Assalamualaikum. Wr. Wb
Ini pertama kalinya aku mulai menulis lagi setelah sekian lama gak nulis di blog ini. Banyak hal yang terjadi dan kualami selama ini sehingga membuatku sedikit sulit untuk mengisi tulisan di blog ini.
Buat teman-teman yang mengikuti alur blogku pasti tahulah kisahku yang sering mondar mandir dirumah sakit. Mengurus segala macam proses pengobatan mamaku.
Sedikit info untuk teman-teman yang selalu bertanya-tanya. Kini aku sudah tidak disibukkan dengan urusan dirumah sakit, tepatnya tanggal 19/10/2019 mamaku telah meninggal dunia, dan kini dirumah ini aku hanya tinggal seorang diri tanpa siapapun.
Namun dalam postingan ini aku tidak ingin membahas masalah itu lagi. Karena itu hanya akan membuatku merasa sedih, dan aku tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.
Saat ini aku berusaha kembali ke jalur kehidupanku memulai menata hati dan pikiran serta berusaha untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan hidup.
Tulisan ini sudah aku tulis sejak sebulan yang lalu tapi karena lupa jadi baru ingat sekarang untuk melanjutkannya. Banyak hal dan pristiwa yang aku lalui tanpa aku abadikan di blog ini.
Aku lupa kalau aku punya blog untuk nulis segala macam curahan kerrsahan dan kisahku. Saat ini aku tergabung dalam tim jurnalis penajam terkini.
Untuk blog catatan si memet ini kadang aku menulis panjang lebar seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya, tapi kali ini mungkin tulisanku hanya sedikit saja.
Cukup sekian dulu yang bisa saya sampaikan setidaknya blog ini mulai terisi kembali dan aku akan berusaha untuk konsisten. Di blog ini mungkinbaku akan isi seminggu sekali saja.
Sekian dan terima kasih.
Diary si memet : Pensiun Gondrong, merasa ganteng walaupun banyak yang bilang jelek
Halo sobat, selamat datang di blogku, semoga semua dalam keadaan sehat sejahtera bahagia dunia akhirat. Pada postingan kali ini, aku akan membahas tentang perjalanan gondrongku. Tanpa panjang lebar yok langsung di simak aja.
Gaya rambut adalah salah satu hal yang membuatku PD, iya PD. Bukan kepanjangan dari Perisai Diri (perguuan silat) tapi Percaya diri. Aku termasuk orang yang suka ganti-ganti style rambut semua gaya rambut sudah pernah aku coba, mulai dari botak sampai gondrong.
Jaman sekolah dulu, rambut gak boleh panjang dan ada batas ukur berapa Cm gitu yang di tentukan oleh guru. Tak jarang guru-guru di sekolahku mendadak jadi tukang cukur ketika melihat rambut muridnya mulai panjang.
Aku mengawali karir gondrong pada november 2017, ketika itu rambutku sudah agak panjang tapi belum bisa di ikat, jadi sementara aku menggunakan style bando sampai rambutku panjang dan bisa di ikat. Selain bando, aku juga kadang menggunakan semacam kupluk untuk menutupi rambut yang belum terlalu panjang.
Style rambutku kiblatnya ke jepang, jadi gaya rambutku tidak jauh-jauh dari style rambut ala jepang. Style rambut jepang yang sampai saat ini belum pernah kucoba dan tidak akan kucoba adalah style rambut samurai kuno di era edo yang botak di bagian tengahnya. Walaupun aku suka jepang, tapi gaya rambut yang itu tidak akan aku coba, karena aku gak suka.
Desember 2017 rambutku sudah bisa di ikat tapi bagian samping belum bisa karena masih pendek, jadi yang bisa di ikat hanya bagian tengah ke belakang. Sementara untuk melengkapi kekurangan bagian samping aku tetap menggunakan bando. Tapi fotoku ini malah kelihatan kaya cewek.
Semakin lama semakin panjang. Memasuki tahun 2018 pada bulan maret, rambutku sudah bisa di ikat semua seperti gambar di bawah ini
Tiga bulan kemudian menjadi seperti ini
Sudah panjang keseluruannya. Satu bulan kemudian aku ke samarinda untuk mengurus pengobatan mamaku yang lagi sakit. Tentu aku percaya diri dengan rambut panjangku.
Sampai dengan april 2019 aku memutuskan untuk potong rambut, aku bosan orang-orang memanggilku gondrong tanpa menyebut namaku padahal tau namaku. Dan pada akhirnya 10 juli 2019 dapat terlaksana aku potong rambut setelah mengumpulkan niat selama tiga bulan.
Tapi banyak yang mengatakan aku terlihat seperti cewek, itu sangat membuatku terganggu. Dan akhirnya pada 14 juli 2019 aku potong rambut lgi dan jadilah seperti ini hingga saat ini.
Punya rambut gondrong itu rasanya ada kesannya tersendiri, aku merasa keren walaupun banyak yang bilang jelek.
Kekurangan dari rambut gondrong itu boros sampo kadang sering rontok apa lagi aku sering masuk ruang kemo, rambutku banyak rontoknya.
Mungkin cukup sekian aja perjalanan gondrongku, tulisan ini untuk bukti di masa depan untuk aku ceritakan kepada anak dan istriku kalau aku pernah gondrong. Sekarang aku sudah pensiun gondrong.
Kuucapkan banyak terima kasih untuk yang sudah membaca sampai habis. Gak ada yang baca juga gak papa, aku gak terlalu peduli yang penting aku nulis.
Style rambutku kiblatnya ke jepang, jadi gaya rambutku tidak jauh-jauh dari style rambut ala jepang. Style rambut jepang yang sampai saat ini belum pernah kucoba dan tidak akan kucoba adalah style rambut samurai kuno di era edo yang botak di bagian tengahnya. Walaupun aku suka jepang, tapi gaya rambut yang itu tidak akan aku coba, karena aku gak suka.
Semakin lama semakin panjang. Memasuki tahun 2018 pada bulan maret, rambutku sudah bisa di ikat semua seperti gambar di bawah ini
Kekurangan dari rambut gondrong itu boros sampo kadang sering rontok apa lagi aku sering masuk ruang kemo, rambutku banyak rontoknya.
Mungkin cukup sekian aja perjalanan gondrongku, tulisan ini untuk bukti di masa depan untuk aku ceritakan kepada anak dan istriku kalau aku pernah gondrong. Sekarang aku sudah pensiun gondrong.
Kuucapkan banyak terima kasih untuk yang sudah membaca sampai habis. Gak ada yang baca juga gak papa, aku gak terlalu peduli yang penting aku nulis.
Diary Si Memet : petualangan di hari lebaran 2019 part 2
Perjalanan selanjutnya kami menuju rumah Pak dirham, guru Bahasa Inggris kami sewaktu di MTs dulu. Aku baru tau kalau rumahnya sudah pindah tidak di rumahnya yang dulu. Kami parkir motor di parkiran sekolah dan kami berjalan kaki ke belakang gedung sekolah sejauh kurang lebih 100 meter.
Setelah sampai di area rumah pak dirham, Samsir menunjukkan yang mana rumah pak dirham, Samar-Samar terdengar suara berisik orang yang sedang ngobrol, awalnya kami pikir itu adalah murid lain yang sedang bertamu ternyata itu adalah kawanannya pak dirham.
Dengan malu-malu kami saling dorong masuk kerumahnya pak dirham. Kami disambut dengan baik dan senyum ceria dari pak dirham, kurasa ia senang kami datang kerumahnya. Kami salaman maaf lahir dan batin.
Sangking fokusnya aku bersalaman sampai tak kuperhatikan langkahku menendang beberapa gelas yang ada di situ. Rasanya malu banget baru aja aku minta maaf sudah bikin ulah. Aku tidak melihat adanya kekesalan di wajah beliau, kuharap ia sudah memaafkanku.
Kami duduk dan menikmati camilan yang disediakan disitu, tak ketinggalan sebotol minuman merah yang bermerk fanta ia suguhkan kepada kami. Satu persatu ia menanyai kami dan kami pun menjawab sesuai dengan apa yang ia tanyakan.
Tak terasa waktu bergulir cepat dan kami pun saling kode untuk pergi melanjutkan perjalanan kami. Usai dari rumah pak dirham kami sejenak beristirahat di MTs yang sudah mengalami banyak perubahan, sejenak kami di situ sambil nunggu nasir yang sedang buang air besar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan namun kali ini kami hanya berempat karena teman basir pulang duluan.
Berikutnya rumah yang kami tuju adalah rumah guru SMA kami, yaitu ibu ani. Awalnya aku mengajak kerumah bu messi tapi nasir menolak, sebenarnya hatiku juga menolak. Mungkin karena kami memiliki kenangan yang kurang bahagia dengan beliau .
Dirumah bu ani kami tidak terlalu lama, seperti yang sudah-sudah kami ngobrol apa adanya menikmati suguhan yang ada dan minum secukupnya. Disini aku mengajarkan teman-temanku minum dengan gelas caffe yang cara memegangnya tidak biasa.
Kami rasa cukup silaturahmi ini, dan kamipun pamit melanjutkan perjalanan kami kerumah berikutnya, yaitu rumah pakle chen pemilik warung belakang sekolah tempat kami dulu langganan makan dan ngerokok. Saat itu hanya acil warung yang menyambut kami. Disuguhkannya kami buras dan kami makan secukupnya sambil bercerita masa lalu.
Rasanya seperti bernostalgia kembali. Kami mengulang cerita yang lalu seperti kisah kawanku anggit yang hpnya selalu ketinggalan di warung acil. Kami pun menceritakan teman-teman yang lain. Cukup nostalgianya, kami pun pamit melanjutkan perjalanan kami. Tak beberapa jauh kami berhenti, basir dan nasir saling menanyakan rokok, ternyata rokok mereka ketingalan di warung acil. Dan akhirnya kami balik mengambil rokok dan melanjutkan perjalanan kami menuju rumah berikutnya.
Selanjutnya rumah yang kami datangi adalah rumah pak nasib guru agama di MTs kami. Dalam hati aku sudah menduga sampai sana pasti di ceramahi. Sesampai dirumah pak nasib cukup sepi dan kami disambut oleh istri beliau serta dipersilahkan duduk sementara ibu mmemanggil pak nasib di dalam.
Pak nasib keluar dengan ceria, dia mengatakan kalo aku tambah ganteng tentu aku senang dengan pujian beliau entah benar atau tidak. Setelah itu kami di ceramahi, benar seperti yang sudah aku duga sebelumnya kami di ceramahi. Sampai-sampai kami pamit tapi tidak di izinkan. Harus mendengarkannya dahulu. Aku merasa ngantuk mendengarkan ceramah dari Pak nasib. Kami mencari cara bagaimana caranya kami bisa pergi dari situ. Aku pun mengeluarkan Hpku dan pura-pura mengecek sesuatu.
Dengan serius aku Menatap layar HP ku sembari melirik ke teman-teman yang lain. Aku pun memberanikan diri mengatakan kepada pak nasib bahwa kami telah ditunggu, dengan begitu akhirnya pak nasib mengizinkan Kami pergi melanjutkan perjalanan kami.
Rumah berikutnya adalah rumah kawan Nasir tapi ketika kami sampai di sana orangnya sedang berpergian. Basir pun pamit lebih dahulu ingin pulang karena ada masalah dengan perutnya ketika itu. Selanjutnya perjalanan Kami lanjutkan tapi hanya aku dan naksir saja.
Rumah berikutnya adalah rumah Pak Agus guru TIK kami di SMA, namun ketika kami sampai di rumahnya suasana sangat sepi Kami mencoba mengucapkan salam namun tak ada jawaban, dari pintu depan terlihat penghuni rumah yang sedang tidur maka kami putuskan untuk pulang.
Dalam perjalanan pulang aku dan Nasir bercerita apa aja yang bisa kami ceritakan. Kami bercerita mulai dari pekerjaan kegiatan sehari-hari hingga membahas tentang Asmara kami masing-masing, Selain itu kami juga menceritakan teman-teman yang lain bisa dibilang ketika itu kami sedang menggosip.
Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol hingga tak terasa kami telah tiba di rumahnya Nasir. Usai aku mengantar Nasir pulang, aku pun pulang ke rumahku dalam perjalanan aku menggas motorku dengan santai sambil menikmati pemandangan kiri dan kanan yang tak begitu ramai.
Sejenak Aku merenung tentang Lebaran kali ini rasanya sepi sekali tak seperti yang dulu. Setibanya Aku di rumah, biasa-biasa saja tak ada yang menyambut ku, aku memasukkan motor ke dalam rumah mengganti pakaian dan aku rebahan di kasur ku. Kubuka hp-ku dan Kulihat ada beberapa chat dari teman-temanku yang mengucapkan maaf lahir batin.
Akupun membalas satu persatu pesan dari mereka Sesuai dengan isi pesan tersebut. Aku merasa lelah berjalan seharian, ku pasang headset di telingaku dan aku memutar lagu yang ada di handphoneku sejenak Ku Pejamkan Mata mencoba untuk santai dan merilekskan pikiran.
Ku nikmati setiap lantunan lagu yang kau dengarkan sambil sedikit melamun dan memikirkan apa saja yang datang di pikiranku. ketika itu Khayalan Tingkat Tinggi, aku merasa bosan dan kucoba menyalakan wi-fi dan aku streaming film-film yang ada di YouTube sedikit menghibur diri.
Mungkin Cukup sekian postingan aku tentang lebaran ini, nggak tahu mau nulis Apalagi, aku bingung mau nulis apa lagi, Aku bingung lanjutnya bagaimana lagi, jadi aku Akhiri Saja sampai disini. Paling tidak dengan basa-basi ini postinganku mencapai 1000 kata kalau nggak percaya kalian boleh menghitung sendiri secara manual.
Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
TAMAT.
Diary si Memet : Petualangan di hari lebaran 2019 part 1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Postingan kali ini aku akan menceritakan perjalanan lebaran ku ke rumah orang-orang serta mereview makanannya walaupun tak semua.
Subuh itu aku terbangun terdengar sayup-sayup lantunan Takbir yang menggema. Aku terbangun dengan mata yang masih mengantuk kucoba untuk meninggalkan tempat tidurku yang nyaman, aku mengambil handuk dan pergi untuk mandi.
Selesai mandi aku mengenakan pakaian terbaikku di hari lebaran itu. Aku berdiri di depan kaca memandangi diriku kuperhatikan wajahku sambil berkata “ternyata aku ganteng juga ya”.
Sambil menunggu orang berdatangan memenuhi masjid aku mengambil satu bungkus sachet Luwak White Coffee. Aku Panaskan air hingga mendidih dan ku Seduh Luwak White Coffee.
Setengah jam berlalu tak terasa kopiku sudah dah mau habis kulihat dari jendela orang sudah pada berdatangan ke masjid dan akupun mengambil air wudhu dan pergi ke masjid.
Masjid yang letaknya berada di samping rumah aku sangat terjangkau untuk aku capai dan aku sengaja tidak menggunakan sandal takut nanti sendal ku hilang.
Sunnah nya pulang dari sholat ied harus melewati jalan yang berbeda, lantas membuatku sedikit bingung harus pulang lewat mana karena jalan yang aku lalui adalah jalan satu-satunya untuk pulang dan pergi. Jadi aku putuskan pulang loncat pagar. Pagar tersebut adalah pembatas antara rumahku dan masjid.
Selesai sholat aku sungkem dengan keluargaku meminta maaf lahir dan batin seperti orang-orang lebaran pada umumnya. Setelah itu aku memanaskan motor Jupiter MX King milikku dan bersiap-siap untuk pergi.
Ketika aku sedang memanaskan motorku, ada temanku yang kebetulan lewat di depan rumahku dan aku memanggilnya untuk mampir sejenak. Kami bersalaman saling memaafkan seperti orang-orang lebaran pada umumnya.
Namun karena ia tak bisa berlama-lama segera ia pamit untuk pulang karena sudah ditunggu oleh orang tua dan keluarganya, karena searah aku menawarkannya ikut bersamaku ku antarkan pulang namun ia menolak dan lebih memilih untuk jalan kaki.
Tak lama setelah itu aku pergi kerumah nasir, sampai di rumah nasir suasana begitu sepi dan aku sempat berfikir jangan-jangan ini prank lebaran. Terlihat pintu rumahnya terbuka dan aku mengucapkan salam yang biasa di ucapkan oleh umat muslim saat bertamu kerumah orang.
Dua kali salam tak ada jawaban, terlintas niat untuk pulang namun aku tidak menyerah dan mengucapkan salam yang sama sekali lagi. Aku berfikir mungkin tidak akan di jawab. Kubalikkan badan dan melangkah pulang.
Baru satu langkah terdengar samar-samar seseorang menjawab salamku. Ternyata itu mamanya nasir dan menyuruhku masuk. Aku pun maaf lahir batin dengannya. Berdasarkan info yang aku terima, nasir serta adik dan ayahnya masih berada di masjid belum pulang.
Aku pun dipersilahkan duduk dan menunggu diruang tamu. 20 menit aku menunggu nasir pun datang ternyata habis memperbaiki rantai karena busi motornya kotor. Kurang lebih begitulah intinya saat itu motornya konslet.
Setelah beberapa saat berbincang-bincang dengan Nasir serta sudah menikmati buras kami pun pergi untuk kerumah teman dan guru. Kami pergi tak hanya berdua namun Basir dan juga Samsir yang tidak lain adalah adik dari Nasir juga ikut bersama kami.
Yang pertama kami datangi adalah rumah pak pendi guru TIK kami saat di madrasah tsnawiyah (MTs). Kebetulan saat kami tiba di situ juga sedang ada sekelompok manusia yang sedang bertamu. Lantas kami langsung ikut bergabung dan berbaur dengan mereka. Dan kami pun ikut bersalam-salaman.
Tapi sepertinya kami salah tempat duduk. Kami duduk di sudut yang berbeda dengan pak pendi. Kami pun menyusun strategi setelah 3 menit bisik-bisikkan akhirnya kami putuskan untuk pindah tempat duduk ke dekat pak pendi. Yang awalnya pak pendi cemberut tersenyum melihat kami.
Kami pun ngobrol saling menanyakan kabar serta sedikit canda tawa Ada hal menarik Ketika aku bertanya kepada Pak Pendi.
“pak kapan nikah” tanyaku dengan santun. Disaat yang bersamaan Bachir mencolek pahaku seperti seolah mengisyaratkan sesuatu namun aku tidak mengerti apa yang ia maksud dan Pak Pendi pun menjawab pertanyaanku.
“ Insya Allah tahun ini” Ucap pak Pendi memberi jawaban. Aku pun mengaminkannya, pak pendi pun membalikkan keadaan dengan pernyataan “kalo mau duluan silahkan gak usah nunggu saya”
Aku pun menjawab dengan jawaban yang sudah aku persiapkan jika ada pertanyaan semacam ini.
“belum ada wanita yang beruntung mendapatkan saya pak” ucapku dengan sombong.
Dengan cepat nasir menanggapi jawabanku dengan pernyataan yang membuatku sedikit terhempas.
“bukan belum ada yang beruntung tapi belum ada wanita yang sial” kata nasir dengan cengengesan.
Kami pun tertawa bersama-sama dan tak lama setelah itu kami saling kode dan pamit untuk melanjutkan perjalanan.
Jajan lebaran yang disajikan cukup banyak namun kala itu aku hanya mengambil kacang dan segelas Aqua sambutan yang diberikan keluarga Pak Pendi pun cukup baik dan ramah.
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke rumah Irfan Maulana salah satu anggota LGS sebelum sampai rumahnya kami melewati rumah kawan kami yaitu rachtian Anggi Wicaksono rumahnya terlihat sepi dengan pintu yang terbuka lebar kami berencana untuk mampir tapi kami pikir tak ada orangnya ternyata benar terakhir kami mendapat info Anggit masih berada di Jawa menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Sesampainya di rumah Irfan terlihat Irfan merenung di depan pintu rumahnya sambil duduk jongkok dan memakan cemilan
Kala itu ada segerombol manusia yang keluar dari rumah Irfan sepertinya mereka juga bertamu dan pulang ketika kami datang kamipun berpapasan dengan segerombol manusia tersebut beberapa diantaranya ada yang kami kenal nah salah satunya adalah adik dari temanku yaitu Charles adik dari Wir Jaya yang saat ini masih ada di Jawa mengenyam pendidikan di pesantren.
Kami datang Irfan pun masuk ke dalam rumah seolah-olah akan menyambut kami namun begitu kami memasuki pintu rumahnya dia hanya duduk jongkok samping pintu sambil mengulurkan satu jarinya Mungkin ia tak mau bersalaman.
Tak terlalu lama kami berbincang-bincang di rumah Irfan kami pun memutuskan untuk lanjutkan perjalanan dan kami pun mengajak Irfan untuk ikut bersama kami.
Makanan yang disuguhkan juga beragam dan cukup banyak aku mengambil segelas teh Rio begitupun dengan yang lainnya ketika kami akan pamit akupun mengumpulkan sampah minuman kami dan semua itu ku serahkan kepada Irfan.
Perjalanan selanjutnya kami ke rumah Akbar teman MTS ku juga sahabatku kalau itu di rumahnya cukup ramai banyak orang dan kami disambut dengan baik usai salam-salaman kami duduk dan menikmati cemilan serta minuman yang ada di situ
beberapa lama kami menunggu Aku pun tak kunjung datang akhirnya Nasir mencoba untuk masuk rumah Akbar lebih dalam lagi dan menemukan Akbar di dalam sana. Rupanya Akbar tak mau keluar karena ia pemalu satu hal yang kutahu ya sudah tak seperti yang dulu.
Seperti ada sesuatu yang tertukar di antara kami dulu aku merokok dan sekarang tidak sementara dulu Akbar benci dengan rokok tapi sekarang perokok lagi lagi disitu aku menikmati kacang dengan aneka ragam makanan yang lain tidak semua aku coba aku hanya mengambil apa yang ingin aku makan saja.
Sudah ada empat Irfan Maulana pergi dari rumah Akbar meninggalkan kami semua entah dia mau kemana Aku pun tak tahu namun tak Berapa lama Ia pun kembali setelah Irfan kembali kami berencana melanjutkan perjalanan
Kami berhenti sejenak di rumah Nasir untuk merencanakan akan pergi kemana serta kami berencana mengajak Rizal teman kami namun ia sedang sibuk membantu orang tuanya yang sedang berjualan.
Kami pun tak bisa membujuk Irfan dan ia pun pulang meninggalkan kami dan kami pun pergi hanya ber lima sebelumnya ada salah satu teman basir sedang ikut dengan kami.
To be continue. ! ! !
Diary Si memet : bidadari kelotok antara jodoh atau bukan dan petualangan di rumah sakit balikpapan
Assalamalaikum. Wr. Wb
Hari ini senin, 22 april 2019 berada di RSUD gunung malang balikpapan. Hari minggu kemarin aku baru saja tiba di rumah bude ku di balikpapan kilo 1 mes projakal. Berangkat dari babulu pagi jam 7 perjalanan menggunakan taksi. Orang kota mentebutnya mini bus karena dapat memuat kapasitas penumpang hingga 12 orang.
Kemudian tiba di penajam sekitar jam 08:30 sempat melihat jam di layar hp. Sebelum naik armada laut yang bernama kelotok aku dan mamaku mampir di warung sekedar membeli air mineral dan naraya minuman kedelai kesukaanku. Kami mengatakan kepada penjualnya mau membeli aqua botol, tapi pedagang itu malah memberikan 1 botol orig. Sugguh jauh dari kata sempurna.
Sebenarnya aku takut naik kelotok dan ini satu-satunya kelemahanku, aku terpaksa naik kelotok pertama karena aku tidak membawa motor dan yang kedua jika naik fery maka akan sulit angkot setiba di kariyangau, jadi memutuskan naik kelotok.
Posisi kelotok yang goyang membuatku susah untuk menyeimbangkan diri. Dari pada jatuh dan malu aku melepas tasku untuk mengurangi beban bawaanku selain membawa badan sendiri yang berat.
Tas aku lempar ke kursi penumpang nyaris saja menenai seorang bapak-bapak yang santai merokok di sana. Namun dengan keahlian teknik ninjaku, tas mendarat tepat pada tempat duduk. Sebenarnya lemparanku tidak tepat sih, sasaranku adalah kursi yang di sebelahnya lagi.
Dengan rasa yang sok berani, aku duduk santai di kursi yang gak nyaman dengan hati yang risau serta perasaan yang tak menentu. Tak lama kelotok di penuhi oleh penumpang mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tak hanya itu, anak muda pun banyak yang naik kelotok.
Salah satunya ada cewek cantik duduk di sebelahku. Benar-benar wujud wanita idamanku, tertutup berjilbab panjang cantik kelihatannya sih solehah.
Aku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan. Namanya adalah anisa safitry berasal dari banjarmasin tujuan ke samarinda umurnya 23 tahun (aku 24) di samarinda ia bekerja di tiiiiiiiit (sensor) dia tadi diantar oleh orang tuanya sampai penajam. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Semua info itu aku dapatkan bukan dari perkenalan. Aku nguping pembicaraannya dengan orang cowok di sebelahnya yang lebih dahulu. Si cowok mencatat nomor hp si cewek. Sampainya di kampung baru balikpapan ketika akan turun dari kelotok, cowok yang tadi minta nomor cewekku ia terpeleset dan hp nya jatuh ke air dan tenggelam di teluk balikpapan sontak aku mengucapkan alhamdulillah.
Hahahaaa. Terlihat kekesalan kecewa dan sedih di raut wajahnya. Sekilas ia menatap sinis kearahku entah apa yang ada di pikirannya, setelah itu ia pergi dengan rasa kecewa tanpa mempedulikan hp nya yang jatuh di teluk balikpapan. Mungkin sudah di makan paus hahahahaa.
Setelah itu aku dan mamaku juga pergi meninggalkan kampung baru menuju rumah budeku.
Singkat cerita hari ini 22 april 2019 aku berada di RSUD gunung malang balikpapan. Sesuai namanya kami malang di ini. Berangkat dari rumah budeku jam 07:00 menuju RSUD gunung malang. Datang langsung ambil daftar ambil nomor antrian.
Kagetnya bukan main melihat angka di nomor antrian tersebut nomor urut 122. Padahal baru jam 07:30. Memang sih yang datang sudah banyak tapi ini di luar ekspetasiku, gak menyangka dapat nomor utur diatas 100.
Tapi aku pikir ini sebentar aja, ternyata setelah sekian lama menunggu tepat pukul 12:10 nomor urut 122 dipanggil. Sangat lama nunggunya. Setelah itu urusan belum selesai, untuk ke poli kandungan harus antri lagi.
Di poli kandungan dapat nomor antrian 008 kupikir ini sebentar aja, gak taunya jam 13:00 baru di panggil masuk ternyata dokternya rapat.. sambil menunggu di panggil aku dan mamaku ke kantin untuk isi perut soalnya dari pagi belum ada makan Mamaku pesan kuah sup dan nasir sementara aku pesan nasi campur .
"Bu, pesan kuah sup pakai nasi dan nasi campur"
"Nasi campurnya pakai lauk apa" kata ibu penjual.
Emmm (sambil mikir)"pakai ayam goreng tepung aja bu" kata aku
"Gak ada mas" sedikit kaget aku "adanya fried chicken"
Dari pada berdebat sementara debat sudah selesai jadi ku iya-kan aja yg dikatakan ibu itu. setelah mendapat rujukan. Kami pulang, ku buka hp dan ku buka aplikasi ojek online yang warna hijau itu.
Kami pesan go-car. Diperjalanan banyak ngobrol sama bapak supir sempat sedikit berdebat karena go-car nya nyasar gak sesuai rute. Setelah lama berdebat akhirnya bapak go-car nya masuk jalur yang benar sesuai aplikasi.
Rencana besok 23 april 2019 pagi kami akan ke samarinda naik tayo.
To Be Continue. . . . . .
Hari ini senin, 22 april 2019 berada di RSUD gunung malang balikpapan. Hari minggu kemarin aku baru saja tiba di rumah bude ku di balikpapan kilo 1 mes projakal. Berangkat dari babulu pagi jam 7 perjalanan menggunakan taksi. Orang kota mentebutnya mini bus karena dapat memuat kapasitas penumpang hingga 12 orang.
Kemudian tiba di penajam sekitar jam 08:30 sempat melihat jam di layar hp. Sebelum naik armada laut yang bernama kelotok aku dan mamaku mampir di warung sekedar membeli air mineral dan naraya minuman kedelai kesukaanku. Kami mengatakan kepada penjualnya mau membeli aqua botol, tapi pedagang itu malah memberikan 1 botol orig. Sugguh jauh dari kata sempurna.
Sebenarnya aku takut naik kelotok dan ini satu-satunya kelemahanku, aku terpaksa naik kelotok pertama karena aku tidak membawa motor dan yang kedua jika naik fery maka akan sulit angkot setiba di kariyangau, jadi memutuskan naik kelotok.
Posisi kelotok yang goyang membuatku susah untuk menyeimbangkan diri. Dari pada jatuh dan malu aku melepas tasku untuk mengurangi beban bawaanku selain membawa badan sendiri yang berat.
Tas aku lempar ke kursi penumpang nyaris saja menenai seorang bapak-bapak yang santai merokok di sana. Namun dengan keahlian teknik ninjaku, tas mendarat tepat pada tempat duduk. Sebenarnya lemparanku tidak tepat sih, sasaranku adalah kursi yang di sebelahnya lagi.
Dengan rasa yang sok berani, aku duduk santai di kursi yang gak nyaman dengan hati yang risau serta perasaan yang tak menentu. Tak lama kelotok di penuhi oleh penumpang mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tak hanya itu, anak muda pun banyak yang naik kelotok.
Salah satunya ada cewek cantik duduk di sebelahku. Benar-benar wujud wanita idamanku, tertutup berjilbab panjang cantik kelihatannya sih solehah.
Aku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan. Namanya adalah anisa safitry berasal dari banjarmasin tujuan ke samarinda umurnya 23 tahun (aku 24) di samarinda ia bekerja di tiiiiiiiit (sensor) dia tadi diantar oleh orang tuanya sampai penajam. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Semua info itu aku dapatkan bukan dari perkenalan. Aku nguping pembicaraannya dengan orang cowok di sebelahnya yang lebih dahulu. Si cowok mencatat nomor hp si cewek. Sampainya di kampung baru balikpapan ketika akan turun dari kelotok, cowok yang tadi minta nomor cewekku ia terpeleset dan hp nya jatuh ke air dan tenggelam di teluk balikpapan sontak aku mengucapkan alhamdulillah.
Hahahaaa. Terlihat kekesalan kecewa dan sedih di raut wajahnya. Sekilas ia menatap sinis kearahku entah apa yang ada di pikirannya, setelah itu ia pergi dengan rasa kecewa tanpa mempedulikan hp nya yang jatuh di teluk balikpapan. Mungkin sudah di makan paus hahahahaa.
Setelah itu aku dan mamaku juga pergi meninggalkan kampung baru menuju rumah budeku.
Singkat cerita hari ini 22 april 2019 aku berada di RSUD gunung malang balikpapan. Sesuai namanya kami malang di ini. Berangkat dari rumah budeku jam 07:00 menuju RSUD gunung malang. Datang langsung ambil daftar ambil nomor antrian.
Kagetnya bukan main melihat angka di nomor antrian tersebut nomor urut 122. Padahal baru jam 07:30. Memang sih yang datang sudah banyak tapi ini di luar ekspetasiku, gak menyangka dapat nomor utur diatas 100.
Tapi aku pikir ini sebentar aja, ternyata setelah sekian lama menunggu tepat pukul 12:10 nomor urut 122 dipanggil. Sangat lama nunggunya. Setelah itu urusan belum selesai, untuk ke poli kandungan harus antri lagi.
Di poli kandungan dapat nomor antrian 008 kupikir ini sebentar aja, gak taunya jam 13:00 baru di panggil masuk ternyata dokternya rapat.. sambil menunggu di panggil aku dan mamaku ke kantin untuk isi perut soalnya dari pagi belum ada makan Mamaku pesan kuah sup dan nasir sementara aku pesan nasi campur .
"Bu, pesan kuah sup pakai nasi dan nasi campur"
"Nasi campurnya pakai lauk apa" kata ibu penjual.
Emmm (sambil mikir)"pakai ayam goreng tepung aja bu" kata aku
"Gak ada mas" sedikit kaget aku "adanya fried chicken"
Dari pada berdebat sementara debat sudah selesai jadi ku iya-kan aja yg dikatakan ibu itu. setelah mendapat rujukan. Kami pulang, ku buka hp dan ku buka aplikasi ojek online yang warna hijau itu.
Kami pesan go-car. Diperjalanan banyak ngobrol sama bapak supir sempat sedikit berdebat karena go-car nya nyasar gak sesuai rute. Setelah lama berdebat akhirnya bapak go-car nya masuk jalur yang benar sesuai aplikasi.
Rencana besok 23 april 2019 pagi kami akan ke samarinda naik tayo.
To Be Continue. . . . . .
Diary si Memet : pengalaman luar biasa yang Takkan Terlupakan sepanjang masa
Assalamualaikum. Wr. Wb
Halo semuanya apa kabar, semoga baik-baik aja ya. Yak kali ini aku kembali mengisi posting di blog ini setelah beberapa waktu lama tidak menulis, dikarenakan banyak kegiatan dan pekerjaan yang membuatku tidak sempat untuk mengisi tulisan disini.
Selain itu alasan lain aku lama tidak menulis adalah, karena aku merasa kurang bersemangat untuk menulis lagi. Itu semua karena Google Plus tidak bisa digunakan lagi, jadi tidak ada tempat untuk aku mempromosikan tulisanku. Walaupun ada Facebook dan media sosial yang lainnya rasanya kurang efektif.
Kenapa sekarang aku kembali menulis lagi, itu bukan karena ada tempat untuk promosi tapi karena aku memang lagi ingin menulis. Sekarang aku tidak terlalu peduli Apakah tulisanku ini akan ada yang membacanya atau tidak. Syukur jika masih ada yang mau membaca tulisanku ini namun jika tidak ada juga tidak apa-apa.
Di zaman sekarang ini orang lebih menyukai YouTube daripada blog. Orang lebih banyak tertarik dengan video atau audio visual daripada membaca artikel melalui komputer atau smartphone itu termasuk alasan kenapa blog menjadi sepi.
Baru saja kita melewati pemilu pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 semoga siapapun nanti yang menjadi presiden ya bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik sejahtera dan merdeka serta bebas dari hutang negara.
Aku sebenarnya nggak tahu sih apa yang mau aku tulis... emmm mungkin aku akan membahas beberapa agenda dan kegiatanku kedepannya Aku menulis ini pada hari Jumat 19 April 2019.
Kemungkinan Nanti hari Minggu 21 April 2019 aku sama mamaku akan pergi ke Samarinda untuk melakukan kontrol dan operasi Untuk Mamaku kontrol apa dan operasi apa Silakan baca di postinganku yang sebelum-sebelumnya.
Tapi sebelum ke Samarinda aku akan mampir di Balikpapan mungkin sekitar 1, 2 atau 3 hari untuk membuat rujukan online.
Pertama aku akan mengunjungi rumah sakit Umum Gunung Malang Balikpapan, Kemudian dari Rumah Sakit Gunung Malang Balikpapan lanjut ke Rumah Sakit kanujoso Balikpapan, Baru setelah itu terbang ke Samarinda menuju rumah sakit umum Abdul Wahab Sjahranie.
Berbicara soal Samarinda ibukota Kalimantan Timur banyak hal dan peristiwa yang tak bisa kulupakan selama aku di sana.
Mungkin pembahasanku akan beralih topik. Aku akan bercerita sedikit tentang Samarinda. mungkin aku akan menceritakan peristiwa peristiwa yang aku alami di Samarinda. Dari yang biasa sampai luar biasa sampai yang tidak biasa akan aku ceritakan Tapi tidak semua sisanya untuk bahan tulisanku kapan-kapan hehehe.
# menerobos lampu merah.
Itu kejadian ketika aku belum terbiasa menggunakan motor di keramaian kota karena tempat asalku di desa yang kendaraannya tidak seramai di kota. Ketika itu aku habis pulang dari rumahku bersama dengan 2 orang teman ku menggunakan 2 motor, waktu itu aku membonceng seorang temanku dan 1 orang temanku lagi menggunakan motor di belakang .
Namanya di kota banyak perempatan dan pertigaan dan ketika itu aku belum hafal jalan dan tentu saja aku tidak terlalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada di sekitar ketika itu di depan ada dua jalan belok kiri atau lurus.
Karena aku lupa jalannya maka aku bertanya dengan temanku yang ku bonceng Ternyata dia tidak tahu juga maka Iya bertanya kepada temanku yang menggunakan motor di belakang dan temanku yang pakai motor di belakang mengatakan lurus sembari memberikan aba-aba jalan lurus.
Teman yang aku bonceng juga mengatakan jalan lurus sontak aku mengambil jalan lurus tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas ketika itu sedang lampu merah dan aku menerobosnya tanpa merasa bersalah tentu saja banyak yang marah yang Mengklaksonin kami berkali-kali.
Awalnya aku bingung apa yang terjadi kenapa orang-orang pada klaksonin kami aku baru sadar ketika temanku memberitahu bahwa kita sudah menerobos lampu merah berhenti pun tak bisa terpaksa lurus aja untungnya tidak ada yang polisi yang berjaga Alhamdulillah Sami terbebas dari tragedi yang ada.
Mungkin segini saja deh tulisan aku kali ini aku bingung mau nulis apa sebenarnya masih banyak cerita tapi aku simpan untuk cadangan tulisanku kapan-kapan kalau aku tulis semua nanti aku tidak ada bahan tulisan lagi.
Entah Tulisan ini ada yang membaca atau tidak ya tidak apa-apa tidak punya ini bisa menjadi dokumentasi saja.
Sekian dan terima kasih
Diary si memet : ngobrol bebas dengan topik yang gak jelas
Assalamualaikum. Wr. Wb
Akhirnya aku pulang ke desa babulu darat setelah sekian bulan aku di Samarinda, dan aku baru sempat menulis postingan hari ini.
Ini adalah diary ku, catatanku, meskipun begitu tapi aku bingung kali ini mau menulis apa, karena aku merasa akhir-akhir ini tidak ada yang menarik yang bisa aku ceritakan.
Yang aku khawatirkan adalah kalian wahai para pembaca setiaku. Ya aku khawatir sama kalian, aku khawatir jika aku menulis sesuatu yang tidak menarik, para pembacaku akan berpindah ke blog nenasire atau ke blog Inspirasi Tanpa Kategori .
Tentu sebagai seorang blogger aku tidak ingin kehilangan para pembaca blogku. Ya memang sih isi blogku hanya catatan harianku walaupun aku gak setiap hari nulis. Akan sangat merepotkan bila aku menulis setiap hari.
Tapi keren juga sih kalau bisa nulis setiap hari, seperti atta halilintar yang membuat video setiap hari hingga subscriber nya 11 juta dan menjadi king of youtube, kali aja bisa mencontoh dan menjadi king of blogger.
Aku nulis ini pakai hp aja, tapi hp ku lagi rusak, kata kawanku sih LCD nya belum ada dana untuk memperbaikinya, tapi gak papa masih bisa di pakai untuk menulis. Doakan aja ya aku punya hp baru supaya bisa terus menulis, ya kalau kalian mau mendoakan aku punya laptop gak papa kalau boleh reques laptop alienware ya heheheheee.
Sudah 2 minggu aku di babulu, yaaa 2 minggu lebih lah tadi aku hitung 16 hari sampai hari ini. Selama 2 minggu ini hari-hariku sepi kerjaan berantakan, seminggu yang lalu mesin cucian motorku di rusak sama orang. Setelah di perbaiki sepi gak ada yang cuci motor.
Apakah motor orang gak ada yang kotor sehingga gak mampir atau mereka gak punya uang untuk cuci motor. Kurasa alasan yang paling tepat adalah mereka cuci motor di tempat lain disini makin banyak orang buka pencucian motor.
Selain itu aku juga belum bisa mencari pekerjaan yang lain, karena tidak lama setelah ini aku berangkat lagi ke Samarinda untuk kontrol mamaku.
Aku sudah keliling desa babulu walaupun Cuma di jalan luar aja sih dan aku perhatikan sudah banyak perubahan sejak aku tinggalkan 8 bulan yang lalu. Pusat perbelanjaan banyak, toko-toko juga bertambah.
Begitu juga dengan teman-temanku, aku sudah bertemu dengan beberapa temanku banyak perubahan di diri mereka. Tapi ada satu temanku yang sama sekali gak ada perubahannya.
Mau kusebutkan nanti orangnya tersinggung, gak di sebutkan gak asik, yaudah inisialnya aja ya. Inisialnya NASIR, Bagi kalian yang tau diam-diam aja jangan di kasi tau nanti orangnya marah kan jadi gak enak.
Beberapa malam yang lalu aku sempat ngobrol-ngobrol sama dia tentang youtube dan juga blog, kami membicarakan mau seperti apa kedepannya nanti.
Yang jelas akan ada sesuatu yang akan kami buat karena sangat rahasia kami belum bisa memberitahukan ke public.
Ngomongin soal youtube aku akan kembali terjun ke dunia youtube tapi dengan channelku sendiri dan konten-kontenku sendiri, apa kontennya belum bisa aku kasi tau sekarang.
Di postingan kali ini kayanya gak jelas ya. Seperti ngobrol-ngobrol aja tapi aku berharap kalian tetap terhibur.
Akhir-akhir ini banyak temanku yang menikah tapi satupun tidak ada yang aku datangi hehehee
Bukannya aku gak mau datang sih tapi yaa ada alasan yang gak bisa aku jelaskan kenapa aku gak bisa datang. Susah untuk menjelaskannya bisa aku rasakan tapi tidak bisa aku bahasakan. Itu kata-katanya affanda aku copas.
Karena banyaknya teman yang menikah, maka banyak juga pertanyaan kapan nikah. Jelas ini pertanyaan yang menyebalkan bagi sebagian orang, termasuk aku jadi tolong jangan tanyakan hal itu.
Yah mungkin cukup sekian dulu ya sampai sini aja kita cerita-ceritanya. Aku mau membuat konten untuk blogku yang lain.
Sampai jumpa di postingan selanjutnya aku harap kalian terhibur dan tidak bosan, silahkan bila ingin meninggalkan komentar.
Assalamualaikum. Wr. Wb
Diary si memet : Kemoterapi Dan Radioterapi
Assalamualaikum. Wr. Wb
Heyyow apa kabar sobat semua semoga alhamdulillah dalam keadaan sehat sejahtera tanpa kurang suatu apa pun sekeluarga dan setanah air.
Sudah lama nih gak nulis terakhir tentang Diary Si Memet : RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE (AWS) lama gak nulis dikarenakan banyaknya kesibukanku di kota samarinda mengurus mamaku yang lagi dalam pengobatan penyakit kanker serviks yang di alaminya.
Saat aku menulis tulisan ini aku sedang berada di ruangan rawat inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda saat aku menulis ini mamaku lagi rawat inap sobat rencana mau ada operasi untuk ganti selang DJ stan dan aku sempatkan untuk membuat tulisan ini.
Oke, seperti yang pernah aku katakan di postingan sebelumnya. Aku akan membahas tentang Radioterapi dan Kemoterapi dua jenis pengobatan untuk kanker yang di jalani oleh mamaku selama berobat di sini.
Mungkin Radioterapi belum banyak yang tau, aku akan memulai dengan membahas kemoterapi terlebih dahulu, karena pasti banyak yang penasaran sama kemoterapi.
KEMOTERAPI
Apa yang terlintas di pikiran kalian saat mendengar kemoterapi ??? Alat-alat canggih kedokteran, mesin besar yang di masuki orang atau sesuatu yang menakutkan sehingga membuat orang menjadi botak.
Jika itu yang kalian pikirkan, kalian bayangkan semuanya salah. Kemoterapi bukan sesuatu yang menakutkan atau mengerikan. Jika kalian pernah melihat orang di infus maka seperti itulah kemoterapi hanya saja obat di dalamnya yang membedakan seperti gambar di bawah ini.
inilah kemoterapi yang di lakukan oleh mamaku hanya di infus tidak menggunakan alat macam-macam. kenapa bisa sampai botak ? Obat yang di gunakan adalah obat yang dapat membunuh sel-sel hidup dalam tubuh seperti sel rambut (bulu) sel darah merah leukosit atau darah putih termasuk membunuh sel kanker dari dalam. Kemoterapi terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu kemo berat dan kemo ringan, tergantung jenis kanker, stadium dan fisik. Kemo berat membuat orang mengalami rontok hingga botak sementara kemo ringan hanya rontok srdikit-sedikit saja obat kemo memiliki radiasi bahkan aku yang gak kemo tapi berdekatan dengan mamaku juga ikutan rontok rambutku tapi sedikit aja gak banyak, kemoterapi juga menimbulkan beberapa efek samping yang gak bisa aku jelaskan semuanya. Radioterapi Adalah salah satu pengobatan untuk kanker dengan mengunakan sinar radioaktif yang di dekatkan ke pasien terutama di bagian yang ada kankernya. Pasien tidak akan merasakan apa pun biasa-biasa saja.
ini adalah ruangan sinar radiasi pasien menunggu antrian untuk sinar radiasi Total terapi sinar yang di lalui mamaku sebanyak 38 kali setiap Senin sampai jumat. Sinar itu awalnya biasa-biasa saja tapi setelah beberapa hari sinar kulit akan terasa panas dan gosong atau menghitam efek sinar radiasi di dalam tubuh akan bertahan selama 6 bulan itu yang di katakan dokter. Mamaku menjalani itu semua selama 3 bulan sinar 38 kali dan kemo nya 4 kali, kemo ringan aja nanti kontrol pertama 16 januari 2019. Mamaku ada rencana mau pulang sih ke babulu darat tapi belum pasti lihat kondisi mamaku dulu, kalau sudah agak sehatan ya mungkin pulang dulu nanti sebelum tanggal 16 januari ke sini lagi. Tapi kalau belum memungkinkan ya mungkin bertahan di sini aja sampai kontrol pertama. Di sini aku gak ada keluarga jadi aku tinggal di rumah singgah KSK (komunitas support kanker) tinggal di rumah singgah itu gratis tidak di pungut biaya dan makan juga di jamin (bahan sudah ada tinggal masak sendiri). Kapan-kapan aku akan menulis tentang rumah singgah dan KSK tadi tapi aku belum mendapat izin untuk hal itu dan aku juga belum melakukan sesi wawancara dengan pengurus KSK bila nanti sudah mendapat izin dan sudah wawancara maka aku akan menulis tentang rumah singgah dan KSK. Buat sobat semua yang membaca tulisan saya ini. Mohon doa nya untuk kesembuhan mamaku yang sedang berjuang melawan kankernya. Selama di sini juga aku memiliki suka duka nanti ada waktunya aku tuliskan suka dukanya. Untuk saat ini mungkin itu aja dulu yang bisa aku tulis mohon maaf bila ada kesalahan . Salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu sehat wal afiat panjang umur dan banyak rejeki jangan lupa dukung blog ini dengan terus update mengunjungi blog ini supaya saya juga ada semangatnya untuk membuat karya tulis Wasalamualaikum. Wr. Wb.
inilah kemoterapi yang di lakukan oleh mamaku hanya di infus tidak menggunakan alat macam-macam. kenapa bisa sampai botak ? Obat yang di gunakan adalah obat yang dapat membunuh sel-sel hidup dalam tubuh seperti sel rambut (bulu) sel darah merah leukosit atau darah putih termasuk membunuh sel kanker dari dalam. Kemoterapi terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu kemo berat dan kemo ringan, tergantung jenis kanker, stadium dan fisik. Kemo berat membuat orang mengalami rontok hingga botak sementara kemo ringan hanya rontok srdikit-sedikit saja obat kemo memiliki radiasi bahkan aku yang gak kemo tapi berdekatan dengan mamaku juga ikutan rontok rambutku tapi sedikit aja gak banyak, kemoterapi juga menimbulkan beberapa efek samping yang gak bisa aku jelaskan semuanya. Radioterapi Adalah salah satu pengobatan untuk kanker dengan mengunakan sinar radioaktif yang di dekatkan ke pasien terutama di bagian yang ada kankernya. Pasien tidak akan merasakan apa pun biasa-biasa saja.
ini adalah ruangan sinar radiasi pasien menunggu antrian untuk sinar radiasi Total terapi sinar yang di lalui mamaku sebanyak 38 kali setiap Senin sampai jumat. Sinar itu awalnya biasa-biasa saja tapi setelah beberapa hari sinar kulit akan terasa panas dan gosong atau menghitam efek sinar radiasi di dalam tubuh akan bertahan selama 6 bulan itu yang di katakan dokter. Mamaku menjalani itu semua selama 3 bulan sinar 38 kali dan kemo nya 4 kali, kemo ringan aja nanti kontrol pertama 16 januari 2019. Mamaku ada rencana mau pulang sih ke babulu darat tapi belum pasti lihat kondisi mamaku dulu, kalau sudah agak sehatan ya mungkin pulang dulu nanti sebelum tanggal 16 januari ke sini lagi. Tapi kalau belum memungkinkan ya mungkin bertahan di sini aja sampai kontrol pertama. Di sini aku gak ada keluarga jadi aku tinggal di rumah singgah KSK (komunitas support kanker) tinggal di rumah singgah itu gratis tidak di pungut biaya dan makan juga di jamin (bahan sudah ada tinggal masak sendiri). Kapan-kapan aku akan menulis tentang rumah singgah dan KSK tadi tapi aku belum mendapat izin untuk hal itu dan aku juga belum melakukan sesi wawancara dengan pengurus KSK bila nanti sudah mendapat izin dan sudah wawancara maka aku akan menulis tentang rumah singgah dan KSK. Buat sobat semua yang membaca tulisan saya ini. Mohon doa nya untuk kesembuhan mamaku yang sedang berjuang melawan kankernya. Selama di sini juga aku memiliki suka duka nanti ada waktunya aku tuliskan suka dukanya. Untuk saat ini mungkin itu aja dulu yang bisa aku tulis mohon maaf bila ada kesalahan . Salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu sehat wal afiat panjang umur dan banyak rejeki jangan lupa dukung blog ini dengan terus update mengunjungi blog ini supaya saya juga ada semangatnya untuk membuat karya tulis Wasalamualaikum. Wr. Wb.
Diary Si Memet : RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE (AWS)
Balik lagi di catatan si memet, Postingan kali ini sebenarnya aku ingin melanjutkan cerita di balikpapan tapi karena 2 alasan yang gak bisa aku jelaskan, maka aku melanjutkan cerita di samarinda.
Dari awal aku menginjakkan kaki di kota tepian ini sudah selama hampir 3 bulan, sempat sekitar seminggu balik ke desa babulu darat penajam paser utara selama 10 hari. Di samarinda aku menemani mamaku yang sedang sakit kanker servik di rumah sakit umum AWS Abdul Wahab Sjahranie.
# Antrian nomor BPJS
Cerita aku mulai dari antrian bpjs, ada yang menarik saat antrian bpjs di RSUD AWS Samarinda, tempat antriannya berada di pos satpam, antrian di buka mulai pukul 6.00
Pagi Untuk bisa masuk antrian pagi maka sebelum jam 6 pagi sudah mengantri dan antrian di tutup jam 7 pagi dan antrian di lanjutkan di buka pukul 8 pagi di dalam rumah sakit yang artinya akan semakin lama, Orang-orang yang ikut antrian pagi kadang datang jam 5 pagi bahkan ada yang datang jam 3 pagi, yang antri adalah pasien atau keluarga yang mewakili.
Tidak ingin kalah dari yang lainnya aku pun ikut antrian bpjs untuk mamaku. Aku sangat berambisi mendapatkan nomor 1 agar nantinya mamaku tidak terlalu lama untuk di panggil dan melanjutkan ke poli untuk di periksa dokter. Ketika besok mau antrian, jam 8 malam aku sudah tidur dan bangun jam 2 pagi seperti yang aku harapkan.
Karena jarak kos dengan rumah sakit dekat maka aku jalan kaki sesampainya di tempat antrian bpjs aku merasa senang karena belum ada orang. Tapi ternyata sudah ada beberapa botol yang berjajar di depan pintu satpam Botol-botol tersebut sebagai tanda tempat pemiliknya.
kadang orang menaruh helm tas batang pohon batu atau apa saja yang bisa di gunakan sebagai tanda. Dan akupun meletakkan botol aqua milikku yang masih bersegel serta aku bungkus plastik dan aku tempel tulisan di plastik itu dengan tulisan “JANGAN DI PINDAH, ALLAH MAHA MELIHAT”.
Setelah itu aku kembali pulang ke kos dan balik ke pos satpam jam 5.30, ternyata sudah semakin banyak orang dan juga botol-botol yang berjajar di situ saat pintu di buka dan antrian di mulai, orang-orang berlarian ke tempat botol atau tanda mereka masing-masing dan aku dapat urutan nomor 7. Jauh dari harapan.
# Antrian untuk dapat nomor urut 1 di radioterapi.
Salah satu pengobatan yang di jalani oleh mamaku adalah sinar atau terapi sinar. Dari ruang radioterapi aku di kasi kertas untuk meminta jaminan di BPJS (tidak ada hubungannya dengan antrian yang sebelumnya) kertas tersebut yang aku gunakan setiap hari untuk meminta jaminan di BPJS.
Pintu poliklinik rumah sakit di buka jam 7.30 tpi aku dan kawan-kawan seperjuangan yang sama-sama terapi sinar lewat samping dan belakang untuk masuk ke poli dan meletakkan berkas di bpjs sebelum petugas datang.
Yang uniknya itu kami semua selalu dulu-duluan meletakkan berkas di bpjs siapa yang duluan itu yang namanya di sebut pertama untuk dapat jaminan biasa di sebut 10 orang 10 orang dulu.
Untuk mendapatkan nomor urut 1 di radioterapi kami berlari dari bpjs ke ruang radioterapi, rumah sakit aws ini sangat luas jarak antara bpjs ke radioterapi cukup jauh lewat beberap tikungan dan koridor itu untuk mengisi absen dan no urut 1.
Kebetulan jadwal mamaku kena jam 3 jadi harus dapat urutan 5 besar agar tidak pulang kemalaman. Jadwal pagi jam 8 ada 12 orang, jadwal jam 10 ada 14 orang, jadwal siang jam 1 ada 13 orang jadwal sore jam 3 ada 16 orang. Jadwaal berdasarkan jumblah terapi sinarnya.
Seperti mamaku yang dapat 38 sinar jadwalnya jam 3 nanti kalau sudah tinggal sedikit sinarnya misal sisa 10 pindah jam 8 pagi.
#teman baru
Selama di sini aku dapat banyak teman baru. Sangking seringnya ke rumah sakit petugasnya hapal wajahku. Sekarang aku tidak kos lagi demi megirit biaya kami pindah ke rumah singgah senyum borneo yang jaraknya agak jauh dari rumah sakit, untuk itu aku meminta motorku di kirim ke samarinda untuk aku gunakan antar mamaku ke rumah sakit setiap hari.
Dirumah singgah aku dapat banyak teman di radioterapi juga banyak teman dari yang tua sampai yang muda, ada satu bapak-bapak jadwal jam 3 selalu nomor 1 dan dia di juluki pak rt nya radioterapi tapi sejak aku masuk jadwal jam 3 dia selalu berada di urutan 2 dan aku yang pertama foto pak RT yang ada di sampingku nama aslinya pak mubin.
Di posting selanjutnya aku akan menjelaskan tentang terapi sinar dan kemoterapi yang banyak di takuti orang-orang.
Dari awal aku menginjakkan kaki di kota tepian ini sudah selama hampir 3 bulan, sempat sekitar seminggu balik ke desa babulu darat penajam paser utara selama 10 hari. Di samarinda aku menemani mamaku yang sedang sakit kanker servik di rumah sakit umum AWS Abdul Wahab Sjahranie.
# Antrian nomor BPJS
Cerita aku mulai dari antrian bpjs, ada yang menarik saat antrian bpjs di RSUD AWS Samarinda, tempat antriannya berada di pos satpam, antrian di buka mulai pukul 6.00
Pagi Untuk bisa masuk antrian pagi maka sebelum jam 6 pagi sudah mengantri dan antrian di tutup jam 7 pagi dan antrian di lanjutkan di buka pukul 8 pagi di dalam rumah sakit yang artinya akan semakin lama, Orang-orang yang ikut antrian pagi kadang datang jam 5 pagi bahkan ada yang datang jam 3 pagi, yang antri adalah pasien atau keluarga yang mewakili.
Tidak ingin kalah dari yang lainnya aku pun ikut antrian bpjs untuk mamaku. Aku sangat berambisi mendapatkan nomor 1 agar nantinya mamaku tidak terlalu lama untuk di panggil dan melanjutkan ke poli untuk di periksa dokter. Ketika besok mau antrian, jam 8 malam aku sudah tidur dan bangun jam 2 pagi seperti yang aku harapkan.
Karena jarak kos dengan rumah sakit dekat maka aku jalan kaki sesampainya di tempat antrian bpjs aku merasa senang karena belum ada orang. Tapi ternyata sudah ada beberapa botol yang berjajar di depan pintu satpam Botol-botol tersebut sebagai tanda tempat pemiliknya.
kadang orang menaruh helm tas batang pohon batu atau apa saja yang bisa di gunakan sebagai tanda. Dan akupun meletakkan botol aqua milikku yang masih bersegel serta aku bungkus plastik dan aku tempel tulisan di plastik itu dengan tulisan “JANGAN DI PINDAH, ALLAH MAHA MELIHAT”.
Setelah itu aku kembali pulang ke kos dan balik ke pos satpam jam 5.30, ternyata sudah semakin banyak orang dan juga botol-botol yang berjajar di situ saat pintu di buka dan antrian di mulai, orang-orang berlarian ke tempat botol atau tanda mereka masing-masing dan aku dapat urutan nomor 7. Jauh dari harapan.
Salah satu pengobatan yang di jalani oleh mamaku adalah sinar atau terapi sinar. Dari ruang radioterapi aku di kasi kertas untuk meminta jaminan di BPJS (tidak ada hubungannya dengan antrian yang sebelumnya) kertas tersebut yang aku gunakan setiap hari untuk meminta jaminan di BPJS.
Pintu poliklinik rumah sakit di buka jam 7.30 tpi aku dan kawan-kawan seperjuangan yang sama-sama terapi sinar lewat samping dan belakang untuk masuk ke poli dan meletakkan berkas di bpjs sebelum petugas datang.
Yang uniknya itu kami semua selalu dulu-duluan meletakkan berkas di bpjs siapa yang duluan itu yang namanya di sebut pertama untuk dapat jaminan biasa di sebut 10 orang 10 orang dulu.
Untuk mendapatkan nomor urut 1 di radioterapi kami berlari dari bpjs ke ruang radioterapi, rumah sakit aws ini sangat luas jarak antara bpjs ke radioterapi cukup jauh lewat beberap tikungan dan koridor itu untuk mengisi absen dan no urut 1.
Kebetulan jadwal mamaku kena jam 3 jadi harus dapat urutan 5 besar agar tidak pulang kemalaman. Jadwal pagi jam 8 ada 12 orang, jadwal jam 10 ada 14 orang, jadwal siang jam 1 ada 13 orang jadwal sore jam 3 ada 16 orang. Jadwaal berdasarkan jumblah terapi sinarnya.
Seperti mamaku yang dapat 38 sinar jadwalnya jam 3 nanti kalau sudah tinggal sedikit sinarnya misal sisa 10 pindah jam 8 pagi.
#teman baru
Dirumah singgah aku dapat banyak teman di radioterapi juga banyak teman dari yang tua sampai yang muda, ada satu bapak-bapak jadwal jam 3 selalu nomor 1 dan dia di juluki pak rt nya radioterapi tapi sejak aku masuk jadwal jam 3 dia selalu berada di urutan 2 dan aku yang pertama foto pak RT yang ada di sampingku nama aslinya pak mubin.
Di posting selanjutnya aku akan menjelaskan tentang terapi sinar dan kemoterapi yang banyak di takuti orang-orang.
Diary Si Memet : Perjalanan Ke Kota Balikpapan
Malam itu aku sendiri di rumah, mama ku lagi ke Balikpapan buat berobat. Malam itu kabarnya yang aku dengar mamaku akan menjalani operasi biopsi di rumah sakit gunung malang Balikpapan dan aku hanya bisa berdoa dari rumah.
Lantaran sepi aku menghubungi nasir dan basir mengajaknya untuk bermalam di rumahku. Sekitar jam 8 malam mereka tiba di rumahku. Rasanya menyenangkan jika ada mereka. Dan kami bertiga berbincang-bincang hingga larut malam.
Esokan paginya bule ku yang tinggal di samping rumahku menyuruhku berangkat ke balikpapan aku pun memberi tau nasir dan basir, dan nasir membangunkan basir yang masih terlelap tidur. Mau tidak mau mereka harus angkat kaki dari rumahku karena akan di kunci.
Aku pun menunggu angkutan umum di depan rumahku. Terlihat nasir dan basir masih duduk-duduk di depan rumahku sambil berbicara sesuatu yang tidak dapat aku dengar. Tak lama mereka menaiki motor mereka dan melambaikan tangan kearahku dab aku pun melambaikan tangan kearah mereka.
Tak lama setelah itu terlihat dari kejauhan angkutan umum yang aku tunggu-tunggu, aku melambaikan tangan ke arah angkutan umum tersebut dan berhenti tepat di depanku.
Aku pun naik dalam angkutan umum tersebut, butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai ke penajam setelah itu nantinya akan menyeberangi teluk Balikpapan menggunakan kapal kelotok.
Dalam angkutan umum tersebut terdiri dari delapan bangku di belakang serta dua bangku di samping supir terlihat tiga orang di deretan belakang tertidur sangat lelap dan 3 bangku di depannya di isi oleh ibu muda yang menggendong bayinya.
Aku pun duduk di samping ibu itu.
“Mau ke mana mas” tanya ibu itu padaku.
“kebalikpapan mba” jawabku singkat
“mau ngapain mas kalo boleh tau” tanya ibu itu lagi.
“ada urusan keluarga mba” jawabku” mba sendiri mau kemana” aku bertanya balik.
“mau ke balikpapan mas ada urusan keluarga juga” aku hanya membalas dengan senyuman. Aku bergumam dalam hati, apakah ibu ini tidak bisa merangkai dan menyusun kata-kata atau apakah ia tidak punya jawaban yang lain sehingga harus mencontek jawabanku. Ibu itu berusia 22 tahun aku melihat dari KTP nya saat ia membuka dompetnya. Beberapa saat sepi dan sunyi semua penumpang tertidur kecuali aku supir dan ibu tadi. Tak beberapa lama ibu itu tertidur dan kepalanya tersandar di bahuku. Jelas aku terkejut tapi tidak tega membangunkannya. Tak berapa lama supir menghentikan mobil karena ada yang mau naik dan satu-satunya bangku yang kosong ada di sebelah kiriku. Ternyata itu seorang wanita muda dan cantik dia kawan lamaku, ia duduk di sampingku dan hal pertama yang ia tanyakan adalah “met ini istri dan anakmu kah” temanku menunjuk ibu yang tidur bersandar denganku.
“bukan, gak tau siapa” jawabku dengan nada pelan.
Perjalanan masih cukup jauh orang-orang masih tertidur tak lama temanku ini ikutan menyandarkan kepalanya di bahu kiriku dan berkata “numpang bantalan ya met ngantuk nih” aku hanya diam tanpa menjawab apa-apa. Supir di depan melihatku dari kaca spion dan mengacungkan jempol kearahku Aku teringat perkataan ustadz abdul somad di tusuk paku besi dari api neraka lebih baik dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahram. Tak lama sampai penajam dengan pelan-dan berhati-hati aku memindahkan kepala ibu di samping kananku dan aku sandarkan di dinding mobil. Kemudian aku berusaha memindahkan kelapa temanku di bahu kiriku dengan pelan-pelan dan hati-hati baru aku sentuh kepalanya temanku ini sudah menegurku “jangan macam-macam met jangan ambil kesempatan dalam kesempitan” katanya. “bukan gitu kampret, aku Cuma mau memindahkan kepalamu aja berat tau risih rasanya” jelasku padanya Temanku ini mengangkat kepalanya dan sedikit cemberut memandangku tiba-tiba supir meninjak lubang dan membuat semua orang kaget dan terbangun dan aku merasa kasihan dengan ibu tadi kepalanya terbentur terlihat ia kesakitan tapi aku cuek aja. Setelah turun di penajam aku menghampiri temanku tadi dan memberinya teh kotak sebagai permintaan maaf soalnya sejak di mobil ia cemberut dan tak mau menegurku. Ia pun menerima teh itu sambil aku utarakan maafku dan aku pun meninggalkannya berjalan santai menuju kelotok. Setelah aku membeli tiket dan akan turun ke kelotok aku melihat temanku tadi ada di belakangku. “kamu ngapain megikuti aku” tanyaku padanya.
“aku mau ke Balikpapan dan naik kelotok” jawabnya Temanku turun lebih dahulu dan aku membantu memegangnya setelah itu ia dibantu oleh mas-mas di kelotok. Aku merasa aku tidak perlu di bantu dengan yakin aku melompat ke kelotok yang bergoyang karena ombak. Tapi aku terpeleset dan jatuh syukur jatuhnya gak ke laut. Sakitnya gak seberapa tapi malunya gak ketolongan. Di kelotok aku duduk bersama temanku tadi sambil berbincang-bincang dan menikmati minuman masing-masing. Tiba-tiba aku merasa lapar dan dengan kebetulan temanku menawarkan aku roti yang ia bawa sangat banyak tanpa basa basi aku menerima roti darinya. Di kelotok aku memperhatikan beberapa buruh angkut betapa payahnya mereka mencari uang untuk keluarganya, Rata-rata dari mereka tidak memiliki pendidikan tinggi paling mentok sd atau smp. Kerjaan mereka kadang membawakan barang penumpang dan meminta bayaran seikhlasnya atau menaik-turunkan motor ke kelotok Sesampai di kampung baru Balikpapan kami berpisah. Dia duluan dan aku menunggu jemputan dan tak berapa lama datanglah omku menjemputku dan kami langsung ke RSUD gunung malang balikpapan Omku kan orang balikpaapan dia pasti tau dimana rumah sakitnya, tapi semua tidak seperti yang aku bayangkan dia tau daerahnya tapi gak tau di sebelah mana rumah sakitnya. Akhirnya semua jalan di lewatin dan di coba satu-satu Menyerah mencari tak dapat akhirnya cara terakhir tanya orang, sampai 6 kali bertanya tak juga sampai. Sambil aku memperhatikan setiap plang yang ada akhirnya aku menemukan tulisan RSUD dan sampailah di rumah sakit ternyata rumah sakitnya dari awal tadi sudah kami lewati. Bersambung.
“Mau ke mana mas” tanya ibu itu padaku.
“kebalikpapan mba” jawabku singkat
“mau ngapain mas kalo boleh tau” tanya ibu itu lagi.
“ada urusan keluarga mba” jawabku” mba sendiri mau kemana” aku bertanya balik.
“mau ke balikpapan mas ada urusan keluarga juga” aku hanya membalas dengan senyuman. Aku bergumam dalam hati, apakah ibu ini tidak bisa merangkai dan menyusun kata-kata atau apakah ia tidak punya jawaban yang lain sehingga harus mencontek jawabanku. Ibu itu berusia 22 tahun aku melihat dari KTP nya saat ia membuka dompetnya. Beberapa saat sepi dan sunyi semua penumpang tertidur kecuali aku supir dan ibu tadi. Tak beberapa lama ibu itu tertidur dan kepalanya tersandar di bahuku. Jelas aku terkejut tapi tidak tega membangunkannya. Tak berapa lama supir menghentikan mobil karena ada yang mau naik dan satu-satunya bangku yang kosong ada di sebelah kiriku. Ternyata itu seorang wanita muda dan cantik dia kawan lamaku, ia duduk di sampingku dan hal pertama yang ia tanyakan adalah “met ini istri dan anakmu kah” temanku menunjuk ibu yang tidur bersandar denganku.
“bukan, gak tau siapa” jawabku dengan nada pelan.
Perjalanan masih cukup jauh orang-orang masih tertidur tak lama temanku ini ikutan menyandarkan kepalanya di bahu kiriku dan berkata “numpang bantalan ya met ngantuk nih” aku hanya diam tanpa menjawab apa-apa. Supir di depan melihatku dari kaca spion dan mengacungkan jempol kearahku Aku teringat perkataan ustadz abdul somad di tusuk paku besi dari api neraka lebih baik dari pada bersentuhan dengan yang bukan mahram. Tak lama sampai penajam dengan pelan-dan berhati-hati aku memindahkan kepala ibu di samping kananku dan aku sandarkan di dinding mobil. Kemudian aku berusaha memindahkan kelapa temanku di bahu kiriku dengan pelan-pelan dan hati-hati baru aku sentuh kepalanya temanku ini sudah menegurku “jangan macam-macam met jangan ambil kesempatan dalam kesempitan” katanya. “bukan gitu kampret, aku Cuma mau memindahkan kepalamu aja berat tau risih rasanya” jelasku padanya Temanku ini mengangkat kepalanya dan sedikit cemberut memandangku tiba-tiba supir meninjak lubang dan membuat semua orang kaget dan terbangun dan aku merasa kasihan dengan ibu tadi kepalanya terbentur terlihat ia kesakitan tapi aku cuek aja. Setelah turun di penajam aku menghampiri temanku tadi dan memberinya teh kotak sebagai permintaan maaf soalnya sejak di mobil ia cemberut dan tak mau menegurku. Ia pun menerima teh itu sambil aku utarakan maafku dan aku pun meninggalkannya berjalan santai menuju kelotok. Setelah aku membeli tiket dan akan turun ke kelotok aku melihat temanku tadi ada di belakangku. “kamu ngapain megikuti aku” tanyaku padanya.
“aku mau ke Balikpapan dan naik kelotok” jawabnya Temanku turun lebih dahulu dan aku membantu memegangnya setelah itu ia dibantu oleh mas-mas di kelotok. Aku merasa aku tidak perlu di bantu dengan yakin aku melompat ke kelotok yang bergoyang karena ombak. Tapi aku terpeleset dan jatuh syukur jatuhnya gak ke laut. Sakitnya gak seberapa tapi malunya gak ketolongan. Di kelotok aku duduk bersama temanku tadi sambil berbincang-bincang dan menikmati minuman masing-masing. Tiba-tiba aku merasa lapar dan dengan kebetulan temanku menawarkan aku roti yang ia bawa sangat banyak tanpa basa basi aku menerima roti darinya. Di kelotok aku memperhatikan beberapa buruh angkut betapa payahnya mereka mencari uang untuk keluarganya, Rata-rata dari mereka tidak memiliki pendidikan tinggi paling mentok sd atau smp. Kerjaan mereka kadang membawakan barang penumpang dan meminta bayaran seikhlasnya atau menaik-turunkan motor ke kelotok Sesampai di kampung baru Balikpapan kami berpisah. Dia duluan dan aku menunggu jemputan dan tak berapa lama datanglah omku menjemputku dan kami langsung ke RSUD gunung malang balikpapan Omku kan orang balikpaapan dia pasti tau dimana rumah sakitnya, tapi semua tidak seperti yang aku bayangkan dia tau daerahnya tapi gak tau di sebelah mana rumah sakitnya. Akhirnya semua jalan di lewatin dan di coba satu-satu Menyerah mencari tak dapat akhirnya cara terakhir tanya orang, sampai 6 kali bertanya tak juga sampai. Sambil aku memperhatikan setiap plang yang ada akhirnya aku menemukan tulisan RSUD dan sampailah di rumah sakit ternyata rumah sakitnya dari awal tadi sudah kami lewati. Bersambung.
Langganan:
Komentar (Atom)
Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka
Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...
Baca juga
-
Assalamualaikum. Wr. Wb Heyyow apa kabar sobat semua semoga alhamdulillah dalam keadaan sehat sejahtera tanpa kurang suatu apa pun sekeluar...
-
Diperbarui pada 19 desember 2017. 3 juli 2017, pagi itu aku baru bangun dari dunia mimpiku yang tidak indah, terdengar suara dering hp sams...
-
Assalamualaikum. Mengawali postingan dengan salam adalah sesuatu yang baik. Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku di balikpapan ...
































