguhi beberapa toples makanan ringan. Ku dengar-dengar di masjid masih kutbah wah lama ini pikirku.

Aku menunggu sambil main hp dan menikmati cemilan yang ada di depanku sementara mamanya nasir sibuk di dapur, karena takut cemilan yang aku makan habis maka aku berganti ke cemilan yang lain

Cemilan itu tidak menghilangkan rasa laparku tak lama kemudian nasir dan basir datang aku pun berdiri dan mempersilahkan mereka masuk dan duduk seolah-olah aku yang punya rumah dan tak lupa mempersilahkan mereka menikmati cemilan yang tinggal sedikit karena ku makan, adegan ini sudah aku pikirkan akan aku Praktekkan saat mereka datang.

Singkat cerita acara makan-makan di mulai di situ sudah ada rizal selesai kami makan dilanjutkan dengan rokok dan datanglah adit dengan mamanya yogi tetangga dekat rumah nasir, mereka masuk dan bersalaman dengan kami yang ada di situ.

Adit menikmati hidangan yang ada sementara mamanya yogi tidak berlama-lama dan pamit pulang mamanya yogi bersalaman dengan orang tua nasir dan yang lainnya saat aku mengacungkan tangan niat bersalaman tapi di abaikan aku melirik ke nasir sepertinya hal yang sama juga terjadi padanya.

Selesai acara di rumah nasir kami ber6 aku nasir basir samsir rizal serta adit jalan-jalan bersama dengan formasi 3 motor aku bersama nasir satu motor basir dan samsir serta rizal dan adit.

Rumah pak pendi

Rumah pertama yang kami Datangin adalah rumah pak pendi guru MTs kami, tentu kami di sambut dengan baik dan di suguhi berbagai macam makanan dan minuman, karena dia guru TIK maka obrolan kami seputar internet sedikit membicarakan channel youtube kami tapi bapaknya gak subscribe kami juga ngobrolin tentang paytran yang sedang di garap oleh pak pendi.

Rumah Irfan maulana

Rumah ke dua yang kami datangi adalah rumah Irfan maulana dia salah satu anggota LGS sebelum sampai rumah irfan kami lewat rumah anggit sekilas tidak ada penampakan anggit maka dengan cuek kami lewati

Belum juga sampai di rumah irfan basir kebelet pipis dan mengajak samsir menemaninya ke toilet masjid sementara kami menunggu di pinggir jalan sambil berdiri petantang petenteng banyak gaya.

Tiba-tiba.

“nasir mampir kerumah” seseorang memanggil nasir dan kami semua menoleh ke arah suara tersebut yang tidak lain adalah mamanya irfan

Langsung kami bersalaman dan menanyakan irfan yang ternyata lagi ada di rumah Mbah nya, tak lama ibunya irfan menyuruh salah satu anak kampung situ untuk memanggilkan irfan

Nasir pun membuat asumsi sendiri “paling irfan di rumah itu lagi makan, baru makanan mau masuk mulut eh sudah di panggil” jelas nasir sambil mempraktekkan apa yang dia katakan.

Ternyata benar saja. Saat aku menulis postingan ini aku menanyakan apa yang di lakukan irfan di rumah itu melalui whatsapp. Irfan mengatakan dia sedang makan di rumah itu. Sorry kami mengganggu santapan pagimu fan.

Kemudian kami ber6 diajak ke rumah irfan, di situ ada satu keluarga yang bertamu di rumah irfan nasir masuk duluan dan aku menyusul di belakangnya aku melihat nasir menjulurkan tangannya kepada seorang ibu tamu di situ tapi itu hanya menyatukan telapak tangannya dan bersalaman dari jauh tidak ingin di sentuh

Aku pun tidak meniru yang nasir lakukan aku pun menyatukan telapak tanganku dan bersalaman dari jauh seperti di mahabarata tapi sayangnya kawan-kawan di belakang tidak meniruku mereka menjulurkan tangan seperti yang nasir lakukan . Di cucuk kepalamu pakai paku dari api neraka itu lebih baik dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahram kata ustadz somad.

Kami di rumah irfan bercerita dan tertawa bersama itu adalah satu hari di mana kami semua bisa berkumpul terlepas dari kesibukkan kami masing-masing.

Cerita spesial nasir dan basir kisah nyata

Di rumah irfan l, nasir menceritakan pengalamannya di kebun bersama basir adek tersayangnya. Pernah suatu ketika nasir dan basir kerja merintis di kebun orang, awalnya mereka bekerja seperti biasa.

Tempat yang mereka rintis terdapat beberapa sarang tawon, beruntung basir bisa mengetahui di lokasi itu ada sarang tawon sebelum di sengat sehingga bisa menghindar lebih dahulu

Namun naas nasir tak seberuntung basir, ia mengetahui adanya sarang tawon setelah mendapat sengatan tawon di bagian punggungnya andai tawon itu gak menyengatnya dia tidak tau kalo dinsitu ada sarang tawon

Tapi mereka berdua gak semudah itu di kalahkan oleh tawon. Mereka berdua kembali melanjutkan pekerjaannya dan lagi-lagi basir berhasil menghindar dari sengatan tawon dan naas kembali menimpa nasir mendapat sengatan tawon pas-pas di biji matanya. Sehingga nasir terlihat sipit seperti orang cina. Tapi ternyata masih sengsara basir, sekali kena sengatan tawon gak tanggung-tanggung langsung satu badan.

Basir membakar kebun tersebut namun tidak seluruhnya mungkin basir dendam sama tawon itu. Basir pun ingat masa lalu pernah bekerja dengan temannya membakar lahan karena tidak di jaga api membesar dan merambat ke lahan tetangga

Kebetulan ada ambulan lewat bunyi sirene nya sama kaya polisi sekalian aja basir menakuti temannya bahwa itu polisi yang akan menangkapnya. Api pun di matikan dengan air galon air habis api belum padam

Takut hal itu terulang kembali basir menyuruh nasir ambil air untuk mematikan api yang di buat basir, karena di situ hanya ada air minum 1 botol sekitar 1 liter nasir sangat tidak rela bila air itu di pakai memadamkan api. Akhirnya api padam sebelum nasir sampai membawa air di pelukannya.

kembali ke rumah irfan

Mendengar cerita nasir tersebut kami semua tertawa sambil membayangkan situasi dan kondisi kejadian. Kami merasa sudah terlalu lama di rumah irfan akhirnya kami memutuskan untuk pamit dan melanjutkan perjalanan.

Rumah M.akbar

Sesampai di rumah akbar, kami malu-malu untuk masuk karena banyak orang. Dan tentu saja karena nasir yang lebih akrab dengan keluarga akbar maka tanpa ragu-ragu aku mendorongnya untuk masuk lebih dahulu dan kami mengikuti di belakangnya.

Di dalam rumah akbar kami bersalaman dengan orang-orang yang ada di situ. Setelah sejenak kami duduk-duduk dan makan cemilan akbar tak kunjung keluar menemui kami.

Aku ingat semalam akbar menulis status facebook kalau dia sedang sakit

Tak beberapa lama kemudian basir sms menyuruh kami masuk dan menemui akbar yang sedang sakit entah bagai mana kondisinya.

Setelah masuk ke dalam aku sangat tidak menyangka melihat kondisi temanku ini, teman yang dulu selalu sama-sama saat sekolah teman satu geng di sekolah.

Kini kondisinya tak memakai baju dan bersandaran di tembok sambil makan cemilan, maklum jomblo gak ada bahu untuk sandaran maka temboklah tempatnya bersandar.

Aku mendekat dan menyapanya sungguh aku sangat prihatin melihat kondisinya , kemudian aku mengajaknya untuk duduk bersama dan mengobrol dengan kami. Dia pun duduk bersama kami dan beberapa makanan di suguhkan untuk kami. Tapi aku lebih tertarik dengan cemilan yang warna orange yang mirip dengan stik di restoran.

Tapi hal membosankan pun terjadi masing-masing di antara kami sibuk dengan hp masing-masing terutama akbar yang mementingkan main games dari pada ngobrol dengan kami, dan aku menyuruhnya untuk tidak main games dan kembali ngobrol dengan kami.

Terlihat di sudut yang lain basir dan adit berbincang-bincang dan asik ngobrol dengan teman yang lain yang kebetulan ada di situ. Di situ juga ada teman basir yang cewek samar-samar terdengar dengan jelas mereka membicarakan dan menyebut namaku. Sepertinya teman basir yang cewek itu menanyakan kepada basir siapa aku. Di antara yang lain penampilanku lebih mencolok lebih terlihat seperti ustadz menggunakan baju muslim celana panjang serta peci warna biru. Yah sepertinya cewek itu mau berkenalan denganku tapi kurasa dia malu-malu.

Waktu untuk sholat jumatan pun tiba dan aku mengajak teman-teman untuk sholat jumat di masjid tapi hanya akbar yang menolak.

Usai sholat jumat perut terasa lapar, kami melanjutkan perjalanan dan kami parkir depan rumah nasir, rencana mau mampir ke rumah guru sd kami yaitu bu dewi yah aku merasa bersalah karena beberapa waktu lalu aku menolak pekerjaan yang ia tawarkan.

Kami berjalan kaki menuju rumah bu dewi tapi ternyata rumahnya tutup kayanya gak terima tamu atau sedang bepergian. Dan kami pun menuju rumah tetangga nasir. Kata nasir ia di undang ke rumah orang itu setelah setelah sholat ied tapi malah datang usai jumatan

Kami di persilahkan masuk duduk-duduk sambil menunggu bapaknya pulang jumatan dan tak ada cemilan yang bisa kami makan. Beberapa saat menunggu bapaknya datang. Tak di sangka-sangka kami di kasi makanan yang lumayan buat kami kenyang masih hangat dan cocok di makan saat hujan seperti saat ini.

Usai kami makan dan perut juga sudah kenyang serta hujan juga sudah reda. Kami pamit dan melanjutkan perjalanan, sesaat kami sempatkan untuk mampir ke rumah pak irawan, tak lama di situ kami hanya bersalaman dan kemudian pamit melanjutkan perjalanan

Aku mulai memasukkan kunci kontak motorku sedikit mendorong ke depan dan memutarnya ke arah kanan setelah itu aku menekan tombol star dan motorku menyala menekan tuas kopleng injak masukkan gigi satu lepaskan kopleng bersamaan dengan menarik tuas gas pada tangan kanan buat yang belum tau itu cara menyalakan dan menggunakan motor kopleng.

Tujuan kami rumah pak nasib guru MTs kami entah kenapa aku malah stop di depan jalan masuk SMA saat itu tapa sengaja kami bertemu dengan bagas sedikit ngobrol-ngobrol gak penting bagaspun pergi kayanya dia lapar dia tadi bilang mau cari makan.

Berhubung kami ada di depan SMA sekalian aja kami mampir tempat guru kami. Awalnya mau ke rumah bu messi tapi tutup kata nasir bu mesi gak terima tamu kami belok kanan menuju rumah bu ani

Rumah bu ani

Setelah mengucap salam suami bu ani mempersilahkan kami masuk. Awalnya bu ani tidak mengetahui kalau kami yang datang adalah muridnya setelah ia keluar dan menyapa kami dan menyebut namaku dan nasir saja untung ia masih ingat denganku dan lupa dengan rizal.

Tidak banyak yang bisa kami obrolkan di situ kami banyak diamnya, sesekali aku menanyakan kabar guruku dan ia hanya menjawab dengan singkat, kemudian aku mencoba menanyakan keberadaan guru yang lain. Lagi-lagi jawaban yang cukup singkat yang kami dapatkan.

Kami saling melirik isyarat lanjutkan perjalanan, kami pun berpamitan dan tujuan rumah berikutnya adalah rumah mom jane guru bahasa inggris kami. Karena rumahnya berdekatan jadi kami memutuskan berjalan kaki.

Belum sampai kami di rumah mom jane kami melewati rumah pakle chen atau warung bule yang biasa jadi tempat kami nongkrong sedikit nostalgia saat berdiri di depan rumah bule warung langganan kami dan kami memutuskan untuk mampir

di rumah bule warung / pakle chen

Kami menanyakan keberadaan pakle chen kepada anaknya yang kebetulan juga baru pulang ke rumah dan anaknya mengatakan bapaknya ada di dalam dan menyuruh kami masuk setelah bersalaman dengan anak dari pakle chen.

Setelah kami ucapkan salam terdengar suara khas bule yang menjawab salam dan kami mmasih seperti anak-anak yang saling dorong untuk masuk duluan. Terlihat wajah bahagia dari bule dan pakle chen melihat kedatangan kami.

Panjang lebar cerita kami uraikan di tempat yang penuh kenangan bagi kami, pakle dan bule juga menanyakan tentang beberapa teman yang lain dengan santai kami menjawab sambil menghisab rokok.

Tak lama bule keluar dari dapur membawakan kami soto seperti yang biasa kami makan dulu bedanya kali ini pakai lontong kalo dulu pakai nasi, sungguh kami rindu dengan masakan bule, walaupun masih kenyang karena sebelumnya sudah makan soto bule tetap juga habis kami gentak.

Usai kami makan dan sedikit ngobrol-ngobrol kami pamit dan melanjutkan ke rumah mom jane. Sesampai di rumah mom jane ternyata pintunya tertutup beberapa kali ketukan pintu dan salam tak ada jawaban, terlihat juga rumah pak lukman juga seperti tidak ada orannya.

Dan kami melanjutkan perjalanan kerumah bu mesi yang ada di depan sekolahan. Sambil melewati halaman sekolah kembali kenangan semasa sekolah terlintas di otak

Kabar dari bule warung tadi mengatakan kalau bu mesi ada di dalam rumah jadi aku memutuskan untuk mendorong motorku dan mematikan mesinnya karena kabarnya bu messi punya anak bayi takutnya mengganggu.

Sesampai di depan rumah bu messi aku mengenang masa lalu bersamanya aku merasa banyak salah dan banyak dosa dengannya sedikit aku meneteskan air mata kesedihan mengenang akan kesalahanku padanya. Tanpa pikir

panjang aku langsung menuju pintu rumahnya dan mengetuknya.

di rumah bu messi

Setelah beberapa kali salam dan ketukkan pintu suaminya membukankan pintu untuk kami terlihat bu messi di dalam rumah menatap kami dengan pandangan yang khas dan tidak bisa kami lupakan sungguh sangat membekas di lubuk hati.

Dengan takut dan jantung berdebar-debar kami perlahan melangkah masuk ke dalam rumahnya. Dinding kiri dan kanannya terbayang berbagai macam angka rumus debit dan kredit serta rasa pusing menyerang kepalaku.

Setelah kami di persilahkan duduk bu mesi menanyai kami satu per satu apa kegiatan kami saat ini. Ia bertanya mulai dari nasir karena ia yg terdekat dengan bu mesi

Dengan grogi dan penuh ketakutan nasir pun menjawab pertanyaan bu mesi, cara ia bertanya masih sama seperti saat ia bertanya tentang pelajaran dulu nasir mengatakan kegiatannya bekerja membantu orang tuanya di kebun.

Selesai bertanya dengan nasir kini beralih bertanya kepada adit yang posisinya pas duduk di samping nasir. Dan tanpa rasa takut adit menjawab pertanyaannya ia mengatakan bahwa ia masih sekolah di SMA N 4 PPU.

Menunggu giliran di tanya jantungku mulai berdegup kencang seakan memompa darah dengan kecepatan 100 MBps serta aliran cakraku mulai tidak stabil. Kini giliran samsir yang di tanya, samsir yang tak tau apa-apa bingung mau menjawab apa sampai akhirnya nasir mengatakan kalau samsir adalah adiknya, dengan santai bu messi menjawab kok gak mirip.

Akhirnya giliranku di tanya pun tiba, melihat matanya seakan aku terkena genjutsu tak bisa berkutik apa-apa perlahan aku menjawab kegiatanku membuka jasa pembersih kendaraan roda dua. Kemudian dia bertanya apakah aku kuliah atau tidak dan aku menjawab tidak. Setelah itu ia menceramahiku entah apa yang dia katakan, aku gak ingat lagi, konsentrasiku terpecah dan blenk.

Kini giliran rizal yang di tanya, dengan sedikit terbata-bata ia menjelaskan bahwa ia kuliah. Ada yang menarik di sini. Setelah bu messi ceramah panjang lebar kepada rizal bu mesi menanyakan “kamu dendam gak sama ibu dulu sering di marah-marahi” aku merasa pertanyaan itu juga tertuju padaku secara tidak langsung karena dulu aku juga sangat sering di marahi sama bu messi. Rizal pun terdiam sejenak dan menjawab dengan jawaban yang luar biasa “ kalo saya dendam bu saya gak mungkin datang ke sini” sungguh jawaban itu juga mewakili jawabanku, aku pun tepuk tangan untuk rizal di dalam hati.

Singkat cerita kami melanjutkan perjalanan kami ke arah labangka

di rumah pak nasib

Sesampai di halaman rumah pak nasib guru MTs kami, terlihat ia masih ada tamu di dalam rumahnya dan ketika kami mengucapkan salam dan masuk ke dalam, tamu tersebut yang terdiri dari satu keluarga langsung pamit pulang, menurutku mereka merasa terusir dengan kedatangan kami. Kami duduk dan bersalaman dengan pak nasib belum sempat kami bertanya kabarnya ia langsung menceramahi kami tentang membayar zakat. Tentu kami bingung gak tau apa-apa kok sudah membicarakan zakat.

Rupanya ia menjelaskan kalau pada saat kutbah idul fitri ia ceramah tentang zakat katanya sih ceramahnya kali ini lebih keras entah itu keras dari segi penyampaiannya atau suaranya yang keras

Tentu kami gak tau karena kami gak dengar ceramahnya sesekali aku melemparkan pertanyaan kepadanya kaya ceramah-ceramah di youtube itu yang tanya jawab.

Kami merasa bosan dan mencari cela saat ia diam untuk pamit. Akhirnya kami bebas dari ceramahnya dan menlanjutkan perjalanan ke rumah mas dani.

di rumah mas dani

Mas dani adalah bos kayunya nasir dan basir. Sesampai di rumah mas dani nasir masuk duluan dan mengatakan kalau ia bawa anggota dan karena kami anggotanya nasir maka kami di suruh masuk dan bersalaman dengan orang di rumah itu.

Kami bercerita panjang lebar tapi aku dengan kemampuan instingku sedikit merasa aneh dan janggal dari awal kedatanganku mas dani ini sering melirik dan melihat ke arahku. Akhirnya ia mengatakannya juga. Ia mengenaliku sebagai jasa pembersih kendaraan roda dua dan ia sering melihatku. Aku gak menyangka kalo aku terkenal.

Ia pergi ke dapur tak lama kembali dengan membawakan kami soto ayam. Sepertinya ia tau kalau kami lapar, satu per satu di antara kami mendapat bagian masing-masing. Kami pun menikmati makanan tersebut.

Saat makan aku merasa kepedasan namun tidak melihat adanya air putih di hadapan kami dengan sangat terpaksa aku meminum coca cola yang ada di depanku dan setelah aku minum coca cola barulah air putih di sediakan.

Tak lama ia kedatangan tamu dan kami merasa terusir dengan kedatangan tamu tersebut, mungkin itu balasan untuk kami, mungkin itu yang di rasakan oleh tamu pak nasib yang merasa terusir dengan kedatangan kami.

Kami melanjutkan perjalanan menuju rumah guru kami dan beberapa teman kami yang ada di labangka juga hari mulai sore sudah sekitar jam 17.30. Rumah berikutnya yang kami datangi adalah rumah pak agus.

Sesampainya di rumah pak agus pintunya terbuka lebar tapi salam dan panggilan kami tak ada jawaban dari dalam rumah beberapa menit berlalu tak ada yang keluar rumah dan kami putuskan untuk pergi dari situ

Kami menuju tempat kerja risal yang tempatnya tidak terlalu jauh dan melewati rumah ojan sesampai di tempat kerja risal ternyata risal baru aja pulang, seharusnya kami berselisihan tapi kami tidak melihat.

Perjalanan menuju rumah risal kami mampir di rumah ojan akan tetapi hanya di pinggir jalan aja beberapa menit kami ngobrol di situ terlihat di pinggang ojan ada sebuah golok katanya ia habis dari makam. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju rumah risal

di rumah risal

Sesampai di halaman depan rumah risal aku malas memanggilnya aku hanya membunyikan klakson motorku dan sepertinya risal mendengarnya dan keluar rumah kemudian kami di persilahkan masuk.

Kami ngobrol dan saling menanyakan kabar tak lama instingku merasakan adanya aroma makanan yang mulai mendekat. Benar saja tak lama keluarga risal membawakan buras untuk kami.

Sebenarnya kami masih kenyang tapi aku dan nasir tetap makan supaya piringnya kotor dan risal ada kerjaan cuci piring. Kemudian nasir mengeluarkan coca colanya yang ia ambil ketika di rumah mas dani tadi.

Waktu sudah menunjukkan jam 18.20 kami pun memutuskan untuk pulang setelah berpamitan dengan risal kami langsung tancap gas pulang. Tapi aku tidak langsung pulang. Aku harus mengantar nasir ke rumahnya, aku ingat tadi mama nya nasir menyuruhku mampir karena ada bekal mau di berikan kepadaku.

Lama aku menunggu dan penasaran apa yang akan di berikan oleh mamanya nasir. Dan setelah aku mendapatkan bekal itu aku langsung pulang ke rumah tanpa mampir kemana-mana karena sudah magrib

sekian

Diary si memet : Sehari sebelum lebaran 2018

Lebaran identik dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga saudara dan kerabat dan menjadi momentum yang tepat untuk minta maaf dan memaafkan mana tau selama ini ada salah dan khilaf dan kali ini aku akan menceritakan petualanganku di lebaran 2018 kali ini.

Sehari sebelum lebaran

Ramadhan hari ke 30 aku pergi ke SPBU labangka untuk mengisi bahan bakar kendaraanku untuk aku persiapkan buat besok lebaran jalan-jalan ke rumah kawan dan saudara. Siang itu langit cukup berawan dan aku pergi ke rumah nasir .

Aku memintanya untuk menemaniku pergi mencari daun sirih merah dan buah pinang muda. Sesampai dirumah nasir, adiknya nasir yang bontot sudah menyambutku dia mengarahkanku ke sebuah ruangan tempat nasir bersemayam .

Terlihat nasir sedang tidur dari raut wajahnya kayanya dia tidur gak nyaman mungkin sedang bermimpi buruk, aku pun langsung membangunkannya dengan beberapa colekkan nasir pun terbangun.

Tampak dari wajahnya dia seolah gembira telah dibangunkan dari mimpi buruknya seolah-olah berterima kasih di bebaskan dari mimpi buruknya yah aku tau itu walaupun dia tidak mengatakannya.

Aku pun memintanya untuk menemaniku awalnya dia menolak walaupun aku mengatakan ada bayarannya, kemudian nasir mau menemaniku mungkin dia berfikir sebagai tanda terima kasih aku sudah membangunkannya dari mimpi buruknya.

Dari dapur mamanya nasir mengundangku untuk datang kerumahnya setelah sholat ied dan aku pun mengiyakan undangan tersebut.

Setelah itu nasir pun bersiap-siap untuk pergi denganku , nasir pun keluar rumah dengan penampilan yang biasa aja menggunakan pakaian kaos dan celana pendek.

“met jalan kemana kita” tanya nasir

“pertama kita ke trans sosial untuk mencari bahan obat kalau di sana gak ada kita belusukan ke daerah sebakung atau gunung intan” dengan singkat aku menjelaskannya.

Aku pun mulai menarik tuas gas motorku dengan bersamaan dan perlahan aku melepaskan kopleng di tangan kiriku dan motorku pun jalan begitu cara menggunakan motor kopleng bagi yang belum tau.

Selama perjalanan kami ngobrol santai sesekali kami menertawakan hal yang kami obrolkan kami ke sosial lewat jalan dekat puskesmas babulu darat disitu juga aku melewati bekas kantor tempat kerjaku, sekilas terbayang-bayang ketika aku masih bekerja di situ.

Awalnya aku training kerja di situ yang katanya selama 3 bulan entah mengapa aku baru menjalankan training selama 3 hari disuruh pulang dan di suruh menunggu panggilan berikutnya selama 15 hari tapi sudah berbukan-bulan panggilan itu tak kunjung tiba.

Kembali ke alur menuju sosial sepanjang perjalanan kami ngobrolin apa aja yang bisa kami obrolkan kami juga ngobrol akan membuat tulisan tentang perjalanan kami ini namun dengan versi dan sudut pandang yang berbeda.

Hari itu motorku habis aku cuci rasanya di hati sakit banget setiap kali motorku menginjak lumbur atau genangan air tapi sudah terlanjur lewat situ mau gimana lagi nanti pulang bisa aku cuci lagi di kantorku.

Sesampai di sosial aku ke rumah bowo adek angkatku yang memiliki tanaman daun sirih merah bowo pun menyambutku dan nasir. Aku pun langsung menuju samping rumah tempat daun sirih itu di tanam.

Di situ ada mama angkatku yang lagi menyiangi beberapa ekor burung hasil berburu entah apa nama burungnya aku lupa dan di dalam rumah ada bapak angkatku yang sedang makan siang Kelihatannya dia gak puasa.

Setelah aku mengambil beberapa lembar daun sirih merah aku meminta bungkusan kepada bowo tapi nasir meragukan daun yang aku ambil dia berfikir aku salah ambil daun.

“met ini betulan daun sirih merah kah?? Kok warnanya gak merah” tanya nasir

“sir ini daun sirih merah betul aja gak salah, dulu aku sudah pernah ambil daun ini” jelasku “tapi ini hijau gak merah” kata nasir.

“dalam satu pohon kalau ada beberapa yang warna merah maka satu pohon itu sudah di sebut daun sirih merah, coba lihat ini” aku menjelaskannya ke nasir sambil memperlihatkan daun yang berwarna merah. Entah dia paham atau enda.

Singkat cerita kami mencari buah pinang muda ke arah gunung intan masuk ke blok B dan kami mendapatkannya tapi karena buahnya masih sangat kecil membuatku ragu apakah buah ini yang di maksud atau bukan

Kami pun pulang dan dalam perjalanan mampir di depan gudang penyimpanan yang ada di gunung intan di depannya ada buah pinang yang lumayan besar dan aku minta sama orang yang ada di situ

Aku ingat dulu pernah ngelamar kerja di situ berdua sama nasir tapi dalam surat lamaran kerja yang kami buat kami salah menulis nama tempat kerjanya dan tak ada panggilan sampai saat ini.

Di awal tadi aku janji memberikan nasir bayaran tapi aku tau nasir pasti menolak jika aku berikan nominal tunai, jadi aku membelikannya rokok 1 bungkus dan aku tau nasir kalo di kasi semua pasti nolak jadi aku ambil sekitar 7 batang rokok dan sisanya kuberikan kepadanya.

Cukup sekian cerita sehari sebelum lebaran ini dan akan di sambung pada postingan berikutnya yaitu petualangan mencari makan di hari lebaran.

Terima kasih sudah berkunjung.

Diary si memet : hari sok kenal

Seperti biasa setiap hari aku membuka usaha cuci motor di depan rumahku. Sehari sebelumnya turun hujan pada sore dan malam hari jadi aku pikir hari ini akan ada pelanggan yang datang, walaupun usaha pencucian motor di desaku cukup banyak tapi aku yakin rezeki sudah ada yang mengatur

Aku bersyukur rumahku dekat dengan masjid, sembari bekerja bila tiba waktunya sholat, aku bisa beribadah dengan tenang. Biasanya aku buka dari jam 7 sampai dengan jam 11.00 dan jam 11.01 – 14.00 adalah jam waktunya istirahat dan sholat. Sambil menunggu datangnya pelanggan aku menunggu di ruangan tengah rumahku sambil streaming youtube.


Captain Tsubasa

Hari itu aku mendapat beberapa pelanggan yang mencuci motor. Aku baru mencuci 4 motor tapi rasanya lelah cape banget, jadi aku memutuskan untuk membeli minuman botol di toko kiki , toko yang menjadi langgananku kalau mau beli sesuatu. Tidak jauh dari situ ada indomaret yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari toko kiki

Jarak antara toko kiki dengan rumahku tidaklah terlalu jauh, dapat di tempuh dalam waktu 1 menit berjalan kaki dan bisa jadi 5 menit kalau susah menyeberang jalan jalan. Bukan karena padatnya kendaraan. Jalan di sini jalur dua tidak jarang kendaraan yang lalu lalang memacu kendaraannya dengan laju.

Sepulang dari toko kiki lagu captain tsubasah terniang di kepalaku dan ketika melewati pos ronda, di pinggir jalan aku melihat ada botol air mineral berdiri dengan isi air 1/3 botol (kira-kira segitu). Karena lagu captain tsubasah terniang terus, aku merasa ada bisikan di hatiku kalau aku punya kemampuan menendang yang bagus seperti captain tsubasa.

Sekitar 4 meter di depan aku melihat tong sampah, tanpa ragu aku menendang botol tersebut dan melambung tinggi. Pandanganku yang awalnya fokus pada botol tersebut teralihkah oleh seseorang yang melompat dan menangkap botol tersebut, seketika aku bengong melihatnya

Ia menatapku
“ hey kenapa botol ini kamu tendang. Memangnya kamu mau jadi captain tsubasa” ucap pria muda itu.

Kata-katanya membobol kebengonganku
“bagaimana dia tau” batinku. Sontak aku menjawabnya “mas kenap tangkap botol itu? Memangnya mau jadi wakabayasi”

Ia mendekatiku dan meletakkan botol itu di tempat semula,
“botol ini saya letakkan di sini buat mengukur jalan” dengan ramah mas itu menjelaskan ke aku. Setelah itu aku meminta maaf atas perbuatanku dan melanjutkan perjalanan pulang.


Kapok sok Kenal

Setibanya di rumah sudah ada seorang bapak dan istinya yang menungguku untuk di cucikan motornya. Sambil mencuci motor bapak itu ngajakin aku ngobrol jelas aku merasa risih dan gak fokus sudah cape diajak ngobrol lagi.

Tanpa mengurangi rasa hormat aku meladeni percakapannya. Ditengah pembicaraan aku menanyakan tujuannya kemana.

“mau kemana pak ?” tanyaku dengan muka penuh keringat
“mau ke labangka ke tempat anak saya” jawab bapak itu
“labangkanya sebelah mana pak” tanyaku lagi
“sampean tau saprudin??” tanya balik bapak itu.
“iya saya tau pak” jawabku. Padahal aku gak tau siapa itu saprudin, aku bilang tau supaya cepat selesai aja.

“nah itu menantu saya” kata bapak itu
“waduh salah ngomong nih ternyata menantunya” batinku
“sampean kenal saprudin dimana” tanya bapak itu
“di sawah pak, waktu itu kami memancing sama-sama” jawabku ngarang
“Sering ketemu sama saprudin” tanya bapak itu.
“baru minggu kemarin saya bertemu dia di pasar malam pak” jawabku ngarang lagi
“loh kok bisa. Dia kan satu bulan di jakarta dan baru pulang kemarin pagi” kata bapak itu kaget

“waduh salah ngarang lagi nih” ucapku dalam hati dan pura-pura fokus sama kerjaan. Mau jujur gengsi sudah bilang kenal duluan seharusnya tadi di awal aku gak bilang kenal.

“sampean tau gak dia punya peliharaan ular”kata bapak itu
“tau pak, dulu saya pernah di lilit tangan saya kuat banget susah lepas” kataku meyakinkan bapak itu
“Loh peliharaannya kan ular cobra matuk bukan ngelilit” jelas bapak itu

Aku diam tanpa kata, kebetulan motornya sudah selesai dicuci dan bapak itu pergi bersama istrinya . Aku kapok sudah rasanya dan tidak mau sok kenal lagi.

Kemarin siang kakak sepupuku datang berkunjung ke rumahku bersama dengan kawanku ari wibowo. Yah jarang-jarang mereka main katanya lagi bete dirumah dan kawanku ari wibowo ini baru saja mengalami kecelakaan kerja sewaktu membawa alat berat di daerah petiku.


Stem gitar

Asik-asik kami ngobrol ternyata cemilan tahu di depan kami tinggal 3 biji yang awalnya dua piring. Dia juga berkali-kali meminta di ambilkan air minum awalnya segelas kecil beberapa saat kemudian minta lagi segelas kecil hingga 3 kali bolak balik ambil air segelas kecil.

Yang ke empat kainnya dia meminta di ambilkan air, aku pun kembali ke dapur untuk mengambilkannya air . Namun kali ini aku membawakannya beserta galonnya sontak itu membuatnya kaget. setelah itu dia asik bermanin gitar

Tidak lama dia bertanya
“met ini gak stem kah gitarmu” tanya nya sambil memetik senar gitar.

Kemudian dia memintaku untuk stem gitar dan setelah itu aku kasi ke dia lagi dengan senang dia memainkannya.

“nah ini baru pas nadanya hebat memang kamu met”

Aku heran mendengar ungkapannya karena satupun tidak ada senar yang aku stem

“kok bisa pas wo, tadi Cuma aku petik-petik aja senarnya gak aku stem paling kamu tadi salah petikan” jelasku padanya
“tapi ini beneran pas gak kaya tadi” kata bowo sambil bermain gitar “hebat memang kamu met, di petik-petik aja langsung stem semua” pujinya


Lagi-lagi sok kenal

Tidak beberapa lama lewatlah orang naik motor dan membunyikan klakson sepontan kakak sepupuku menyahutinya sembari melambaikan tangan ke orang tersebut. Aku pun menanyakannya apakah dia mengenalnya, dan kakakku bilang dia gak kenal sok kenal aja.

Pada waktu sholat magrib aku bertemu orang yang tadi mengklakson tidak lain dan tidak bukan dia adalah tetanggaku penjual sate, dan aku kenal beneran sama dia

“tadi itu siapa met yang menyahuti klaksonku” tanyanya
“ouh itu kakak sepupuku dari sosial” jawabku
“aku klaksoni kamu tapi kok dia yang menyahuti” tanyanya kembali.
“dia itu orangnya begitu memang mas, sok kenal gitu” jelasku padanya. Dan kami pun melangkah bersama masuk kedalam masjid

Selesai

Hari Yang Menyebalkan

Berawal dari pagi hari yang kurang cerah. Jam dinding menunjukkan pukul 08.00, aku pergi ke depot pengisian air mineral untuk membeli air mineral dan aku membawa dua buah Jeriken (diucapkan jerigen) kapasitas 5 liter. Aku hanya membawa uang Rp.2000 pas-pasan hanya untuk membeli air.

Setelah selesai membeli air aku pun langsung pulang ke rumah membawa dua buah jerigen air yang sudah penuh di tangan kiri dan kananku. Aku pun berjalan dengan santai lantaran jarak antara rumahku dengan depot pengisian air mineral hanya sekitar 50 meter.

Melangkah dengan santai menuju rumah sembari menikmati pemandangan jalan raya yang cukup ramai berlalu-lalang kendaraan. Tiba-tiba ada dua orang anak SMA berboncengan mengendarai motor .

Mereka berhenti 5 meter di depanku dan tiba2 kedua anak itu menoleh ke belakang memandangku dengan tatapan tajam. aku pun tak mau kalah memandang mereka lebih tajam lagi. Dan kami saling memandang.

Anak yang dibonceng di belakang menunjuk sesuatu yang ada di belakangku. Bersamaan dengan itu dia berteriak cukup kencang padahal jarak kami sangat dekat. Dengan melotot dia menunjuk dan berteriak “Om uangnya jatuh tuh”.

Sontak dengan reflek yang sangat cepat aku membalikkan tubuhku dan melihat ke arah belakang yang ternyata tidak ada apa-apa . Seakan waktu berhenti dan aku tersadar, gak mungkin uangku jatuh kan sudah habis dan hanya bawa uang pas-pasan aja.

Seakan waktu kembali berjalan terdengar teriakan anak itu mengatakan “mata duitan mata duitan “ yang terdengar suaranya semakin jauh.

Tak ada yang bisa aku perbuat karena mereka sudah jauh. Aku hanya bisa jengkel dan mengatakan “dasar anak-anak kampret”.

Ucapanku ini di dengar oleh seseorang yang baru keluar dari masjid yang tak lain adalah teman lamaku yang kebetulan mampir ke masjid entah dia menumpang kencing atau sholat.

Dia menceramahiku “met gak baik bilang kampret kamu harus sabar itu ujian lapangkan hatimu”. Aku hanya diam mendengarkan ceramahnya. Selesai dia menceramahiku terlihat dia sibuk mencari sesuatu.

Ternyata sepatunya hilang sebelah. Sebagai teman aku pun menasehatinya, “sabar bro ini ujian kmu harus banyak sabar dan lapangkanlah hatimu” dia hanya tersenyum dan menaiki motornya dan pergi.

Sekitar 5 meter di depanku smartphone miliknya terjatuh dan di lindas mobil. Sadar sesuatu terjatuh dia turun dan mendatangi smartphonenya, sementara aku yang berada lebih dekat dengan smartphone itu hanya bisa melihatnya tanpa ekspresi.

Sempat aku memperhatikan merek smartphone nya samsung dan ku perkirakan harganya jauh lebih mahal dari hp milikku. Aku hanya bisa berkata “sabar bro ini ujian. Sama sekali dia tidak terlihat syok dan perlahan terlihat mulai ada senyum di wajahnya. Pas aku lihat rupanya hp nya masih bisa nyala walaupun layarnya retak 80% .

Setelah kejadian tersebut hari itu terasa begitu cepat gak terasa jam menunjukkan pukul 16.00 sejenak aku berpikir siapa yang mainin waktu tiba-tiba sore. Sejenak aku melamun, pikiranku jauh terbang melayang.

Dalam khayalanku aku berada di jepang tapi berbahasa indonesia. Kok jepang berbahasa indonesia?? Ya suka-suka akulah kan aku yang menghayal.

Lagi asik-asiknya menghayal. Aku di kagetkan oleh dering hp membuat pikiranku yang tadinya ada di jepang langsung kembali pulang. Aku lihat di layar hpku ternyata basir yang menelpon .

Tidak lama berbicara dengan basir tiba-tiba suaranya basir berganti dengan suara yang sudah tidak asing lagi di telingaku . Tidak lain dan tidak bukan suara tersebut adalah suara nasir.

Nasir mengajakku malam ini jalan ke rumah akbar dan mengatakan jangan lupa bawa amplop. Seketika aku berfikir, wah akbar nikah nih tapi ternyata dari penjelasannya nasir jalan aja dulu yang jelas bukan akbar yang nikah dalam hati ku berkata “kebetulan nih siapin perut belum makan dari tadi siang

Di akhir pembicaraan sebelum Nasir memutuskan saluran telpon, ia mengingatkanku untuk berangkat setelah magrib. Nasir mengkhawatirkan nanti bisa terlambat datang.

Mungkin nasir trauma sedikit flashback pernah suatu ketika aku sama nasir datang ke undangan dan kebetulan yang ngundang juga akbar. Nah pada saat aku dan nasir tiba di tempat acara masih sepi dan orangnya masih sedikit. Begitu kami masuk rupanya acaranya sudah selesai dari tadi.

Kembali ke cerita. Kali ini aku dan nasir tidak terlambat sesampai di rumah akbar kami berombongan 6 orang dengan 3 motor menuju lokasi

Belum sampai tujuan di tengah jalan aku ngerasa gerimis. Untuk memastikan aku bertanya ke nasir “sir gerimis kah ini” aku membawa motor dan menoleh ke nasir yang sedang santai ku bonceng “kayanya sih iya” kata nasir. Tiba-tiba bukan gerimis lagi tapi hujan yang deras menghalangi perjalanan kami.

Terlihat dua motor di depan berteduh di warung yang tutup kami pun ikut berteduh. Sekitar 2 jam kami bercanda tawa di bawah langit yang basah, Hujan tak kunjung reda.

Hari sudah mulai larut malam dan rombongan kami yang berjumblah 6 orang memutuskan untuk pulang. Awalnya ragu mau terus atau pulang. Bila kami terus sampai tujuan akan basah dan pasti malu basah-basah ke tempat acara.

Sepanjang perjalanan pulang hanya guyuran hujan dan suara motor yang menemani kami, tak ada satu pun cahaya karena lagi ada pemadaman listrik.

Dalam perjalanan pulang aku dan nasir masih sempat ngobrol beberapa obrolan di atas motor “met cerita malam ini apa judul postingan yang kamu buat nanti” “aku belum tau sir saat begini susah mikir”

Sampai dirumah Seluruh pakaianku luar sampai dalaman tak tersisa di guyur hujan. Usai berganti pakaian. Bantal guling dan selimut sudah merindukanku .

Kupasang handset dan ku dengarkan beberapa lagu yang sudah aku setel mati otomatis setelah 10 lagu, Terasa semua beban hilang dan inilah judul yang aku buat.

The end

Reviwe video lucu Lamaran Si Ma'ul

Lamaran Si ma'ul adalah salah satu video lucu dari channel lucu gak sih . Lucu gak sih ini bukanlah sebuah pertanyaan melaikan sebuah channel youtube yang beranggotakan saya, nasir, basir (adiknya nasir) dan 3 orang lainnya

Berawal dari si ma’ul (diperankan oleh irfan maulana) yang mencari pekerjaan. Saat itu ia benar-benar membutuhkan sebuah pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu jauh ia berjalan pikiranpun melayang menerawang jauh melintasi angan tanpa arah dan tujuan

Entah dari mana asalnya tiba-tiba ia muncul begitu saja dari balik sebuah pohon dan menyapa seseorang dari kejauhan

Tentu saja orang tersebut merasa bingung karena tidak kenal dengan maul. Belakangan di ketahui orang itu bernama Nsir (diperankan oleh Nasir)


Irfan mengajukan diri kepada Nsir melamar pekerjaan di sebuah perusahaan sawit itu. Dan Nsir pun memberikan beberapa pertanyaan kepada maul dan maul wajib menjawab semua pertanyaan tersebut

Maul menanyakan kepasa Nsir bos besar pemilik sawit tersebut dan Nsir menunjuk ke arah bos yang sedang ada di toilet alam


Nsir pun memanggil bos dari kejauhan dengan teriak-teriak dengan tidak sopannya dan melambai-lambaikan tangan, tentu saja bos memet (diperankan oleh saya sendiri) merasa terganggu oleh panggilan tersebut

Tanpa pikir panjang bos memet pun langsung berdiri dari posisi jongkoknya namun hal yang sangat memalukan terjadi, bos memet lupa memakai celananya dan terlihat anu nya


Tentu saja maul dan Nsir sangat terkejut melihatnya. Nsir dan maul nyaris tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di depan mereka sebuah kejantanan yang melambangkan Laki banget


Bos memet pun ikutan terkejut saat dia mengetahui belum memakai celananya. Ia pun cepat-cepat memakai celananya kembali


Maul pun menghadap langsung kepada bos memet dan mengajukan diri untuk menjadi pegawainya

Maul juga mengatakan kalo dia sudah di interviwe oleh Nsir. Namun memet menolak maul dan mengusirnya kaya anak ayam

Maul yang merasa sakit hati langsung mengadu kepada temannya yaitu Siree (diperankan oleh basir). Tidak terima temannya di tolak kerja, siree mengajak maul kembali menghadap bos memet yang tidak lain adalah teman dari siree yang sudah suskes lebih dulu
Setelah siree betemu dengan memet. Siree malah menawarkan diri untuk bekerja di tempat memet dan memet pun memecat (PHK) Nsir. Kini maul dan Nsir tidak memiliki pekerjaan dan menjadi pengangguran.

Simak selengkapnya di video ini

Reviwe video lucu ada apa dengan congor

Ada apa dengan congor adalah salah satu video lucu dari channel lucu gak sih . Lucu gak sih ini bukanlah sebuah pertanyaan melaikan sebuah channel youtube yang beranggotakan saya, nasir, basir (adiknya nasir) dan 3 orang lainnya.

Berawal dari seorang pemuda bertampang menakutkan, tidak bertanggung jawab kencing di tembok sebuah gang. Yang mana gang tersebut adalah tempat umum dan jalan yang sering dilewati oleh orang banyak

Beberapa saat kemudian ditempat yang sama ada seorang pemuda yang sedang putus cinta uring-uringan dan merenung di tempat itu terlihat pemuda itu sangat sedih dan galau

Kemudian datanglah anak muda petantang-petenteng senyum gak jelas. Melihat sesuatu cairan di tembok yang menurutnya aneh anak muda itu langsung mencolek dan mencium cairan tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah air kencing

Melihat di situ kebetulan hanya ada pemuda galau tadi. Anak muda ini tanpa pikir panjang langsung menuduhnya kencing di situ. Anak muda ini menunjuk-nunjuk dan membentaki pemuda galau tersebut

Merasa dirinya tidak melakukan hal memalukan tersebut pemuda galau ini mengelak dan membantah semua tuduhan yang di berikan anak muda tadi kepadanya.

Mendengar penjelasan dari pemuda galau itu tidak membuat anak muda ini percaya dengan penjelasan yang di berikan oleh pemuda galau tersebut.

Anak muda itu terus saja menuduh dan memaksa pemuda itu untuk mengakui perbuatannya, tanpa basa-basi anak muda ini langsung menonjok pemuda itu tepat di bagian (tiiiiiiit)

Merasa tidak bersalah dan di pukul dibagian (tiiiit) dengan beraninya pemuda tersebut membalas tonjokkan dari anak muda tersebut dan tonjokkannya mendarat tepat di bagian anu nya

Sementara anak muda dan pemuda galau itu ribut dari kejauhan tampak pemuda tak bertanggung jawab memperhatikan keributan tersebut dan tampaknya ia tak ingin ikut campur dan pergi tampa merasa berdosa

sekedar penjelasan teks tentu tidak mewakili kegokilan dan aksi maka jika ingin tertawa nontonlah video lucunya.

Reviwe Video Lucu Trauma Si Memet

TRAUMA SI MEMET

Adalah salah satu video lucu original dari channel LUCU GAK SIH. Lucu gak sih ini bukanlah sebuah pertanyaan melaikan sebuah channel youtube yang beranggotakan saya, nasir, basir (adiknya nasir) dan 3 orang lainnya

Berawal dari percakapan antara memet dan maul di sebuah tempat yang sejuk dan banyak pepohonan hijau. Sehingga membuat mereka berdua nyaman ngobrol sambil berjalan-jalan

Mereka berdua membicarakan tentang pekerjaan, memet menceritakan kepada maul seperti apa pengalamannya bekerja di sebuah perusahaan. Tidak hanya itu, memet juga mengatakan kalo dia mendapat beberapa tawaran pekerjaan tapi dia menolaknya

Terlihat memet dan maul sangat asik ngobrol dan tidak mempedulikan sekitarnya. Obrolan merekapun terpecah oleh suara teriakan seseorang dan membuat memet dan maul kaget. Memet dan maulpun menoleh ke arah seseorang yang sedang melambaikan tangan kearah mereka.

Terlihat seseorang tiba-tiba timbul dari balik pohon sawit dan melambaikan tangan kearah mereka. jarak yang tidak begitu dekat membuat pandangan memet dan maul tidak begitu jelas.

Lambaian tangan orang tersebut yang mengarah ke arah memet dan mau membuat memet merasa jika memet yang di panggil oleh orang tersebut. Namun orang tersebut.

Membuat memet sakit hati dan kecewa karena yang di panggil bukanlah memet melainkan si maul. Maul yang menyadari bahwa orang tersebut adalah temannya ia pun mendekatinya dan ngobrol berdua sementara memet merasa sakit hati melihatnya

Dari kejauhan dengan perasaan yang begitu sakit dan kecewa, memet hanya bisa memandang dengan tatapan sayu kearah maul dan temannya yang sedang asik ngobrol.

Beberapa hari setelah kejadian itu, memet berusaha melupakan rasa sakit hatinya. Maul memperkenalkan memet dengan temannya. Belakangan di ketahui temannya maul bernama Nasir. Mereka bertiga berbincang-bincang bersama. Tiba-tiba mereka di kagetkan dengan suara orang yang teriak-teriak

Sepontan mereka bertiga mendengar teriakan tersebut langsun menoleh bersamaan kearah suara yang berteriak tadi. Kali ini yang memanggi lebih memaksa dengan postur tubuh yang biasa-biasa aja mengenakan kaos tanpa lengan dan berkulit gelap

Masing-masing diantara mereka. Memet, maul dan nasir bergumam dalam hati tentang orang yang memanggil dengan teriak-teriak.

Mereka merasa tidak mengenal siapa yang memanggil ini. Hingga akhirnya mereka mengetahui siapa yang di panggil setelah orang tersebut menyebutkan sebuah nama

Petualangan Di STN

Diperbarui pada 19 desember 2017.

3 juli 2017, pagi itu aku baru bangun dari dunia mimpiku yang tidak indah, terdengar suara dering hp samsung kesayanganku, ternyata sobatku yang berada jauh di pedalaman yang menelponku.

"pagi-pagi gini tumben dia menelponku. Dan akupun mengangkat telpon darinya dan tentu saja kata pertama yang aku ucapkan adalah haloo moshi-moshi

dari pembicaraan ditelpon tersebut ia mengajakku untuk berlibur di tempat tinggalnya yang cukup jauh di perumahan PT.STN

PT.STN adalah perkebunan sawit yang sangat cukup luas 

sejenak terlintas dalam pikiranku "blogger seperti aku apakah bisa berada di tempat yang bahkan tiang listrik saja tidak ada, ah masa bodo yang penting liburannya"

Aku pun membawa perbekalan berupa sebotol sprite yang masih utuh sisa lebaran tahun ini dan dua handphone dengan baterai full serta sebuah buku dan bolpen untuk menulis inspirasi yang aku dapatkan

Aku mengajak irfan maulana untuk ikut denganku. Alasanku mengajaknya bukan karena takut ke STN yang sebagian besarnya hutan masih termasuk hutan hujan tropis. Alasanku mengajaknya agar ada teman itu yang pertama. yang ke dua, di benakku kala itu jika terjadi sesuatu denganku seperti diterkam macan di culik gorila atau nyasar. Ada irfan yang bisa menyampaikan pesanku kepada kerabatku 

singkat cerita sobatku itu datang ke babulu untuk menjemput dan kamipun berangkat sebelum masuk stn kami mampir di rumah firman untuk mengajaknya ikut kebetulan rumahnya di jalan masuk stn.

Tempat pertama yang kami datangi adalah Goa STN. Sebelum mencapai goa sobatku ini membawa kami melalui jalan tembusan versinya dia

Namun sangat di sayangkan semua jalan tembusan yang ia tunjukkan kepada kami semua tidak bisa di lalui.

Setelah singgah di masjid dan sholat kami melanjutkan perjalanan.

Di goa ini terdapat banyak hewan yang dilindungi berkeliaran bebas mulai dari reptil mamalia amfibi hewan melata. Begitu menurut info yang tertulis namun tidak seekorpun aku melihatnya.

Ini kedua kalinya aku datang ke tempat yang menurutku membosankan, pertama aku datang ke goa itu ketika jaman sekolah dulu sekitar tahun 2014/2015.

Sesampainya di goa tentu hal pertama yang kami lakukan adalah foto-foto dan kamipun masuk kedalam.

Di tempat peristirahatan terlihat toilet yang cukup menyeramkan niatku untuk buang air kecilan batal.

Sempat sobatku ini menawarkan permen mint namun aku menolak karena baru saja meminum sprite takut perut meledak jika mint campur sprite.

Mereka penasaran dengan yang aku katakan maka mereka melakukan penelitian dadakan dengan menuangkan sprite ke permen mint apakah meledak seperti yang aku katakan dan ternyata tidak terjadi apa - apa

Ketika keluar goa kami bertemu seorang lelaki berumur kurang lebih 36th 

"kalian di dalam foto-foto gak di dalam goa" kata lelaki itu

"tidak pak" jawab kami "kamera kami tidak bisa foto di tempat gelap" jelas kami.

"di dalam ada barang bagus, mau aku ambil kemarin tapi tidak sempat" kata lelaki mencurigakan itu

Sejenak aku berfikir apa yang di maksud lelaki misterius itu,

"kalian tau ini apa" ucap lelaki itu sambil menunjukkan sebuah foto dari smartphone nya.

Difoto itu terlihat cahaya hijau berkilau yang terletak di sebuah batu.

Kami mengatakan itu pembiasan cahaya karena di dalam goa itu terdapat lampu-lampu

Namun lelaki misterius itu tidak percaya dengan logika yang kami katakan, dan kamipun pergi dari tempat itu.

Berencana mau pulang namun tidak memungkinkan untuk pulang dan kami bermalam dirumah sobatku yang tidak ada sinyal internet

sesampainya di rumah affanda kami di sambut dengan baik oleh ibunya affanda dan kami si suguhi es teh serta makan sore.

Kamipun makan bersama bercerita dan bercanda tawa

Aku melihat di layar handphone ku tidak ada sinyal kala itu sejauh mata memandang hanya ada pohon sawit.

Kami keluar rumah di sore hari dan berjalan di sekitar situ kebetulan ada pakle pentol kamipun beli pentol

Mungkin di luar kalimantan ada yang tidak tau apa itu pentol Pentol adalah makanan bulat-bulat dengan diameter 3 kali besar kelereng dengan di tusuk dengan tusukan yang terbuat dari bambu di beri saus sambal ada manis dan pedas yang terbuat dari kacang. Makanan pentol ini mirip toriyaki jepang.

Malam harinya aku berencana keluar rumah sejenak menghirup udara tanpa polusi dan ingin mencari inspirasi menulis

Namun ketika itu kepalaku sakit oh siaaal rencanakan gagal akibat sakit kepala.

Sehabis isa aku pun tiduran untuk memulihkan cakraku yang sudah banyak terkuras tapi baru beberapa saat aku berbaring ibu nya affanda membangunkanku ternyata aku salah kamar.

Aku sangat merasa malu dan merasa sangat merepotkan sekali.

ketika aku terbangun pandanganku menjadi gelap aku dapat mendengar suara teman-temanku tapi aku tidak dapat melihat mereka

tiba-tiba terlihat setitik cahaya yang menarik perhatianku ternyata ketika itu sedang mati lampu, yah di stn tempat affanda tinggal lampu menyala hanya 6 jam 2 jam pagi hari 4 jam sore hari

keesokan harinya aku merasa  cakraku sudah pulih dan stamina kembali fit setelah subuh sekitar jam 6 kami sarapan pagi karena mati lampu dan gelap sarapan pagi terasa seperti sahur, dan setelahnya kami pun pulang ke babulu , yah itu menyenangkan sekali

Selama perjalanan keluar dari stn cuaca mendung dan gerimis setia mengikuti kami

keluar dari stn kami mampir di rumah firman karena hujan, di situ kami di suguhi teh hangat yang nikmat di minum saat hujan

beberapa saat menunggu hujan tak kunjung reda, aku dan maul memutuskan untuk pulang hujan-hujan rencana awal kami sih mau berenang tapi gagal karna hujan 

setelah aku mengantar maul pulang ke tambong aku pun pulang kerumah dan sejenak aku terlelap dalam tidur di cuaca yang dingin

tak berselang lama aku merasa panas, ternyata cuaca di luar sudah tidak hujan dan matahari bersinar terang

singkat cerita kami menjalankan rencana kami untuk berenang, dan di antara kami berempat hanya aku yang tidak bisa berenang

setelah itu kami memutuskan untuk pulang namun fanda dan firman ngajak makan ayam grepek yang harganya Rp.15.000 tidak termasuk minum aku dan irfan maulana hanya membawa Rp.10.000 dan akhirnya firman dan fanda menambahi kekurangan kami.

Jika sahabatmu mentraktirmu bukan berarti dia kaya atau lagi banyak uang tapi menganggap bahwa persahabatan lebih berharga dari pada uang .

Sekian perjalananku tunggu kisah berikutnya di blog ini

Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga