Diary Si Memet : petualangan di hari lebaran 2019 part 2

Perjalanan selanjutnya kami menuju rumah Pak dirham, guru Bahasa Inggris kami sewaktu di MTs dulu. Aku baru tau kalau rumahnya sudah pindah tidak di rumahnya yang dulu. Kami parkir motor di parkiran sekolah dan kami berjalan kaki ke belakang gedung sekolah sejauh kurang lebih 100 meter.

Setelah sampai di area rumah pak dirham, Samsir menunjukkan yang mana rumah pak dirham, Samar-Samar terdengar suara berisik orang yang sedang ngobrol, awalnya kami pikir itu adalah murid lain yang sedang bertamu ternyata itu adalah kawanannya pak dirham.

Dengan malu-malu kami saling dorong masuk kerumahnya pak dirham. Kami disambut dengan baik dan senyum ceria dari pak dirham, kurasa ia senang kami datang kerumahnya. Kami salaman maaf lahir dan batin.

Sangking fokusnya aku bersalaman sampai tak kuperhatikan langkahku menendang beberapa gelas yang ada di situ. Rasanya malu banget baru aja aku minta maaf sudah bikin ulah. Aku tidak melihat adanya kekesalan di wajah beliau, kuharap ia sudah memaafkanku.

Kami duduk dan menikmati camilan yang disediakan disitu, tak ketinggalan sebotol minuman merah yang bermerk fanta ia suguhkan kepada kami. Satu persatu ia menanyai kami dan kami pun menjawab sesuai dengan apa yang ia tanyakan.

Tak terasa waktu bergulir cepat dan kami pun saling kode untuk pergi melanjutkan perjalanan kami. Usai dari rumah pak dirham kami sejenak beristirahat di MTs yang sudah mengalami banyak perubahan, sejenak kami di situ sambil nunggu nasir yang sedang buang air besar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan namun kali ini kami hanya berempat karena teman basir pulang duluan.

Berikutnya rumah yang kami tuju adalah rumah guru SMA kami, yaitu ibu ani. Awalnya aku mengajak kerumah bu messi tapi nasir menolak, sebenarnya hatiku juga menolak. Mungkin karena kami memiliki kenangan yang kurang bahagia dengan beliau .

Dirumah bu ani kami tidak terlalu lama, seperti yang sudah-sudah kami ngobrol apa adanya menikmati suguhan yang ada dan minum secukupnya. Disini aku mengajarkan teman-temanku minum dengan gelas caffe yang cara memegangnya tidak biasa.

Kami rasa cukup silaturahmi ini, dan kamipun pamit melanjutkan perjalanan kami kerumah berikutnya, yaitu rumah pakle chen pemilik warung belakang sekolah tempat kami dulu langganan makan dan ngerokok. Saat itu hanya acil warung yang menyambut kami. Disuguhkannya kami buras dan kami makan secukupnya sambil bercerita masa lalu.

Rasanya seperti bernostalgia kembali. Kami mengulang cerita yang lalu seperti kisah kawanku anggit yang hpnya selalu ketinggalan di warung acil. Kami pun menceritakan teman-teman yang lain. Cukup nostalgianya, kami pun pamit melanjutkan perjalanan kami. Tak beberapa jauh kami berhenti, basir dan nasir saling menanyakan rokok, ternyata rokok mereka ketingalan di warung acil. Dan akhirnya kami balik mengambil rokok dan melanjutkan perjalanan kami menuju rumah berikutnya.

Selanjutnya rumah yang kami datangi adalah rumah pak nasib guru agama di MTs kami. Dalam hati aku sudah menduga sampai sana pasti di ceramahi. Sesampai dirumah pak nasib cukup sepi dan kami disambut oleh istri beliau serta dipersilahkan duduk sementara ibu mmemanggil pak nasib di dalam.

Pak nasib keluar dengan ceria, dia mengatakan kalo aku tambah ganteng tentu aku senang dengan pujian beliau entah benar atau tidak. Setelah itu kami di ceramahi, benar seperti yang sudah aku duga sebelumnya kami di ceramahi. Sampai-sampai kami pamit tapi tidak di izinkan. Harus mendengarkannya dahulu. Aku merasa ngantuk mendengarkan ceramah dari Pak nasib. Kami mencari cara bagaimana caranya kami bisa pergi dari situ. Aku pun mengeluarkan Hpku dan pura-pura mengecek sesuatu.

Dengan serius aku Menatap layar HP ku sembari melirik ke teman-teman yang lain. Aku pun memberanikan diri mengatakan kepada pak nasib bahwa kami telah ditunggu, dengan begitu akhirnya pak nasib mengizinkan Kami pergi melanjutkan perjalanan kami.

Rumah berikutnya adalah rumah kawan Nasir tapi ketika kami sampai di sana orangnya sedang berpergian. Basir pun pamit lebih dahulu ingin pulang karena ada masalah dengan perutnya ketika itu. Selanjutnya perjalanan Kami lanjutkan tapi hanya aku dan naksir saja.

Rumah berikutnya adalah rumah Pak Agus guru TIK kami di SMA, namun ketika kami sampai di rumahnya suasana sangat sepi Kami mencoba mengucapkan salam namun tak ada jawaban, dari pintu depan terlihat penghuni rumah yang sedang tidur maka kami putuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang aku dan Nasir bercerita apa aja yang bisa kami ceritakan. Kami bercerita mulai dari pekerjaan kegiatan sehari-hari hingga membahas tentang Asmara kami masing-masing, Selain itu kami juga menceritakan teman-teman yang lain bisa dibilang ketika itu kami sedang menggosip. Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol hingga tak terasa kami telah tiba di rumahnya Nasir. Usai aku mengantar Nasir pulang, aku pun pulang ke rumahku dalam perjalanan aku menggas motorku dengan santai sambil menikmati pemandangan kiri dan kanan yang tak begitu ramai.

Sejenak Aku merenung tentang Lebaran kali ini rasanya sepi sekali tak seperti yang dulu. Setibanya Aku di rumah, biasa-biasa saja tak ada yang menyambut ku, aku memasukkan motor ke dalam rumah mengganti pakaian dan aku rebahan di kasur ku. Kubuka hp-ku dan Kulihat ada beberapa chat dari teman-temanku yang mengucapkan maaf lahir batin.

Akupun membalas satu persatu pesan dari mereka Sesuai dengan isi pesan tersebut. Aku merasa lelah berjalan seharian, ku pasang headset di telingaku dan aku memutar lagu yang ada di handphoneku sejenak Ku Pejamkan Mata mencoba untuk santai dan merilekskan pikiran.

Ku nikmati setiap lantunan lagu yang kau dengarkan sambil sedikit melamun dan memikirkan apa saja yang datang di pikiranku. ketika itu Khayalan Tingkat Tinggi, aku merasa bosan dan kucoba menyalakan wi-fi dan aku streaming film-film yang ada di YouTube sedikit menghibur diri.

Mungkin Cukup sekian postingan aku tentang lebaran ini, nggak tahu mau nulis Apalagi, aku bingung mau nulis apa lagi, Aku bingung lanjutnya bagaimana lagi, jadi aku Akhiri Saja sampai disini. Paling tidak dengan basa-basi ini postinganku mencapai 1000 kata kalau nggak percaya kalian boleh menghitung sendiri secara manual.

Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAMAT.

Diary si Memet : Petualangan di hari lebaran 2019 part 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Postingan kali ini aku akan menceritakan perjalanan lebaran ku ke rumah orang-orang serta mereview makanannya walaupun tak semua.

Subuh itu aku terbangun terdengar sayup-sayup lantunan Takbir yang menggema. Aku terbangun dengan mata yang masih mengantuk kucoba untuk meninggalkan tempat tidurku yang nyaman, aku mengambil handuk dan pergi untuk mandi.

Selesai mandi aku mengenakan pakaian terbaikku di hari lebaran itu. Aku berdiri di depan kaca memandangi diriku kuperhatikan wajahku sambil berkata “ternyata aku ganteng juga ya”.

Sambil menunggu orang berdatangan memenuhi masjid aku mengambil satu bungkus sachet Luwak White Coffee. Aku Panaskan air hingga mendidih dan ku Seduh Luwak White Coffee.

Setengah jam berlalu tak terasa kopiku sudah dah mau habis kulihat dari jendela orang sudah pada berdatangan ke masjid dan akupun mengambil air wudhu dan pergi ke masjid.

Masjid yang letaknya berada di samping rumah aku sangat terjangkau untuk aku capai dan aku sengaja tidak menggunakan sandal takut nanti sendal ku hilang.

Sunnah nya pulang dari sholat ied harus melewati jalan yang berbeda, lantas membuatku sedikit bingung harus pulang lewat mana karena jalan yang aku lalui adalah jalan satu-satunya untuk pulang dan pergi. Jadi aku putuskan pulang loncat pagar. Pagar tersebut adalah pembatas antara rumahku dan masjid.

Selesai sholat aku sungkem dengan keluargaku meminta maaf lahir dan batin seperti orang-orang lebaran pada umumnya. Setelah itu aku memanaskan motor Jupiter MX King milikku dan bersiap-siap untuk pergi.

Ketika aku sedang memanaskan motorku, ada temanku yang kebetulan lewat di depan rumahku dan aku memanggilnya untuk mampir sejenak. Kami bersalaman saling memaafkan seperti orang-orang lebaran pada umumnya.

Namun karena ia tak bisa berlama-lama segera ia pamit untuk pulang karena sudah ditunggu oleh orang tua dan keluarganya, karena searah aku menawarkannya ikut bersamaku ku antarkan pulang namun ia menolak dan lebih memilih untuk jalan kaki.

Tak lama setelah itu aku pergi kerumah nasir, sampai di rumah nasir suasana begitu sepi dan aku sempat berfikir jangan-jangan ini prank lebaran. Terlihat pintu rumahnya terbuka dan aku mengucapkan salam yang biasa di ucapkan oleh umat muslim saat bertamu kerumah orang.

Dua kali salam tak ada jawaban, terlintas niat untuk pulang namun aku tidak menyerah dan mengucapkan salam yang sama sekali lagi. Aku berfikir mungkin tidak akan di jawab. Kubalikkan badan dan melangkah pulang.

Baru satu langkah terdengar samar-samar seseorang menjawab salamku. Ternyata itu mamanya nasir dan menyuruhku masuk. Aku pun maaf lahir batin dengannya. Berdasarkan info yang aku terima, nasir serta adik dan ayahnya masih berada di masjid belum pulang.

Aku pun dipersilahkan duduk dan menunggu diruang tamu. 20 menit aku menunggu nasir pun datang ternyata habis memperbaiki rantai karena busi motornya kotor. Kurang lebih begitulah intinya saat itu motornya konslet.

Setelah beberapa saat berbincang-bincang dengan Nasir serta sudah menikmati buras kami pun pergi untuk kerumah teman dan guru. Kami pergi tak hanya berdua namun Basir dan juga Samsir yang tidak lain adalah adik dari Nasir juga ikut bersama kami.

Yang pertama kami datangi adalah rumah pak pendi guru TIK kami saat di madrasah tsnawiyah (MTs). Kebetulan saat kami tiba di situ juga sedang ada sekelompok manusia yang sedang bertamu. Lantas kami langsung ikut bergabung dan berbaur dengan mereka. Dan kami pun ikut bersalam-salaman.

Tapi sepertinya kami salah tempat duduk. Kami duduk di sudut yang berbeda dengan pak pendi. Kami pun menyusun strategi setelah 3 menit bisik-bisikkan akhirnya kami putuskan untuk pindah tempat duduk ke dekat pak pendi. Yang awalnya pak pendi cemberut tersenyum melihat kami.

Kami pun ngobrol saling menanyakan kabar serta sedikit canda tawa Ada hal menarik Ketika aku bertanya kepada Pak Pendi.

“pak kapan nikah” tanyaku dengan santun. Disaat yang bersamaan Bachir mencolek pahaku seperti seolah mengisyaratkan sesuatu namun aku tidak mengerti apa yang ia maksud dan Pak Pendi pun menjawab pertanyaanku.

“ Insya Allah tahun ini” Ucap pak Pendi memberi jawaban. Aku pun mengaminkannya, pak pendi pun membalikkan keadaan dengan pernyataan “kalo mau duluan silahkan gak usah nunggu saya”

Aku pun menjawab dengan jawaban yang sudah aku persiapkan jika ada pertanyaan semacam ini.

“belum ada wanita yang beruntung mendapatkan saya pak” ucapku dengan sombong.

Dengan cepat nasir menanggapi jawabanku dengan pernyataan yang membuatku sedikit terhempas.

“bukan belum ada yang beruntung tapi belum ada wanita yang sial” kata nasir dengan cengengesan.

Kami pun tertawa bersama-sama dan tak lama setelah itu kami saling kode dan pamit untuk melanjutkan perjalanan.

Jajan lebaran yang disajikan cukup banyak namun kala itu aku hanya mengambil kacang dan segelas Aqua sambutan yang diberikan keluarga Pak Pendi pun cukup baik dan ramah.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke rumah Irfan Maulana salah satu anggota LGS sebelum sampai rumahnya kami melewati rumah kawan kami yaitu rachtian Anggi Wicaksono rumahnya terlihat sepi dengan pintu yang terbuka lebar kami berencana untuk mampir tapi kami pikir tak ada orangnya ternyata benar terakhir kami mendapat info Anggit masih berada di Jawa menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Sesampainya di rumah Irfan terlihat Irfan merenung di depan pintu rumahnya sambil duduk jongkok dan memakan cemilan

Kala itu ada segerombol manusia yang keluar dari rumah Irfan sepertinya mereka juga bertamu dan pulang ketika kami datang kamipun berpapasan dengan segerombol manusia tersebut beberapa diantaranya ada yang kami kenal nah salah satunya adalah adik dari temanku yaitu Charles adik dari Wir Jaya yang saat ini masih ada di Jawa mengenyam pendidikan di pesantren.

Kami datang Irfan pun masuk ke dalam rumah seolah-olah akan menyambut kami namun begitu kami memasuki pintu rumahnya dia hanya duduk jongkok samping pintu sambil mengulurkan satu jarinya Mungkin ia tak mau bersalaman.

Tak terlalu lama kami berbincang-bincang di rumah Irfan kami pun memutuskan untuk lanjutkan perjalanan dan kami pun mengajak Irfan untuk ikut bersama kami.

Makanan yang disuguhkan juga beragam dan cukup banyak aku mengambil segelas teh Rio begitupun dengan yang lainnya ketika kami akan pamit akupun mengumpulkan sampah minuman kami dan semua itu ku serahkan kepada Irfan.

Perjalanan selanjutnya kami ke rumah Akbar teman MTS ku juga sahabatku kalau itu di rumahnya cukup ramai banyak orang dan kami disambut dengan baik usai salam-salaman kami duduk dan menikmati cemilan serta minuman yang ada di situ

beberapa lama kami menunggu Aku pun tak kunjung datang akhirnya Nasir mencoba untuk masuk rumah Akbar lebih dalam lagi dan menemukan Akbar di dalam sana. Rupanya Akbar tak mau keluar karena ia pemalu satu hal yang kutahu ya sudah tak seperti yang dulu.

Seperti ada sesuatu yang tertukar di antara kami dulu aku merokok dan sekarang tidak sementara dulu Akbar benci dengan rokok tapi sekarang perokok lagi lagi disitu aku menikmati kacang dengan aneka ragam makanan yang lain tidak semua aku coba aku hanya mengambil apa yang ingin aku makan saja.

Sudah ada empat Irfan Maulana pergi dari rumah Akbar meninggalkan kami semua entah dia mau kemana Aku pun tak tahu namun tak Berapa lama Ia pun kembali setelah Irfan kembali kami berencana melanjutkan perjalanan

Kami berhenti sejenak di rumah Nasir untuk merencanakan akan pergi kemana serta kami berencana mengajak Rizal teman kami namun ia sedang sibuk membantu orang tuanya yang sedang berjualan.

Kami pun tak bisa membujuk Irfan dan ia pun pulang meninggalkan kami dan kami pun pergi hanya ber lima sebelumnya ada salah satu teman basir sedang ikut dengan kami.

To be continue. ! ! !

Diary Si memet : bidadari kelotok antara jodoh atau bukan dan petualangan di rumah sakit balikpapan

Assalamalaikum. Wr. Wb

Hari ini senin, 22 april 2019 berada di RSUD gunung malang balikpapan. Hari minggu kemarin aku baru saja tiba di rumah bude ku di balikpapan kilo 1 mes projakal. Berangkat dari babulu pagi jam 7 perjalanan menggunakan taksi. Orang kota mentebutnya mini bus karena dapat memuat kapasitas penumpang hingga 12 orang.
Kemudian tiba di penajam sekitar jam 08:30 sempat melihat jam di layar hp. Sebelum naik armada laut yang bernama kelotok aku dan mamaku mampir di warung sekedar membeli air mineral dan naraya minuman kedelai kesukaanku. Kami mengatakan kepada penjualnya mau membeli aqua botol, tapi pedagang itu malah memberikan 1 botol orig. Sugguh jauh dari kata sempurna.
Sebenarnya aku takut naik kelotok dan ini satu-satunya kelemahanku, aku terpaksa naik kelotok pertama karena aku tidak membawa motor dan yang kedua jika naik fery maka akan sulit angkot setiba di kariyangau, jadi memutuskan naik kelotok.
Posisi kelotok yang goyang membuatku susah untuk menyeimbangkan diri. Dari pada jatuh dan malu aku melepas tasku untuk mengurangi beban bawaanku selain membawa badan sendiri yang berat.
Tas aku lempar ke kursi penumpang nyaris saja menenai seorang bapak-bapak yang santai merokok di sana. Namun dengan keahlian teknik ninjaku, tas mendarat tepat pada tempat duduk. Sebenarnya lemparanku tidak tepat sih, sasaranku adalah kursi yang di sebelahnya lagi.
Dengan rasa yang sok berani, aku duduk santai di kursi yang gak nyaman dengan hati yang risau serta perasaan yang tak menentu. Tak lama kelotok di penuhi oleh penumpang mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tak hanya itu, anak muda pun banyak yang naik kelotok.
Salah satunya ada cewek cantik duduk di sebelahku. Benar-benar wujud wanita idamanku, tertutup berjilbab panjang cantik kelihatannya sih solehah.
Aku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan. Namanya adalah anisa safitry berasal dari banjarmasin tujuan ke samarinda umurnya 23 tahun (aku 24) di samarinda ia bekerja di tiiiiiiiit (sensor) dia tadi diantar oleh orang tuanya sampai penajam. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Semua info itu aku dapatkan bukan dari perkenalan. Aku nguping pembicaraannya dengan orang cowok di sebelahnya yang lebih dahulu. Si cowok mencatat nomor hp si cewek. Sampainya di kampung baru balikpapan ketika akan turun dari kelotok, cowok yang tadi minta nomor cewekku ia terpeleset dan hp nya jatuh ke air dan tenggelam di teluk balikpapan sontak aku mengucapkan alhamdulillah.
Hahahaaa. Terlihat kekesalan kecewa dan sedih di raut wajahnya. Sekilas ia menatap sinis kearahku entah apa yang ada di pikirannya, setelah itu ia pergi dengan rasa kecewa tanpa mempedulikan hp nya yang jatuh di teluk balikpapan. Mungkin sudah di makan paus hahahahaa.
Setelah itu aku dan mamaku juga pergi meninggalkan kampung baru menuju rumah budeku.

Singkat cerita hari ini 22 april 2019 aku berada di RSUD gunung malang balikpapan. Sesuai namanya kami malang di ini. Berangkat dari rumah budeku jam 07:00 menuju RSUD gunung malang. Datang langsung ambil daftar ambil nomor antrian.
Kagetnya bukan main melihat angka di nomor antrian tersebut nomor urut 122. Padahal baru jam 07:30. Memang sih yang datang sudah banyak tapi ini di luar ekspetasiku, gak menyangka dapat nomor utur diatas 100.
Tapi aku pikir ini sebentar aja, ternyata setelah sekian lama menunggu tepat pukul 12:10 nomor urut 122 dipanggil. Sangat lama nunggunya. Setelah itu urusan belum selesai, untuk ke poli kandungan harus antri lagi.
Di poli kandungan dapat nomor antrian 008 kupikir ini sebentar aja, gak taunya jam 13:00 baru di panggil masuk ternyata dokternya rapat.. sambil menunggu di panggil aku dan mamaku ke kantin untuk isi perut soalnya dari pagi belum ada makan Mamaku pesan kuah sup dan nasir sementara aku pesan nasi campur .
"Bu, pesan kuah sup pakai nasi dan nasi campur"
"Nasi campurnya pakai lauk apa" kata ibu penjual.
Emmm (sambil mikir)"pakai ayam goreng tepung aja bu" kata aku
"Gak ada mas" sedikit kaget aku "adanya fried chicken"
Dari pada berdebat sementara debat sudah selesai jadi ku iya-kan aja yg dikatakan ibu itu. setelah mendapat rujukan. Kami pulang, ku buka hp dan ku buka aplikasi ojek online yang warna hijau itu.
Kami pesan go-car. Diperjalanan banyak ngobrol sama bapak supir sempat sedikit berdebat karena go-car nya nyasar gak sesuai rute. Setelah lama berdebat akhirnya bapak go-car nya masuk jalur yang benar sesuai aplikasi.
Rencana besok 23 april 2019 pagi kami akan ke samarinda naik tayo.
To Be Continue. . . . . .




















Diary si Memet : pengalaman luar biasa yang Takkan Terlupakan sepanjang masa

Assalamualaikum. Wr. Wb

Halo semuanya apa kabar, semoga baik-baik aja ya. Yak kali ini aku kembali mengisi posting di blog ini setelah beberapa waktu lama tidak menulis, dikarenakan banyak kegiatan dan pekerjaan yang membuatku tidak sempat untuk mengisi tulisan disini.

Selain itu alasan lain aku lama tidak menulis adalah, karena aku merasa kurang bersemangat untuk menulis lagi. Itu semua karena Google Plus tidak bisa digunakan lagi, jadi tidak ada tempat untuk aku mempromosikan tulisanku. Walaupun ada Facebook dan media sosial yang lainnya rasanya kurang efektif.

Kenapa sekarang aku kembali menulis lagi, itu bukan karena ada tempat untuk promosi tapi karena aku memang lagi ingin menulis. Sekarang aku tidak terlalu peduli Apakah tulisanku ini akan ada yang membacanya atau tidak. Syukur jika masih ada yang mau membaca tulisanku ini namun jika tidak ada juga tidak apa-apa.

Di zaman sekarang ini orang lebih menyukai YouTube daripada blog. Orang lebih banyak tertarik dengan video atau audio visual daripada membaca artikel melalui komputer atau smartphone itu termasuk alasan kenapa blog menjadi sepi.

Baru saja kita melewati pemilu pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 semoga siapapun nanti yang menjadi presiden ya bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik sejahtera dan merdeka serta bebas dari hutang negara.

Aku sebenarnya nggak tahu sih apa yang mau aku tulis... emmm mungkin aku akan membahas beberapa agenda dan kegiatanku kedepannya Aku menulis ini pada hari Jumat 19 April 2019.

Kemungkinan Nanti hari Minggu 21 April 2019 aku sama mamaku akan pergi ke Samarinda untuk melakukan kontrol dan operasi Untuk Mamaku kontrol apa dan operasi apa Silakan baca di postinganku yang sebelum-sebelumnya.

Tapi sebelum ke Samarinda aku akan mampir di Balikpapan mungkin sekitar 1, 2 atau 3 hari untuk membuat rujukan online.

Pertama aku akan mengunjungi rumah sakit Umum Gunung Malang Balikpapan, Kemudian dari Rumah Sakit Gunung Malang Balikpapan lanjut ke Rumah Sakit kanujoso Balikpapan, Baru setelah itu terbang ke Samarinda menuju rumah sakit umum Abdul Wahab Sjahranie.

Berbicara soal Samarinda ibukota Kalimantan Timur banyak hal dan peristiwa yang tak bisa kulupakan selama aku di sana.

Mungkin pembahasanku akan beralih topik. Aku akan bercerita sedikit tentang Samarinda. mungkin aku akan menceritakan peristiwa peristiwa yang aku alami di Samarinda. Dari yang biasa sampai luar biasa sampai yang tidak biasa akan aku ceritakan Tapi tidak semua sisanya untuk bahan tulisanku kapan-kapan hehehe.

# menerobos lampu merah.

Itu kejadian ketika aku belum terbiasa menggunakan motor di keramaian kota karena tempat asalku di desa yang kendaraannya tidak seramai di kota. Ketika itu aku habis pulang dari rumahku bersama dengan 2 orang teman ku menggunakan 2 motor, waktu itu aku membonceng seorang temanku dan 1 orang temanku lagi menggunakan motor di belakang .

Namanya di kota banyak perempatan dan pertigaan dan ketika itu aku belum hafal jalan dan tentu saja aku tidak terlalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada di sekitar ketika itu di depan ada dua jalan belok kiri atau lurus.

Karena aku lupa jalannya maka aku bertanya dengan temanku yang ku bonceng Ternyata dia tidak tahu juga maka Iya bertanya kepada temanku yang menggunakan motor di belakang dan temanku yang pakai motor di belakang mengatakan lurus sembari memberikan aba-aba jalan lurus.

Teman yang aku bonceng juga mengatakan jalan lurus sontak aku mengambil jalan lurus tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas ketika itu sedang lampu merah dan aku menerobosnya tanpa merasa bersalah tentu saja banyak yang marah yang Mengklaksonin kami berkali-kali.

Awalnya aku bingung apa yang terjadi kenapa orang-orang pada klaksonin kami aku baru sadar ketika temanku memberitahu bahwa kita sudah menerobos lampu merah berhenti pun tak bisa terpaksa lurus aja untungnya tidak ada yang polisi yang berjaga Alhamdulillah Sami terbebas dari tragedi yang ada.

Mungkin segini saja deh tulisan aku kali ini aku bingung mau nulis apa sebenarnya masih banyak cerita tapi aku simpan untuk cadangan tulisanku kapan-kapan kalau aku tulis semua nanti aku tidak ada bahan tulisan lagi.

Entah Tulisan ini ada yang membaca atau tidak ya tidak apa-apa tidak punya ini bisa menjadi dokumentasi saja.

Sekian dan terima kasih

Diary si memet : ngobrol bebas dengan topik yang gak jelas

Assalamualaikum. Wr. Wb

Akhirnya aku pulang ke desa babulu darat setelah sekian bulan aku di Samarinda, dan aku baru sempat menulis postingan hari ini.

Ini adalah diary ku, catatanku, meskipun begitu tapi aku bingung kali ini mau menulis apa, karena aku merasa akhir-akhir ini tidak ada yang menarik yang bisa aku ceritakan.

Yang aku khawatirkan adalah kalian wahai para pembaca setiaku. Ya aku khawatir sama kalian, aku khawatir jika aku menulis sesuatu yang tidak menarik, para pembacaku akan berpindah ke blog nenasire atau ke blog Inspirasi Tanpa Kategori .

Tentu sebagai seorang blogger aku tidak ingin kehilangan para pembaca blogku. Ya memang sih isi blogku hanya catatan harianku walaupun aku gak setiap hari nulis. Akan sangat merepotkan bila aku menulis setiap hari.

Tapi keren juga sih kalau bisa nulis setiap hari, seperti atta halilintar yang membuat video setiap hari hingga subscriber nya 11 juta dan menjadi king of youtube, kali aja bisa mencontoh dan menjadi king of blogger.

Aku nulis ini pakai hp aja, tapi hp ku lagi rusak, kata kawanku sih LCD nya belum ada dana untuk memperbaikinya, tapi gak papa masih bisa di pakai untuk menulis. Doakan aja ya aku punya hp baru supaya bisa terus menulis, ya kalau kalian mau mendoakan aku punya laptop gak papa kalau boleh reques laptop alienware ya heheheheee.

Sudah 2 minggu aku di babulu, yaaa 2 minggu lebih lah tadi aku hitung 16 hari sampai hari ini. Selama 2 minggu ini hari-hariku sepi kerjaan berantakan, seminggu yang lalu mesin cucian motorku di rusak sama orang. Setelah di perbaiki sepi gak ada yang cuci motor.

Apakah motor orang gak ada yang kotor sehingga gak mampir atau mereka gak punya uang untuk cuci motor. Kurasa alasan yang paling tepat adalah mereka cuci motor di tempat lain disini makin banyak orang buka pencucian motor.

Selain itu aku juga belum bisa mencari pekerjaan yang lain, karena tidak lama setelah ini aku berangkat lagi ke Samarinda untuk kontrol mamaku.

Aku sudah keliling desa babulu walaupun Cuma di jalan luar aja sih dan aku perhatikan sudah banyak perubahan sejak aku tinggalkan 8 bulan yang lalu. Pusat perbelanjaan banyak, toko-toko juga bertambah.

Begitu juga dengan teman-temanku, aku sudah bertemu dengan beberapa temanku banyak perubahan di diri mereka. Tapi ada satu temanku yang sama sekali gak ada perubahannya.

Mau kusebutkan nanti orangnya tersinggung, gak di sebutkan gak asik, yaudah inisialnya aja ya. Inisialnya NASIR, Bagi kalian yang tau diam-diam aja jangan di kasi tau nanti orangnya marah kan jadi gak enak.

Beberapa malam yang lalu aku sempat ngobrol-ngobrol sama dia tentang youtube dan juga blog, kami membicarakan mau seperti apa kedepannya nanti.

Yang jelas akan ada sesuatu yang akan kami buat karena sangat rahasia kami belum bisa memberitahukan ke public.

Ngomongin soal youtube aku akan kembali terjun ke dunia youtube tapi dengan channelku sendiri dan konten-kontenku sendiri, apa kontennya belum bisa aku kasi tau sekarang.

Di postingan kali ini kayanya gak jelas ya. Seperti ngobrol-ngobrol aja tapi aku berharap kalian tetap terhibur.

Akhir-akhir ini banyak temanku yang menikah tapi satupun tidak ada yang aku datangi hehehee

Bukannya aku gak mau datang sih tapi yaa ada alasan yang gak bisa aku jelaskan kenapa aku gak bisa datang. Susah untuk menjelaskannya bisa aku rasakan tapi tidak bisa aku bahasakan. Itu kata-katanya affanda aku copas.

Karena banyaknya teman yang menikah, maka banyak juga pertanyaan kapan nikah. Jelas ini pertanyaan yang menyebalkan bagi sebagian orang, termasuk aku jadi tolong jangan tanyakan hal itu.

Yah mungkin cukup sekian dulu ya sampai sini aja kita cerita-ceritanya. Aku mau membuat konten untuk blogku yang lain.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya aku harap kalian terhibur dan tidak bosan, silahkan bila ingin meninggalkan komentar.

Assalamualaikum. Wr. Wb

Diary si memet : Kemoterapi Dan Radioterapi

Assalamualaikum. Wr. Wb

Heyyow apa kabar sobat semua semoga alhamdulillah dalam keadaan sehat sejahtera tanpa kurang suatu apa pun sekeluarga dan setanah air.

Sudah lama nih gak nulis terakhir tentang Diary Si Memet : RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE (AWS) lama gak nulis dikarenakan banyaknya kesibukanku di kota samarinda mengurus mamaku yang lagi dalam pengobatan penyakit kanker serviks yang di alaminya.

Saat aku menulis tulisan ini aku sedang berada di ruangan rawat inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda saat aku menulis ini mamaku lagi rawat inap sobat rencana mau ada operasi untuk ganti selang DJ stan dan aku sempatkan untuk membuat tulisan ini.

Oke, seperti yang pernah aku katakan di postingan sebelumnya. Aku akan membahas tentang Radioterapi dan Kemoterapi dua jenis pengobatan untuk kanker yang di jalani oleh mamaku selama berobat di sini.

Mungkin Radioterapi belum banyak yang tau, aku akan memulai dengan membahas kemoterapi terlebih dahulu, karena pasti banyak yang penasaran sama kemoterapi.

KEMOTERAPI

Apa yang terlintas di pikiran kalian saat mendengar kemoterapi ??? Alat-alat canggih kedokteran, mesin besar yang di masuki orang atau sesuatu yang menakutkan sehingga membuat orang menjadi botak.

Jika itu yang kalian pikirkan, kalian bayangkan semuanya salah. Kemoterapi bukan sesuatu yang menakutkan atau mengerikan. Jika kalian pernah melihat orang di infus maka seperti itulah kemoterapi hanya saja obat di dalamnya yang membedakan seperti gambar di bawah ini.


inilah kemoterapi yang di lakukan oleh mamaku hanya di infus tidak menggunakan alat macam-macam.

kenapa bisa sampai botak ?

Obat yang di gunakan adalah obat yang dapat membunuh sel-sel hidup dalam tubuh seperti sel rambut (bulu) sel darah merah leukosit atau darah putih termasuk membunuh sel kanker dari dalam.

Kemoterapi terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu kemo berat dan kemo ringan, tergantung jenis kanker, stadium dan fisik. Kemo berat membuat orang mengalami rontok hingga botak sementara kemo ringan hanya rontok srdikit-sedikit saja obat kemo memiliki radiasi bahkan aku yang gak kemo tapi berdekatan dengan mamaku juga ikutan rontok rambutku tapi sedikit aja gak banyak, kemoterapi juga menimbulkan beberapa efek samping yang gak bisa aku jelaskan semuanya.

Radioterapi

Adalah salah satu pengobatan untuk kanker dengan mengunakan sinar radioaktif yang di dekatkan ke pasien terutama di bagian yang ada kankernya. Pasien tidak akan merasakan apa pun biasa-biasa saja.


ini adalah ruangan sinar radiasi

pasien menunggu antrian untuk sinar radiasi

Total terapi sinar yang di lalui mamaku sebanyak 38 kali setiap Senin sampai jumat. Sinar itu awalnya biasa-biasa saja tapi setelah beberapa hari sinar kulit akan terasa panas dan gosong atau menghitam efek sinar radiasi di dalam tubuh akan bertahan selama 6 bulan itu yang di katakan dokter.

Mamaku menjalani itu semua selama 3 bulan sinar 38 kali dan kemo nya 4 kali, kemo ringan aja nanti kontrol pertama 16 januari 2019.

Mamaku ada rencana mau pulang sih ke babulu darat tapi belum pasti lihat kondisi mamaku dulu, kalau sudah agak sehatan ya mungkin pulang dulu nanti sebelum tanggal 16 januari ke sini lagi. Tapi kalau belum memungkinkan ya mungkin bertahan di sini aja sampai kontrol pertama.

Di sini aku gak ada keluarga jadi aku tinggal di rumah singgah KSK (komunitas support kanker) tinggal di rumah singgah itu gratis tidak di pungut biaya dan makan juga di jamin (bahan sudah ada tinggal masak sendiri).

Kapan-kapan aku akan menulis tentang rumah singgah dan KSK tadi tapi aku belum mendapat izin untuk hal itu dan aku juga belum melakukan sesi wawancara dengan pengurus KSK bila nanti sudah mendapat izin dan sudah wawancara maka aku akan menulis tentang rumah singgah dan KSK.

Buat sobat semua yang membaca tulisan saya ini. Mohon doa nya untuk kesembuhan mamaku yang sedang berjuang melawan kankernya.

Selama di sini juga aku memiliki suka duka nanti ada waktunya aku tuliskan suka dukanya. Untuk saat ini mungkin itu aja dulu yang bisa aku tulis mohon maaf bila ada kesalahan .

Salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu sehat wal afiat panjang umur dan banyak rejeki jangan lupa dukung blog ini dengan terus update mengunjungi blog ini supaya saya juga ada semangatnya untuk membuat karya tulis

Wasalamualaikum. Wr. Wb.

Diary Si Memet : RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE (AWS)

Balik lagi di catatan si memet, Postingan kali ini sebenarnya aku ingin melanjutkan cerita di balikpapan tapi karena 2 alasan yang gak bisa aku jelaskan, maka aku melanjutkan cerita di samarinda.
Dari awal aku menginjakkan kaki di kota tepian ini sudah selama hampir 3 bulan, sempat sekitar seminggu balik ke desa babulu darat penajam paser utara selama 10 hari. Di samarinda aku menemani mamaku yang sedang sakit kanker servik di rumah sakit umum AWS Abdul Wahab Sjahranie.

# Antrian nomor BPJS 

Cerita aku mulai dari antrian bpjs, ada yang menarik saat antrian bpjs di RSUD AWS Samarinda, tempat antriannya berada di pos satpam, antrian di buka mulai pukul 6.00

Pagi Untuk bisa masuk antrian pagi maka sebelum jam 6 pagi sudah mengantri dan antrian di tutup jam 7 pagi dan antrian di lanjutkan di buka pukul 8 pagi di dalam rumah sakit yang artinya akan semakin lama, Orang-orang yang ikut antrian pagi kadang datang jam 5 pagi bahkan ada yang datang jam 3 pagi, yang antri adalah pasien atau keluarga yang mewakili.

Tidak ingin kalah dari yang lainnya aku pun ikut antrian bpjs untuk mamaku. Aku sangat berambisi mendapatkan nomor 1 agar nantinya mamaku tidak terlalu lama untuk di panggil dan melanjutkan ke poli untuk di periksa dokter. Ketika besok mau antrian, jam 8 malam aku sudah tidur dan bangun jam 2 pagi seperti yang aku harapkan.

Karena jarak kos dengan rumah sakit dekat maka aku jalan kaki sesampainya di tempat antrian bpjs aku merasa senang karena belum ada orang. Tapi ternyata sudah ada beberapa botol yang berjajar di depan pintu satpam Botol-botol tersebut sebagai tanda tempat pemiliknya.

kadang orang menaruh helm tas batang pohon batu atau apa saja yang bisa di gunakan sebagai tanda. Dan akupun meletakkan botol aqua milikku yang masih bersegel serta aku bungkus plastik dan aku tempel tulisan di plastik itu dengan tulisan “JANGAN DI PINDAH, ALLAH MAHA MELIHAT”.

Setelah itu aku kembali pulang ke kos dan balik ke pos satpam jam 5.30, ternyata sudah semakin banyak orang dan juga botol-botol yang berjajar di situ saat pintu di buka dan antrian di mulai, orang-orang berlarian ke tempat botol atau tanda mereka masing-masing dan aku dapat urutan nomor 7. Jauh dari harapan.




# Antrian untuk dapat nomor urut 1 di radioterapi.

Salah satu pengobatan yang di jalani oleh mamaku adalah sinar atau terapi sinar. Dari ruang radioterapi aku di kasi kertas untuk meminta jaminan di BPJS (tidak ada hubungannya dengan antrian yang sebelumnya) kertas tersebut yang aku gunakan setiap hari untuk meminta jaminan di BPJS.

Pintu poliklinik rumah sakit di buka jam 7.30 tpi aku dan kawan-kawan seperjuangan yang sama-sama terapi sinar lewat samping dan belakang untuk masuk ke poli dan meletakkan berkas di bpjs sebelum petugas datang.

Yang uniknya itu kami semua selalu dulu-duluan meletakkan berkas di bpjs siapa yang duluan itu yang namanya di sebut pertama untuk dapat jaminan biasa di sebut 10 orang 10 orang dulu.

Untuk mendapatkan nomor urut 1 di radioterapi kami berlari dari bpjs ke ruang radioterapi, rumah sakit aws ini sangat luas jarak antara bpjs ke radioterapi cukup jauh lewat beberap tikungan dan koridor itu untuk mengisi absen dan no urut 1.

Kebetulan jadwal mamaku kena jam 3 jadi harus dapat urutan 5 besar agar tidak pulang kemalaman. Jadwal pagi jam 8 ada 12 orang, jadwal jam 10 ada 14 orang, jadwal siang jam 1 ada 13 orang jadwal sore jam 3 ada 16 orang. Jadwaal berdasarkan jumblah terapi sinarnya.

Seperti mamaku yang dapat 38 sinar jadwalnya jam 3 nanti kalau sudah tinggal sedikit sinarnya misal sisa 10 pindah jam 8 pagi.

#teman baru


Selama di sini aku dapat banyak teman baru. Sangking seringnya ke rumah sakit petugasnya hapal wajahku. Sekarang aku tidak kos lagi demi megirit biaya kami pindah ke rumah singgah senyum borneo yang jaraknya agak jauh dari rumah sakit, untuk itu aku meminta motorku di kirim ke samarinda untuk aku gunakan antar mamaku ke rumah sakit setiap hari.

Dirumah singgah aku dapat banyak teman di radioterapi juga banyak teman dari yang tua sampai yang muda, ada satu bapak-bapak jadwal jam 3 selalu nomor 1 dan dia di juluki pak rt nya radioterapi tapi sejak aku masuk jadwal jam 3 dia selalu berada di urutan 2 dan aku yang pertama foto pak RT yang ada di sampingku nama aslinya pak mubin.

Di posting selanjutnya aku akan menjelaskan tentang terapi sinar dan kemoterapi yang banyak di takuti orang-orang.

Diary Si Memet : Perjalanan Ke Kota Balikpapan

Malam itu aku sendiri di rumah, mama ku lagi ke Balikpapan buat berobat. Malam itu kabarnya yang aku dengar mamaku akan menjalani operasi biopsi di rumah sakit gunung malang Balikpapan dan aku hanya bisa berdoa dari rumah.

Lantaran sepi aku menghubungi nasir dan basir mengajaknya untuk bermalam di rumahku. Sekitar jam 8 malam mereka tiba di rumahku. Rasanya menyenangkan jika ada mereka. Dan kami bertiga berbincang-bincang hingga larut malam.

Esokan paginya bule ku yang tinggal di samping rumahku menyuruhku berangkat ke balikpapan aku pun memberi tau nasir dan basir, dan nasir membangunkan basir yang masih terlelap tidur. Mau tidak mau mereka harus angkat kaki dari rumahku karena akan di kunci.

Aku pun menunggu angkutan umum di depan rumahku. Terlihat nasir dan basir masih duduk-duduk di depan rumahku sambil berbicara sesuatu yang tidak dapat aku dengar. Tak lama mereka menaiki motor mereka dan melambaikan tangan kearahku dab aku pun melambaikan tangan kearah mereka.

Tak lama setelah itu terlihat dari kejauhan angkutan umum yang aku tunggu-tunggu, aku melambaikan tangan ke arah angkutan umum tersebut dan berhenti tepat di depanku.

Aku pun naik dalam angkutan umum tersebut, butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai ke penajam setelah itu nantinya akan menyeberangi teluk Balikpapan menggunakan kapal kelotok.

Dalam angkutan umum tersebut terdiri dari delapan bangku di belakang serta dua bangku di samping supir terlihat tiga orang di deretan belakang tertidur sangat lelap dan 3 bangku di depannya di isi oleh ibu muda yang menggendong bayinya.

Aku pun duduk di samping ibu itu.
“Mau ke mana mas” tanya ibu itu padaku.
“kebalikpapan mba” jawabku singkat
“mau ngapain mas kalo boleh tau” tanya ibu itu lagi.
“ada urusan keluarga mba” jawabku” mba sendiri mau kemana” aku bertanya balik.
“mau ke balikpapan mas ada urusan keluarga juga” aku hanya membalas dengan senyuman.

Aku bergumam dalam hati, apakah ibu ini tidak bisa merangkai dan menyusun kata-kata atau apakah ia tidak punya jawaban yang lain sehingga harus mencontek jawabanku. Ibu itu berusia 22 tahun aku melihat dari KTP nya saat ia membuka dompetnya.

Beberapa saat sepi dan sunyi semua penumpang tertidur kecuali aku supir dan ibu tadi. Tak beberapa lama ibu itu tertidur dan kepalanya tersandar di bahuku. Jelas aku terkejut tapi tidak tega membangunkannya.

Tak berapa lama supir menghentikan mobil karena ada yang mau naik dan satu-satunya bangku yang kosong ada di sebelah kiriku. Ternyata itu seorang wanita muda dan cantik dia kawan lamaku, ia duduk di sampingku dan hal pertama yang ia tanyakan adalah

“met ini istri dan anakmu kah” temanku menunjuk ibu yang tidur bersandar denganku.
“bukan, gak tau siapa” jawabku dengan nada pelan.
Perjalanan masih cukup jauh orang-orang masih tertidur tak lama temanku ini ikutan menyandarkan kepalanya di bahu kiriku dan berkata “numpang bantalan ya met ngantuk nih” aku hanya diam tanpa menjawab apa-apa. Supir di depan melihatku dari kaca spion dan mengacungkan jempol kearahku

Aku teringat perkataan ustadz abdul somad di tusuk paku besi dari api neraka lebih baik dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahram.

Tak lama sampai penajam dengan pelan-dan berhati-hati aku memindahkan kepala ibu di samping kananku dan aku sandarkan di dinding mobil.

Kemudian aku berusaha memindahkan kelapa temanku di bahu kiriku dengan pelan-pelan dan hati-hati baru aku sentuh kepalanya temanku ini sudah menegurku

“jangan macam-macam met jangan ambil kesempatan dalam kesempitan” katanya.

“bukan gitu kampret, aku Cuma mau memindahkan kepalamu aja berat tau risih rasanya” jelasku padanya

Temanku ini mengangkat kepalanya dan sedikit cemberut memandangku tiba-tiba supir meninjak lubang dan membuat semua orang kaget dan terbangun dan aku merasa kasihan dengan ibu tadi kepalanya terbentur terlihat ia kesakitan tapi aku cuek aja.

Setelah turun di penajam aku menghampiri temanku tadi dan memberinya teh kotak sebagai permintaan maaf soalnya sejak di mobil ia cemberut dan tak mau menegurku. Ia pun menerima teh itu sambil aku utarakan maafku dan aku pun meninggalkannya berjalan santai menuju kelotok.

Setelah aku membeli tiket dan akan turun ke kelotok aku melihat temanku tadi ada di belakangku.

“kamu ngapain megikuti aku” tanyaku padanya.
“aku mau ke Balikpapan dan naik kelotok” jawabnya

Temanku turun lebih dahulu dan aku membantu memegangnya setelah itu ia dibantu oleh mas-mas di kelotok. Aku merasa aku tidak perlu di bantu dengan yakin aku melompat ke kelotok yang bergoyang karena ombak. Tapi aku terpeleset dan jatuh syukur jatuhnya gak ke laut. Sakitnya gak seberapa tapi malunya gak ketolongan.

Di kelotok aku duduk bersama temanku tadi sambil berbincang-bincang dan menikmati minuman masing-masing. Tiba-tiba aku merasa lapar dan dengan kebetulan temanku menawarkan aku roti yang ia bawa sangat banyak tanpa basa basi aku menerima roti darinya.

Di kelotok aku memperhatikan beberapa buruh angkut betapa payahnya mereka mencari uang untuk keluarganya, Rata-rata dari mereka tidak memiliki pendidikan tinggi paling mentok sd atau smp.

Kerjaan mereka kadang membawakan barang penumpang dan meminta bayaran seikhlasnya atau menaik-turunkan motor ke kelotok

Sesampai di kampung baru Balikpapan kami berpisah. Dia duluan dan aku menunggu jemputan dan tak berapa lama datanglah omku menjemputku dan kami langsung ke RSUD gunung malang balikpapan

Omku kan orang balikpaapan dia pasti tau dimana rumah sakitnya, tapi semua tidak seperti yang aku bayangkan dia tau daerahnya tapi gak tau di sebelah mana rumah sakitnya. Akhirnya semua jalan di lewatin dan di coba satu-satu

Menyerah mencari tak dapat akhirnya cara terakhir tanya orang, sampai 6 kali bertanya tak juga sampai. Sambil aku memperhatikan setiap plang yang ada akhirnya aku menemukan tulisan RSUD dan sampailah di rumah sakit ternyata rumah sakitnya dari awal tadi sudah kami lewati.

Bersambung.

Di Hari Lebaran Berburu Makanan Bersama Teman-teman Yang Tak Terlupakan

Sebelumnya di catatan si Memet :

Cerita Diary si Memet sebelumnya menceritakan kegiatan memet bersama nasir yang di lakukan sehari sebelum hari lebaran 2018 cerita tersebut tidak lepas dari tingkah konyol kocak dan mengundang gelak tawa.

Sholat Idul fitri atau sholat ied di wilayahku di selenggarakan bukan di masjid melainkan di tanah lapang yang terdapat di belakang apotek satria babulu darat.

Karena sandalku masih baru di belikan mamaku beberapa hari yang lalu jadi aku memutuskan untuk tidak memakai sandal, dan aku juga tidak memakai sandal yang lama soalnya sayang juga kalau hilang.

"

Usai sholat ied aku baru ingat kalau kemarin mamanya nasir mengundang aku untuk datang ke rumahnya karena ada acara di rumahnya, ini waktu yang tepat dari tadi malam aku memang belum ada makan.

Aku panaskan motor Jupiter MX King blue silver milikku, setelah kuyakinkan mesinnya sudah hangat segera aku menekan tuas kopleng kemudian menginjak tuas gigi motor untuk memasikkan gigi satu dan aku tarik tuas gas motor perlahan bersamaan melepas kopleng dan dengan ajaib motorku jalan (buat yang belum tau itu cara menggunakan motor kopleng)

Sesampai di rumah nasir suasana sepi sunyi senyap gak ada suara pintu maka terbuka lebar, dengan sopan aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam serta menyebut nama nasir dan mamanya nasir menyambut dan mempersilahkan aku duduk

Ternyata nasir bersama basir juga samsir serta bapaknya semua belum pulang sholat ied, aku duduk dan si suguhi beberapa toples makanan ringan. Ku dengar-dengar di masjid masih kutbah wah lama ini pikirku.

Aku menunggu sambil main hp dan menikmati cemilan yang ada di depanku sementara mamanya nasir sibuk di dapur, karena takut cemilan yang aku makan habis maka aku berganti ke cemilan yang lain

Cemilan itu tidak menghilangkan rasa laparku tak lama kemudian nasir dan basir datang aku pun berdiri dan mempersilahkan mereka masuk dan duduk seolah-olah aku yang punya rumah dan tak lupa mempersilahkan mereka menikmati cemilan yang tinggal sedikit karena ku makan, adegan ini sudah aku pikirkan akan aku Praktekkan saat mereka datang.

Singkat cerita acara makan-makan di mulai di situ sudah ada rizal selesai kami makan dilanjutkan dengan rokok dan datanglah adit dengan mamanya yogi tetangga dekat rumah nasir, mereka masuk dan bersalaman dengan kami yang ada di situ.

Adit menikmati hidangan yang ada sementara mamanya yogi tidak berlama-lama dan pamit pulang mamanya yogi bersalaman dengan orang tua nasir dan yang lainnya saat aku mengacungkan tangan niat bersalaman tapi di abaikan aku melirik ke nasir sepertinya hal yang sama juga terjadi padanya.

Selesai acara di rumah nasir kami ber6 aku nasir basir samsir rizal serta adit jalan-jalan bersama dengan formasi 3 motor aku bersama nasir satu motor basir dan samsir serta rizal dan adit.

Rumah pak pendi

Rumah pertama yang kami Datangin adalah rumah pak pendi guru MTs kami, tentu kami di sambut dengan baik dan di suguhi berbagai macam makanan dan minuman, karena dia guru TIK maka obrolan kami seputar internet sedikit membicarakan channel youtube kami tapi bapaknya gak subscribe kami juga ngobrolin tentang paytran yang sedang di garap oleh pak pendi.

Rumah Irfan maulana

Rumah ke dua yang kami datangi adalah rumah Irfan maulana dia salah satu anggota LGS sebelum sampai rumah irfan kami lewat rumah anggit sekilas tidak ada penampakan anggit maka dengan cuek kami lewati

Belum juga sampai di rumah irfan basir kebelet pipis dan mengajak samsir menemaninya ke toilet masjid sementara kami menunggu di pinggir jalan sambil berdiri petantang petenteng banyak gaya.

Tiba-tiba.

“nasir mampir kerumah” seseorang memanggil nasir dan kami semua menoleh ke arah suara tersebut yang tidak lain adalah mamanya irfan

Langsung kami bersalaman dan menanyakan irfan yang ternyata lagi ada di rumah Mbah nya, tak lama ibunya irfan menyuruh salah satu anak kampung situ untuk memanggilkan irfan

Nasir pun membuat asumsi sendiri “paling irfan di rumah itu lagi makan, baru makanan mau masuk mulut eh sudah di panggil” jelas nasir sambil mempraktekkan apa yang dia katakan.

Ternyata benar saja. Saat aku menulis postingan ini aku menanyakan apa yang di lakukan irfan di rumah itu melalui whatsapp. Irfan mengatakan dia sedang makan di rumah itu. Sorry kami mengganggu santapan pagimu fan.

Kemudian kami ber6 diajak ke rumah irfan, di situ ada satu keluarga yang bertamu di rumah irfan nasir masuk duluan dan aku menyusul di belakangnya aku melihat nasir menjulurkan tangannya kepada seorang ibu tamu di situ tapi itu hanya menyatukan telapak tangannya dan bersalaman dari jauh tidak ingin di sentuh

Aku pun tidak meniru yang nasir lakukan aku pun menyatukan telapak tanganku dan bersalaman dari jauh seperti di mahabarata tapi sayangnya kawan-kawan di belakang tidak meniruku mereka menjulurkan tangan seperti yang nasir lakukan . Di cucuk kepalamu pakai paku dari api neraka itu lebih baik dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahram kata ustadz somad.

Kami di rumah irfan bercerita dan tertawa bersama itu adalah satu hari di mana kami semua bisa berkumpul terlepas dari kesibukkan kami masing-masing.

Cerita spesial nasir dan basir kisah nyata

Di rumah irfan l, nasir menceritakan pengalamannya di kebun bersama basir adek tersayangnya. Pernah suatu ketika nasir dan basir kerja merintis di kebun orang, awalnya mereka bekerja seperti biasa.

Tempat yang mereka rintis terdapat beberapa sarang tawon, beruntung basir bisa mengetahui di lokasi itu ada sarang tawon sebelum di sengat sehingga bisa menghindar lebih dahulu

Namun naas nasir tak seberuntung basir, ia mengetahui adanya sarang tawon setelah mendapat sengatan tawon di bagian punggungnya andai tawon itu gak menyengatnya dia tidak tau kalo dinsitu ada sarang tawon

Tapi mereka berdua gak semudah itu di kalahkan oleh tawon. Mereka berdua kembali melanjutkan pekerjaannya dan lagi-lagi basir berhasil menghindar dari sengatan tawon dan naas kembali menimpa nasir mendapat sengatan tawon pas-pas di biji matanya. Sehingga nasir terlihat sipit seperti orang cina. Tapi ternyata masih sengsara basir, sekali kena sengatan tawon gak tanggung-tanggung langsung satu badan.

Basir membakar kebun tersebut namun tidak seluruhnya mungkin basir dendam sama tawon itu. Basir pun ingat masa lalu pernah bekerja dengan temannya membakar lahan karena tidak di jaga api membesar dan merambat ke lahan tetangga

Kebetulan ada ambulan lewat bunyi sirene nya sama kaya polisi sekalian aja basir menakuti temannya bahwa itu polisi yang akan menangkapnya. Api pun di matikan dengan air galon air habis api belum padam

Takut hal itu terulang kembali basir menyuruh nasir ambil air untuk mematikan api yang di buat basir, karena di situ hanya ada air minum 1 botol sekitar 1 liter nasir sangat tidak rela bila air itu di pakai memadamkan api. Akhirnya api padam sebelum nasir sampai membawa air di pelukannya.

kembali ke rumah irfan

Mendengar cerita nasir tersebut kami semua tertawa sambil membayangkan situasi dan kondisi kejadian. Kami merasa sudah terlalu lama di rumah irfan akhirnya kami memutuskan untuk pamit dan melanjutkan perjalanan.

Rumah M.akbar

Sesampai di rumah akbar, kami malu-malu untuk masuk karena banyak orang. Dan tentu saja karena nasir yang lebih akrab dengan keluarga akbar maka tanpa ragu-ragu aku mendorongnya untuk masuk lebih dahulu dan kami mengikuti di belakangnya.

Di dalam rumah akbar kami bersalaman dengan orang-orang yang ada di situ. Setelah sejenak kami duduk-duduk dan makan cemilan akbar tak kunjung keluar menemui kami.

Aku ingat semalam akbar menulis status facebook kalau dia sedang sakit

Tak beberapa lama kemudian basir sms menyuruh kami masuk dan menemui akbar yang sedang sakit entah bagai mana kondisinya.

Setelah masuk ke dalam aku sangat tidak menyangka melihat kondisi temanku ini, teman yang dulu selalu sama-sama saat sekolah teman satu geng di sekolah.

Kini kondisinya tak memakai baju dan bersandaran di tembok sambil makan cemilan, maklum jomblo gak ada bahu untuk sandaran maka temboklah tempatnya bersandar.

Aku mendekat dan menyapanya sungguh aku sangat prihatin melihat kondisinya , kemudian aku mengajaknya untuk duduk bersama dan mengobrol dengan kami. Dia pun duduk bersama kami dan beberapa makanan di suguhkan untuk kami. Tapi aku lebih tertarik dengan cemilan yang warna orange yang mirip dengan stik di restoran.

Tapi hal membosankan pun terjadi masing-masing di antara kami sibuk dengan hp masing-masing terutama akbar yang mementingkan main games dari pada ngobrol dengan kami, dan aku menyuruhnya untuk tidak main games dan kembali ngobrol dengan kami.

Terlihat di sudut yang lain basir dan adit berbincang-bincang dan asik ngobrol dengan teman yang lain yang kebetulan ada di situ. Di situ juga ada teman basir yang cewek samar-samar terdengar dengan jelas mereka membicarakan dan menyebut namaku. Sepertinya teman basir yang cewek itu menanyakan kepada basir siapa aku. Di antara yang lain penampilanku lebih mencolok lebih terlihat seperti ustadz menggunakan baju muslim celana panjang serta peci warna biru. Yah sepertinya cewek itu mau berkenalan denganku tapi kurasa dia malu-malu.

Waktu untuk sholat jumatan pun tiba dan aku mengajak teman-teman untuk sholat jumat di masjid tapi hanya akbar yang menolak.

Usai sholat jumat perut terasa lapar, kami melanjutkan perjalanan dan kami parkir depan rumah nasir, rencana mau mampir ke rumah guru sd kami yaitu bu dewi yah aku merasa bersalah karena beberapa waktu lalu aku menolak pekerjaan yang ia tawarkan.

Kami berjalan kaki menuju rumah bu dewi tapi ternyata rumahnya tutup kayanya gak terima tamu atau sedang bepergian. Dan kami pun menuju rumah tetangga nasir. Kata nasir ia di undang ke rumah orang itu setelah setelah sholat ied tapi malah datang usai jumatan

Kami di persilahkan masuk duduk-duduk sambil menunggu bapaknya pulang jumatan dan tak ada cemilan yang bisa kami makan. Beberapa saat menunggu bapaknya datang. Tak di sangka-sangka kami di kasi makanan yang lumayan buat kami kenyang masih hangat dan cocok di makan saat hujan seperti saat ini.

Usai kami makan dan perut juga sudah kenyang serta hujan juga sudah reda. Kami pamit dan melanjutkan perjalanan, sesaat kami sempatkan untuk mampir ke rumah pak irawan, tak lama di situ kami hanya bersalaman dan kemudian pamit melanjutkan perjalanan

Aku mulai memasukkan kunci kontak motorku sedikit mendorong ke depan dan memutarnya ke arah kanan setelah itu aku menekan tombol star dan motorku menyala menekan tuas kopleng injak masukkan gigi satu lepaskan kopleng bersamaan dengan menarik tuas gas pada tangan kanan buat yang belum tau itu cara menyalakan dan menggunakan motor kopleng.

Tujuan kami rumah pak nasib guru MTs kami entah kenapa aku malah stop di depan jalan masuk SMA saat itu tapa sengaja kami bertemu dengan bagas sedikit ngobrol-ngobrol gak penting bagaspun pergi kayanya dia lapar dia tadi bilang mau cari makan.

Berhubung kami ada di depan SMA sekalian aja kami mampir tempat guru kami. Awalnya mau ke rumah bu messi tapi tutup kata nasir bu mesi gak terima tamu kami belok kanan menuju rumah bu ani

Rumah bu ani

Setelah mengucap salam suami bu ani mempersilahkan kami masuk. Awalnya bu ani tidak mengetahui kalau kami yang datang adalah muridnya setelah ia keluar dan menyapa kami dan menyebut namaku dan nasir saja untung ia masih ingat denganku dan lupa dengan rizal.

Tidak banyak yang bisa kami obrolkan di situ kami banyak diamnya, sesekali aku menanyakan kabar guruku dan ia hanya menjawab dengan singkat, kemudian aku mencoba menanyakan keberadaan guru yang lain. Lagi-lagi jawaban yang cukup singkat yang kami dapatkan.

Kami saling melirik isyarat lanjutkan perjalanan, kami pun berpamitan dan tujuan rumah berikutnya adalah rumah mom jane guru bahasa inggris kami. Karena rumahnya berdekatan jadi kami memutuskan berjalan kaki.

Belum sampai kami di rumah mom jane kami melewati rumah pakle chen atau warung bule yang biasa jadi tempat kami nongkrong sedikit nostalgia saat berdiri di depan rumah bule warung langganan kami dan kami memutuskan untuk mampir

di rumah bule warung / pakle chen

Kami menanyakan keberadaan pakle chen kepada anaknya yang kebetulan juga baru pulang ke rumah dan anaknya mengatakan bapaknya ada di dalam dan menyuruh kami masuk setelah bersalaman dengan anak dari pakle chen.

Setelah kami ucapkan salam terdengar suara khas bule yang menjawab salam dan kami mmasih seperti anak-anak yang saling dorong untuk masuk duluan. Terlihat wajah bahagia dari bule dan pakle chen melihat kedatangan kami.

Panjang lebar cerita kami uraikan di tempat yang penuh kenangan bagi kami, pakle dan bule juga menanyakan tentang beberapa teman yang lain dengan santai kami menjawab sambil menghisab rokok.

Tak lama bule keluar dari dapur membawakan kami soto seperti yang biasa kami makan dulu bedanya kali ini pakai lontong kalo dulu pakai nasi, sungguh kami rindu dengan masakan bule, walaupun masih kenyang karena sebelumnya sudah makan soto bule tetap juga habis kami gentak.

Usai kami makan dan sedikit ngobrol-ngobrol kami pamit dan melanjutkan ke rumah mom jane. Sesampai di rumah mom jane ternyata pintunya tertutup beberapa kali ketukan pintu dan salam tak ada jawaban, terlihat juga rumah pak lukman juga seperti tidak ada orannya.

Dan kami melanjutkan perjalanan kerumah bu mesi yang ada di depan sekolahan. Sambil melewati halaman sekolah kembali kenangan semasa sekolah terlintas di otak

Kabar dari bule warung tadi mengatakan kalau bu mesi ada di dalam rumah jadi aku memutuskan untuk mendorong motorku dan mematikan mesinnya karena kabarnya bu messi punya anak bayi takutnya mengganggu.

Sesampai di depan rumah bu messi aku mengenang masa lalu bersamanya aku merasa banyak salah dan banyak dosa dengannya sedikit aku meneteskan air mata kesedihan mengenang akan kesalahanku padanya. Tanpa pikir

panjang aku langsung menuju pintu rumahnya dan mengetuknya.

di rumah bu messi

Setelah beberapa kali salam dan ketukkan pintu suaminya membukankan pintu untuk kami terlihat bu messi di dalam rumah menatap kami dengan pandangan yang khas dan tidak bisa kami lupakan sungguh sangat membekas di lubuk hati.

Dengan takut dan jantung berdebar-debar kami perlahan melangkah masuk ke dalam rumahnya. Dinding kiri dan kanannya terbayang berbagai macam angka rumus debit dan kredit serta rasa pusing menyerang kepalaku.

Setelah kami di persilahkan duduk bu mesi menanyai kami satu per satu apa kegiatan kami saat ini. Ia bertanya mulai dari nasir karena ia yg terdekat dengan bu mesi

Dengan grogi dan penuh ketakutan nasir pun menjawab pertanyaan bu mesi, cara ia bertanya masih sama seperti saat ia bertanya tentang pelajaran dulu nasir mengatakan kegiatannya bekerja membantu orang tuanya di kebun.

Selesai bertanya dengan nasir kini beralih bertanya kepada adit yang posisinya pas duduk di samping nasir. Dan tanpa rasa takut adit menjawab pertanyaannya ia mengatakan bahwa ia masih sekolah di SMA N 4 PPU.

Menunggu giliran di tanya jantungku mulai berdegup kencang seakan memompa darah dengan kecepatan 100 MBps serta aliran cakraku mulai tidak stabil. Kini giliran samsir yang di tanya, samsir yang tak tau apa-apa bingung mau menjawab apa sampai akhirnya nasir mengatakan kalau samsir adalah adiknya, dengan santai bu messi menjawab kok gak mirip.

Akhirnya giliranku di tanya pun tiba, melihat matanya seakan aku terkena genjutsu tak bisa berkutik apa-apa perlahan aku menjawab kegiatanku membuka jasa pembersih kendaraan roda dua. Kemudian dia bertanya apakah aku kuliah atau tidak dan aku menjawab tidak. Setelah itu ia menceramahiku entah apa yang dia katakan, aku gak ingat lagi, konsentrasiku terpecah dan blenk.

Kini giliran rizal yang di tanya, dengan sedikit terbata-bata ia menjelaskan bahwa ia kuliah. Ada yang menarik di sini. Setelah bu messi ceramah panjang lebar kepada rizal bu mesi menanyakan “kamu dendam gak sama ibu dulu sering di marah-marahi” aku merasa pertanyaan itu juga tertuju padaku secara tidak langsung karena dulu aku juga sangat sering di marahi sama bu messi. Rizal pun terdiam sejenak dan menjawab dengan jawaban yang luar biasa “ kalo saya dendam bu saya gak mungkin datang ke sini” sungguh jawaban itu juga mewakili jawabanku, aku pun tepuk tangan untuk rizal di dalam hati.

Singkat cerita kami melanjutkan perjalanan kami ke arah labangka

di rumah pak nasib

Sesampai di halaman rumah pak nasib guru MTs kami, terlihat ia masih ada tamu di dalam rumahnya dan ketika kami mengucapkan salam dan masuk ke dalam, tamu tersebut yang terdiri dari satu keluarga langsung pamit pulang, menurutku mereka merasa terusir dengan kedatangan kami. Kami duduk dan bersalaman dengan pak nasib belum sempat kami bertanya kabarnya ia langsung menceramahi kami tentang membayar zakat. Tentu kami bingung gak tau apa-apa kok sudah membicarakan zakat.

Rupanya ia menjelaskan kalau pada saat kutbah idul fitri ia ceramah tentang zakat katanya sih ceramahnya kali ini lebih keras entah itu keras dari segi penyampaiannya atau suaranya yang keras

Tentu kami gak tau karena kami gak dengar ceramahnya sesekali aku melemparkan pertanyaan kepadanya kaya ceramah-ceramah di youtube itu yang tanya jawab.

Kami merasa bosan dan mencari cela saat ia diam untuk pamit. Akhirnya kami bebas dari ceramahnya dan menlanjutkan perjalanan ke rumah mas dani.

di rumah mas dani

Mas dani adalah bos kayunya nasir dan basir. Sesampai di rumah mas dani nasir masuk duluan dan mengatakan kalau ia bawa anggota dan karena kami anggotanya nasir maka kami di suruh masuk dan bersalaman dengan orang di rumah itu.

Kami bercerita panjang lebar tapi aku dengan kemampuan instingku sedikit merasa aneh dan janggal dari awal kedatanganku mas dani ini sering melirik dan melihat ke arahku. Akhirnya ia mengatakannya juga. Ia mengenaliku sebagai jasa pembersih kendaraan roda dua dan ia sering melihatku. Aku gak menyangka kalo aku terkenal.

Ia pergi ke dapur tak lama kembali dengan membawakan kami soto ayam. Sepertinya ia tau kalau kami lapar, satu per satu di antara kami mendapat bagian masing-masing. Kami pun menikmati makanan tersebut.

Saat makan aku merasa kepedasan namun tidak melihat adanya air putih di hadapan kami dengan sangat terpaksa aku meminum coca cola yang ada di depanku dan setelah aku minum coca cola barulah air putih di sediakan.

Tak lama ia kedatangan tamu dan kami merasa terusir dengan kedatangan tamu tersebut, mungkin itu balasan untuk kami, mungkin itu yang di rasakan oleh tamu pak nasib yang merasa terusir dengan kedatangan kami.

Kami melanjutkan perjalanan menuju rumah guru kami dan beberapa teman kami yang ada di labangka juga hari mulai sore sudah sekitar jam 17.30. Rumah berikutnya yang kami datangi adalah rumah pak agus.

Sesampainya di rumah pak agus pintunya terbuka lebar tapi salam dan panggilan kami tak ada jawaban dari dalam rumah beberapa menit berlalu tak ada yang keluar rumah dan kami putuskan untuk pergi dari situ

Kami menuju tempat kerja risal yang tempatnya tidak terlalu jauh dan melewati rumah ojan sesampai di tempat kerja risal ternyata risal baru aja pulang, seharusnya kami berselisihan tapi kami tidak melihat.

Perjalanan menuju rumah risal kami mampir di rumah ojan akan tetapi hanya di pinggir jalan aja beberapa menit kami ngobrol di situ terlihat di pinggang ojan ada sebuah golok katanya ia habis dari makam. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju rumah risal

di rumah risal

Sesampai di halaman depan rumah risal aku malas memanggilnya aku hanya membunyikan klakson motorku dan sepertinya risal mendengarnya dan keluar rumah kemudian kami di persilahkan masuk.

Kami ngobrol dan saling menanyakan kabar tak lama instingku merasakan adanya aroma makanan yang mulai mendekat. Benar saja tak lama keluarga risal membawakan buras untuk kami.

Sebenarnya kami masih kenyang tapi aku dan nasir tetap makan supaya piringnya kotor dan risal ada kerjaan cuci piring. Kemudian nasir mengeluarkan coca colanya yang ia ambil ketika di rumah mas dani tadi.

Waktu sudah menunjukkan jam 18.20 kami pun memutuskan untuk pulang setelah berpamitan dengan risal kami langsung tancap gas pulang. Tapi aku tidak langsung pulang. Aku harus mengantar nasir ke rumahnya, aku ingat tadi mama nya nasir menyuruhku mampir karena ada bekal mau di berikan kepadaku.

Lama aku menunggu dan penasaran apa yang akan di berikan oleh mamanya nasir. Dan setelah aku mendapatkan bekal itu aku langsung pulang ke rumah tanpa mampir kemana-mana karena sudah magrib

sekian

Diary si memet : Sehari sebelum lebaran 2018

Lebaran identik dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga saudara dan kerabat dan menjadi momentum yang tepat untuk minta maaf dan memaafkan mana tau selama ini ada salah dan khilaf dan kali ini aku akan menceritakan petualanganku di lebaran 2018 kali ini.

Sehari sebelum lebaran

Ramadhan hari ke 30 aku pergi ke SPBU labangka untuk mengisi bahan bakar kendaraanku untuk aku persiapkan buat besok lebaran jalan-jalan ke rumah kawan dan saudara. Siang itu langit cukup berawan dan aku pergi ke rumah nasir .

Aku memintanya untuk menemaniku pergi mencari daun sirih merah dan buah pinang muda. Sesampai dirumah nasir, adiknya nasir yang bontot sudah menyambutku dia mengarahkanku ke sebuah ruangan tempat nasir bersemayam .

Terlihat nasir sedang tidur dari raut wajahnya kayanya dia tidur gak nyaman mungkin sedang bermimpi buruk, aku pun langsung membangunkannya dengan beberapa colekkan nasir pun terbangun.

Tampak dari wajahnya dia seolah gembira telah dibangunkan dari mimpi buruknya seolah-olah berterima kasih di bebaskan dari mimpi buruknya yah aku tau itu walaupun dia tidak mengatakannya.

Aku pun memintanya untuk menemaniku awalnya dia menolak walaupun aku mengatakan ada bayarannya, kemudian nasir mau menemaniku mungkin dia berfikir sebagai tanda terima kasih aku sudah membangunkannya dari mimpi buruknya.

Dari dapur mamanya nasir mengundangku untuk datang kerumahnya setelah sholat ied dan aku pun mengiyakan undangan tersebut.

Setelah itu nasir pun bersiap-siap untuk pergi denganku , nasir pun keluar rumah dengan penampilan yang biasa aja menggunakan pakaian kaos dan celana pendek.

“met jalan kemana kita” tanya nasir

“pertama kita ke trans sosial untuk mencari bahan obat kalau di sana gak ada kita belusukan ke daerah sebakung atau gunung intan” dengan singkat aku menjelaskannya.

Aku pun mulai menarik tuas gas motorku dengan bersamaan dan perlahan aku melepaskan kopleng di tangan kiriku dan motorku pun jalan begitu cara menggunakan motor kopleng bagi yang belum tau.

Selama perjalanan kami ngobrol santai sesekali kami menertawakan hal yang kami obrolkan kami ke sosial lewat jalan dekat puskesmas babulu darat disitu juga aku melewati bekas kantor tempat kerjaku, sekilas terbayang-bayang ketika aku masih bekerja di situ.

Awalnya aku training kerja di situ yang katanya selama 3 bulan entah mengapa aku baru menjalankan training selama 3 hari disuruh pulang dan di suruh menunggu panggilan berikutnya selama 15 hari tapi sudah berbukan-bulan panggilan itu tak kunjung tiba.

Kembali ke alur menuju sosial sepanjang perjalanan kami ngobrolin apa aja yang bisa kami obrolkan kami juga ngobrol akan membuat tulisan tentang perjalanan kami ini namun dengan versi dan sudut pandang yang berbeda.

Hari itu motorku habis aku cuci rasanya di hati sakit banget setiap kali motorku menginjak lumbur atau genangan air tapi sudah terlanjur lewat situ mau gimana lagi nanti pulang bisa aku cuci lagi di kantorku.

Sesampai di sosial aku ke rumah bowo adek angkatku yang memiliki tanaman daun sirih merah bowo pun menyambutku dan nasir. Aku pun langsung menuju samping rumah tempat daun sirih itu di tanam.

Di situ ada mama angkatku yang lagi menyiangi beberapa ekor burung hasil berburu entah apa nama burungnya aku lupa dan di dalam rumah ada bapak angkatku yang sedang makan siang Kelihatannya dia gak puasa.

Setelah aku mengambil beberapa lembar daun sirih merah aku meminta bungkusan kepada bowo tapi nasir meragukan daun yang aku ambil dia berfikir aku salah ambil daun.

“met ini betulan daun sirih merah kah?? Kok warnanya gak merah” tanya nasir

“sir ini daun sirih merah betul aja gak salah, dulu aku sudah pernah ambil daun ini” jelasku “tapi ini hijau gak merah” kata nasir.

“dalam satu pohon kalau ada beberapa yang warna merah maka satu pohon itu sudah di sebut daun sirih merah, coba lihat ini” aku menjelaskannya ke nasir sambil memperlihatkan daun yang berwarna merah. Entah dia paham atau enda.

Singkat cerita kami mencari buah pinang muda ke arah gunung intan masuk ke blok B dan kami mendapatkannya tapi karena buahnya masih sangat kecil membuatku ragu apakah buah ini yang di maksud atau bukan

Kami pun pulang dan dalam perjalanan mampir di depan gudang penyimpanan yang ada di gunung intan di depannya ada buah pinang yang lumayan besar dan aku minta sama orang yang ada di situ

Aku ingat dulu pernah ngelamar kerja di situ berdua sama nasir tapi dalam surat lamaran kerja yang kami buat kami salah menulis nama tempat kerjanya dan tak ada panggilan sampai saat ini.

Di awal tadi aku janji memberikan nasir bayaran tapi aku tau nasir pasti menolak jika aku berikan nominal tunai, jadi aku membelikannya rokok 1 bungkus dan aku tau nasir kalo di kasi semua pasti nolak jadi aku ambil sekitar 7 batang rokok dan sisanya kuberikan kepadanya.

Cukup sekian cerita sehari sebelum lebaran ini dan akan di sambung pada postingan berikutnya yaitu petualangan mencari makan di hari lebaran.

Terima kasih sudah berkunjung.

Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga