Kondangan malah dapat sakit

Assalamualaikum



Minggu lalu tepatnya tanggal 19/05/2022 aku dapat undangan nikahan teman di sebakung 3. Aku berangkat bersama teman-teman sekelas satu angkatan, Affan dan Nasir pun rencananya turut hadir. Tentu awalnya berjalan lancar usai magrib kami kumpul di konternya Irfan Maulana dan setelah isya kami berangkat bersama. Ketika itu kami menunggu Affan yang tertinggal sedikit agak lama  setelah sholat isya. Sebelum Affan datang,  Nasir berkata ingin mengisi angin ban motornya agar nyaman di perjalanan. 

Tidak lama setelah itu Affan datang bersama temannya yang aku lupa siapa namanya. Melihat kedatangan Affan dengan motor Vixonnya, bayu yang berada tidak jauh dari situ menyalaminya dengan mengacungkan tangan ke arah Affan dan Affan pun menyambutnya tapi bayu lupa menyalami temannya Affan yang berada satu motor dengan Affan. Namun bayu langsung menyalaminya setelah beberapa saat ia ingat. 

Singkat cerita kami berangkat bersama-sama dan kali ini Revan sebagai pemimpin jalan karena jalan yang akan kita lalui ini bukan jalan umum biasanya, jalan ini mengambil jalan sedikit memutar melalui blok B. Nasir yang dari awal sebelumnya mengisi angin ban motor ia menunggu kita di pinggir jalan dan bergabung setelah rombongan lewat. 

Posisi terdepan ada Revan sebagai ujung tombak memimpin jalan, setelahnya ada Rizal dan Randi yang menggunakan 1 motor berboncengan tepat berada di urutan kedua setelah Revan, di susul oleh bayu dan Sujatmoko serta Aku dan Irfan maulana yang menggunakan satu motor sementara Affan dan temannya tepat berada di belakang kami, Nasir dan samsir yang juga berboncengan berada di urutan terakhir

Ini sedikit menambah kekhawatiranku karena Nasir dan Samsir tidak tahu jalannya dan kami harus ngebut gas full karena ngejar waktu agar tidak kemalaman, apa lagi Affan yang harus ke Balikpapan lagi. Sepanjang jalan sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan Nasir masih berada di rute lintasan yang sama dengan kami. 

Sepanjang jalan Babulu masih aman dan anggota lengkap. Namun aku sudah tidak melihat adanya Nasir setelah kami memasuki tikungan gunung intan, kami pun tidak bisa pelan karena yang aling depan juga laju, pasti kami akan tertinggal juga jika menunggu teman di belakang, setelah memasuki gang blok B yang tembus ke sebakung 3 aku memastikan dan mengatakan ke Nasir keluar dari jalur dan tidak ada di rute yang kami lalui. 

Dengan cepat Irfan gas full untuk memberitahu teman yang ada di depan, belum sampai kami di depan, Irfan menabrak gundukan tanah yang membuat motor terlambung tinggi pada saat itu aku fokus dengan hp untuk menghubungi Nasir lebih tepatnya aku menelpon samsir. Saat fokusku ke hp dan motor melambung cukup tinggi pada saat itu aku benar-benar merasa bokongku tidak nempel dengan jok motor begitu juga dengan kakiku yang terlepas dari pijakan yang biasa dinamakan bostek. 

Sangat mengejutkan sekali kejadian itu dan untungnya tidak ada yang jatuh. Akibat kejadian itu yang tadinya aku mau menelpon Samsir malah salah pencet dan tertelpon nomornya pak kades. Singkat cerita setelah kami memberitahu ada anggota yang keluar jalur, aku dan Irfan memuluskan kembali ke pertigaan berharap bertemu mereka namun hasil tidak sesuai keinginan setelah lama kami di situ kami tidak bertemu Nasir, padahal aku sudah mengirimkan lokasi agar bisa mereka ikuti. Telpon pun suaranya kurang jelas.
Samsir sempat membagiakn lokasinya melalui video yang mana kami pun tidak tau dimana lokasi itu berada. 


Karena kami terlalu lama menunggu Nasir yang tidak kunjung datang, teman-teman pun berangkat duluan setelah Affan membagikan lokasinya melalui whatsapp agar kami bisa mengikuti rute yang mereka lalui. Sebelumnya Irfan sudah mengisi motornya dengan 2 liter bensin pertalite agar jika kami nyasar tidak kehabisan bahan bakar. 

Nasir pun sedikit susah dihubungi dan ia mengirimkan pesan kepadaku yang bertuliskan, 

“Met lanjutkan perjalananmu dengan teman-teman yang lain, aku gak papa kok, aku akan balik pulang sama Samsir”

Dengan terpaksa kami meninggalkan Nasir dan samsir, Akhirnya aku dan Irfan pun tiba di lokasi acara dengan bantuan lokasi yang di bagikan oleh Affan sebelumnya. Di sana aku memilih menu bakso yang sudah di sediakan. Sangat sepi sekali pengunjung, hanya ada beberapa orang dan meja tamu tidak terisi dengan penuh. Hal itu dikarenakan orang-orang sudah datang pada siang hari, maklum kami bisa datang malam karena pada siang hingga sore kami bekerja. 


Usai makan bakso, kulanjutkan dengan camilan berupa makanan tape ketan putih, tape ketan putih adalah ketan yang di olah sedemikian rupa dan di fermentasi hingga memiliki citra rasa yang enak. Hal itu yang membuatku terus memakan tape hingga khilaf dan tanpa sadar aku sudah makan kurang lebih kalo tidak salah 10 bungkus tape. 



Itulah awal mula penderitaanku, beberapa saat kemudian aku merasakan perutku sangat sakit sekali seperti ada angin puting beliung yang berputar-putar di dalam perutku. Aku pun memberikan kode kepada Irfan Maulana untuk pulang duluan, tapi acaranya pun belum selesai aku pun Berusaha menahan rasa sakit di perutku. 

Beberapa saat setelah itu acara foto dengan pengantin. 

Akhirnya ini yang aku tunggu-tunggu bisa pulang. Perjalanan pulang pun kami mengambil rute jalur umum yang biasa di lewati, namun jalannya sangat rusak dan beberapa kali motor Irfan menyangkut dan beberapa kali juga aku turun dari motor menghindari agar tidak nyangkut . Ini di sebut teknik mengurangi beban, iya aku bebannya. 

Lega rasanya saat sudah sampai di jalan poros Babulu darat, sebelum pulang aku beserta Irfan dan Affan mampir di rumah Nasir karena ada beberapa urusan. Di situ aku menyalami Nasir mengacungkan tangan dan mengucap maaf. Aku teringat kata-kata dari Obito Uchiha 
“shinobi yang melanggar aturan memang di sebut sampah, tapi shinobi yang meninggalkan temannya lebih rendah dari sampah”.

Keesokan harinya tak ada perubahan yang kurasa dari perutku, masih sakit dan susah makan, mual dan muntah aku alami setiap kali makan dan itu berlangsung selama 3 hari dan setelah itu fit kembali setelah makan sate. 






Bully

Apakah kalian pernah di bully ?. 

Sebagian orang mungkin pernah mengalami dan merasakannya, atau kalian adalah yang termasuk membully orang lain hehee. Di sini aku mau sedikit cerita bully terparah yang pernah aku alami semasa masih di sekolah, ini terjadi saat aku masih di bangku kelas 7 MTs. Waktu itu masih tahun ajaran baru dan aku baru saja menjadi siswa di MTs setelah sebelumnya aku lulus SD.

Awal mulanya ada sekelompok kakak kelas yang sering memalak , tapi aku tidak pernah memberikannya kepada mereka, hingga ada salah satu dari mereka yang mengenaliku dan tahu kalau sewaktu di SD aku pernah ikut perguruan silat (tapi gak sampai selesai). Kemudian salah satu dari mereka (berjumlah kurang lebih 5-6 orang) menantangku untuk berkelahi. 

Tentu saja dengan jantan aku menolak ajakan tersebut, dan pada hari itu aku terlepas dari mereka karena ada guru yang melihat. Kejadian ini terulang hingga beberapa hari dan aku selalu lolos dari mereka. Sebagai anak baru masuk di situ aku tidak memiliki banyak teman bahkan hanya beberapa saja yang aku kenal, itupun sebagian yang berasal satu SD denganku dulu. 

Hingga suatu hari jam 7 pagi aku sudah berada di sekolah, lebih tepatnya berjalan menuju gerbang sekolah yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan raya. Sesaat sebelum mencapai gerbang sekolah, kelompok pemalak tersebut mencegatku, menarik dan memaksaku untuk ikut ke belakang sekolah di tempat yang sudah mereka tetapkan melewati semak belukar dan sedikit hutan pepohonan yang sebenarnya adalah kebun orang yang belum di rintis.

Hingga tiba di ujung hutan tersebut ada pohon yang cukup besar, salah satu dari mereka mengeluarkan tali yang sudah ia persiapkan di dalam tas ranselnya Di situ filingku sudah gak enak dan aku berusaha melawan dengan memukul salah satu dari mereka yang memegangku. Namun yang lain tidak tinggal diam dan membalas memukul bagian perutku. Dengan cepat mereka mengikat dan menggantungku di pohon besar itu dengan posisi kaki dibatas dan kepala di bawah serta mereka juga mengambil uang jajanku 10 ribu. Padahal itu uang mau aku gunakan untuk main di warnet saat pulang sekolah. 

Aku merasa tak berdaya dan tak mampu melakukan apa-apa hingga sampai jam 2 siang aku masih tergantung dengan posisi yang masih sama, tak ada yang bisa aku lakukan selain meminta tolong berharap ada yang mendengar suaraku, saat itu aku tidak bisa berteriak dengan keras tenggorokanku cukup sakit serta kepala juga mulai sakit dan pusing. Untungnya ada orang yang melintas di kebun tersebut, ia mendengarku dan menolongku akhirnya aku bisa bernafas dengan lega dan orang tadi memberiku air minum, setelah ia memastikan aku baik-baik saja, ia pergi dan aku pun pulang ke rumah. 

Akibat kejadian itu aku sakit hingga 3 hari tidak masuk sekolah. Setelah aku merasa sehat dan fit kembali, aku pun masuk sekolah. Aku pun mencari tahu siapa mereka dan di mana mereka tinggal di mana. Setelah aku rasa cukup informasi yang aku dapatkan, langkah selanjutnya adalah balas dendam. Pulang sekolah aku mendatangi satu per satu alamat mereka dan menemui mereka satu per satu.

Sebut saja si A aku mendatanginya dan ngobrol baik-baik. Setelah ku rasa cukup basa basinya aku mengajak ia ke tempat yang lebih sepi dengan alasan ada hal penting yang ingin aku bicarakan, setelah berada di tempat yang sepi tanpa bicara apapun lagi aku memukul dan menghajarnya tanpa memberi kesempatan ia untuk membalas.

Dan aku mengancamnya untuk tidak melaporkan kepada guru serta merahasiakan hal ini atau aku akan membuatnya lebih parah lagi. Tentu hal yang sama aku lakukan kepada 6 orang lainnya Sejak saat itu mereka tidak berani menegur dan memalakku lagi.

Itu adalah bully yang tidak akan pernah bisa aku lupakan seumur hidupku, lakukan perlawanan saat di bully dan jangan biarkan diri di tindas dan di rendahkan

Garis awal

Assalamualaikum,

 


Halo semuanya, Akhirnya bisa memulai menulis lagi setelah pertempuran sengit melawan rasa malas yang dari beberapa waktu lalu bersemayam di dalam diriku. Entah ini selamanya atau hanya sementara, tapi aku tetap berusaha keras untuk melawannya. Apa lagi sekarang ini buku pertamaku sudah terbit melalui penerbit Guepedia .

  Bagiku ini adalah awal mula untuk terus menulis dan bisa melawan rasa malas, mungkinteman-teman bisa membantu dengan doa.

Sejak Madrasah Tsanawiyah (Mts) kelas 1 sekitar tahun 2011 aku sudah punya blog, itu karena aku tidak punya banyak teman di dunia nyata, ada yang namanya blog walking atau jalan-jalan ke blog orang lain. Bagiku itu menyenangkan karena aku merasa punya banyak teman. Ada satu blog yang pernah aku temui pada saat itu yang belakang aku ketahui itu milik Raditya Dika. Di situ aku membaca tulisannya yang sekarang menjadi novel kambing jantan.

Meskipun dulu aku punya blog tapi aku tidak bisa merangkai membuat tulisan, karena obsesiku dulu adalah ingin nama dan fotoku bisa muncul di internet. Zaman itu aku bermain blog dengan hp yang sudah mendukung internetan walaupun jaringannya E dulu aku sangat bahagia.

Setelah lama aku melupakan Raditya Dika, di warnet lagi rame-ramenya film web series malam minggu miko yang belakangan aku ketahui itu adalah Raditya Dika yang dulu blognya aku baca, dan aku pun baru tahu kalau dia menerbitkan buku bermula dari blog. Cerita-cerita jenaka yang ia tulis di blog di jadikan buku. 

Sejak itu aku berkeinginan bisa menerbitkan buku. Walaupun pada saat itu cara menulisku sangat hancur bahkan kadang copas tulisan orang tapi aku tetap berkeinginan menulis buku. Sampai saat ini pun tulisanku masih berantakan menurutku dan aku tetap ingin terus belajar agar bisa menulis dengan lebih baik lagi. Dan Alhamdulillah bulan mei 2022 ini, buku pertamaku terbit. Buku yang berjudul kotak perak. Bisa di dapatkan di toko-toko buku terdekat.

Walaupun buku ini tidak berasal dari blogku tapi aku senang dan bersyukur bisa menulis buku. Buku ini di tulis oleh 3 orang yang berasal dari grup Menulis Yes. Diantaranya ada affanda Nasir dan aku sendiri. Kedua orang ini termasuk orang yang namanya paling sering aku sebut di dalam blogku. Aku punya satu blog lagi yaitu namikazeriyadi yang belum tau mau aku isi apa. 

Sedikit cerita tentang grup Menulis Yes. Awalnya di buat di whatsapp sekitar tahun 2017-2018 aku agak lupa perkiraan antara tahun itu. Awalnya kami membuat tulisan untuk di instagram Menulis Yes pernah beberapa kali ganti anggota namun yang berdiri sejak awal Affanda dan aku. Setelah itu Affanda mengajakku untuk memulai membuat buku. Awalnya hanya berdua kemudian Nasir bergabung dengan kita hingga saat ini.

Walaupun blog ini gak ada yang baca gak apa-apa karena bukan hanya sekedar di baca orang yang aku cari tapi sebagai media latihanku untuk belajar serta dokumentasi hidup. Bisa aja nanti anak cucuku yang membacanya agar mereka tau sejarah kakeknya. Ada beberapa yang ingin aku tulis juga Cuma kalau di sini jadi beda tema dan gak cocok. Jadi untuk tulisan berikutnya ada di postingan selanjutnya Terima kasih

Pulang

Assalamualaikum

Lanjutan dari postingan yang sebelumnya 

Saat akan pulang ke PPU
Beberapa waktu setelah acara bakar-bakar di asrama rumah Quran ibnusyam tepatnya pada 9 Oktober 2021, aku melaksanakan tasmi ujian hafalan juz 30. Ini tentu pertama kalinya bagiku, aku berusaha tampil dengan sebaik mungkin yang aku bisa. Tentu rasa gugup grogi itu ada dan acara tersebut Live di instagram dan fb rumah quran ibnusyam. Pencapaian yang luar biasa bagiku, selama ini aku hanya menyimak dan menyaksikan teman-temanku tasmi dan sekarang giliranku.

Beberapa kali ada kesalahan dan lupa ayat, namun di belakang kamera ada yang mengingatkan dan memberitahu kesalahan sehingga itu meminimalisir ketakutanku untuk tampil live. Usai ujian live , malam harinya di lanjutkan dengan sholat malam 1 juz. Tentu ini adalah bagian dari ujian yang harus aku lalui.
Awal aku membaca cukup lambat dan laga jeda waktu antara ayat ke ayat, itu karena aku memikirkan apa ayat berikutnya. Walaupun di belakang ada teman-teman yang siap menegur bila ada kesalahan. Usai melewati dua ujian tersebut aku merasa sedikit lega dan senang namun dengan selesainya ujian itu juga menjadi awal perjuanganku untuk menghafal al-quran. 

Sangat di sayangkan aku tidak bisa terus berada di asrama, aku harus kembali ke kampungku desaku ya itu desa babulu darat meskipun begitu aku tetap melanjutkan hafalan hingga tulisan ini aku buat, aku masih melanjutkannya. 
Awal aku pulang ke desa api-api tempat tinggal bapakku. Awal rencana aku ingin membuka usaha susu kedelai. 

Susu kedelai yang sempat di produksi

Sempat beberapa kali produksi namun karena beberapa hal itu tidak bisa di lanjutkan dan aku pulang ke desa babulu darat. Di sini aku ikut dengan ustadzku ya itu ustadz mahsun. Di sini aku belajar bekam dan terapi, tidak hanya itu, aku pun di ajarkan cara menjual dan berdagang obat herbal, ini berkaitan dengan kesehatan tentu aku harus bersungguh-sungguh dalam belajar. 

Waktu terus bergulir hingga kini aku sudah bisa bekam dan terapi. Untuk terapi aku sudah mendapat izin untuk terapi orang namun aku belum mendapat izin untuk bekam orang, salah satu alasannya karena aku takut dengan darah.
Kedepannya mungkin blog ini akan aku isi dengan beberapa kegiatan dan harian atau mingguanku dan untuk di blog namiazeriyadi akan aku isi dengan beberapa kisah-kisah unik yang aku alami.
Sekian dan terima kasih




Kerja bakti dan acara bakar-bakar : Diary si memet

Assalamualaikum.


Halo semuanya.Selamat datang di blogku. Postingan kali ini tentang kegiatan kerja bakti di masjid dan acara bakar daging di asrama rumah quran ibnusyam.

Diawali pada minggu pagi 25 juli 2021.Sebuah notifikasi muncu di hp ku, samsung galaxy J2 prime. Yah benar sekali hp kentang mungkin bisa di bilang bukan kentang lagi  tapi tahu, sangking lembeknya.  Hahaha mau ngelucu tapi gak lucu. Baiklah kembali ke isi notifikasi, ternyata dari fanda (fan-gi-ma) selaku ketua asrama yang terancam di kudeta oleh rizky 😂

Isi notofikasi tersebut sebuah pemberitahuan dari fanda untuk kerja bakti di masjid. Aduh aku belum sarapan pagi tapi mungkin di sana nanti ada nasi kotak itu yang ada dalam benakku. Dengan semangat mencari makan aku segera turun ke lantai bawah dan bersiap untuk ikut kerja bakti.


Setelahnya sampai di masjid, aku membangunkan rizky dan fathur yang punya kebiasaan setelah subuh tidur di masjid. Setelah membangunkan mereka dan mengajak untuk kerja bakti, segera mereka pulang untuk ganti baju serta tidak lupa aku mengingatkan untuk kembali di masjid.


Aku, fanda, idam dan seorang lagi yang biasa di panggil ustadz dirman memulai kerja bakti. Tugas pertama kami membercihkan nampan dan bak yang sebelumnyan di gunakan untuk mengangkut daging pada saat kurban kemarin

Aku tidak punya foto lengkapnya, kemarin ada bapak-bapak baju hijau yang dokumentasi dan aku lupa meminta fotonya. 
Kami berusaha untuk sigap dalam kerja bakti. Membantu apa yang bisa di bantu kalau gak bisa ya nontonin aja atau bantu pakai doa, ya kurasa itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Setelah selesai kami istirahat dan ngopi bareng bapak-bapak. Nasi kotak yang kuharapkan ternyata tidak ada jadi ya makan jajan yang di sediakan aja. Tapi kekecewaanku hilang setelah aku melihat ada donat di meja. Ya aku sangat suka donat

Tiba-tiba rizky datang sendirian, wah si fathur kemana ini gak balik ke masjid. mungkin tidur lagi sampai rumah 😂😂😂
Kemudian bapak-bapak memperlilahkan rizky untuk makan jalan yang ada di meja. 

Wah belum kerja apa2 sudah menikmati hidangan 😁😁. Tapi untungnya masih ada yang bisa di kerjakan.


Selanjutnya menanam pohon sebagaimana hadist Menanam pohon itu berpahala. Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim).

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat maka hendaklah dia menanamnya.”.

Sepulang dari kerja bakti kami mengadakan rapat untuk acara bakar-bakar daging. Tentu saja sebagai chef di asrama aku kebagian tugas sebagai  instriktur pelaksana bakar-bakar. Mengarahkan dan membimbing teman-teman apa yang harus di kerjakan dan sesekali aku pun turun langsung membantu kegiatan .

Aku teringat dengan senpai ku di MTs dulu. Dan aku pun chat dia untuk bergabung bersama kami. Dan alhamdulillah ia punya waktu untuk datang


Gambar di atas ini pada saat daging di cincang untuk di sate dan dibuat rendang


Gambar di atas ini fanda dan iham yang sedang mempersiapkan pembakaran.
Gambar di bawah ini saat semua sudah selesai dan dipersiapkan untuk disantap.


Nah gambar ini saat sudah selesai makan-makan dan beberapa ada yang belum selesai


Menyenangkan sekali rasanya. Terutaman dengan hadirnya senpaiku ini sekian lama kami kenal baru kali ini kami punya acara bersama.

Lelah juga nulis 😂😂 
Cukup lah sampai di sini insya allah kita lanjut besok lusa atau minggu depan.

Terima kasih untuk yang sudah membaca sampai akhir semoga sehat selalu dan di jauhkan dari penyakit.
 

Petualangan dan pengalaman berpartisipasi dalam penyembelihan hewan kurban : Diary Si Memet

Assalamualaikum.

Mengawali postingan dengan salam adalah sesuatu yang baik. Kali ini aku mau bercerita tentang pengalamanku di balikpapan ikut perpartisipasi dalam proses pemotongan hewan kurban di hari raya idul adha, bersama teman-temanku yang tergabung sebagai santri asrama rumah quran ibnusyam balikpapan.

Loh kok di balikpapan?? Bukannya tinggalnya di babulu darat ya dan postingan terakhir sebagai jurnalis di penajam terkini?? 

Hahahaa iya bener banget. Postingan terakhir tentang kopdar jurnalis,, emm ceritanya agak panjang jadi aku skip aja ya.
Langsung ke yang sekarang aja.
Ini aku bersama temanku yang bernama rosiadi yang akrab di panggil yadi. Kami berdua kebagian tugas untuk menguliti hewan kurban, bisa di lihat dari gambar yang tertera di atas, hewan tersebut adalah kambing jantan.
Oh iya, sepertinya aku belum memperkenalkan teman-temanku yang lainnya.
Dari yang paling kiri,
Ya itu adalah aku sendiri. Di sebelahku ada fan_gi_ma, yang sudah lama mengikuti blog ini pasti sudah tau siapa dia. Sering kok ku sebut-sebut dia hehehe.  

Di samping fan_gi_ma ada idham kholid, aku belum terlalu lama kenal dengan dia jadi aku belum banyak tau tentang dia. Yang kutau dia dari pesantren gontor dan kakak kelas istrinya ustadz abdul somad hehee.

Di sebelahnya ada Rosiadi. Dia ini anak bontang masih wilayah kalimantan timur juga, aku paling senang saat dia jadi imam sholat dan membaca ayat dengan nadanya syaikh Muhammad Taha Junaid. 

Berikutnya ada ustadz Dirman, ini juga aku baru kenal jadi blom banyak tau.

Di samping ustadz dirman ada Rizki, kadang dia nyebelin sih bisa bahasa inggris tapi aku gak di ajarkan hahahaha.

Yang terakhir ada Fathur, satu-satunya yang sangat susah untuk di bangunkan saat ia sedang tidur. Sebenarnya santri rumah quran ibnusyam masih banyak lagi ini yang kukenalkan yang di asrama aja selebihnya kapan-kapan lah.

Baru di balikpapan ini aku melihat cara penyembelihan hewan kurban yang tidak menyakiti hewannya. Menggunakan sebuah alat yang mempermudah penyembelihan hewan kurban. Keren sih ini menurutku. Mungkin di berbagai tempat sudah banyak yang menggunakan atau lebih canggih lagi. Bisa di lihat pada gambar berikut ini
Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari telik sandi yang aku tugaskan di desa babulu darat, penyembelihan hewan kurban masih menggunakan cara tradisional harus bergulat dulu untuk bisa merobohkan seekor sapi.

Tentu ini membutuhkan tenaga dan orang yang cukup kuat untuk menjegal atau bergulat dengan sapi, orang dengan postur tubuh besar biasanya di tunjuk dan di percaya mengemban tugas untuk merobohkan sapi dengan cara apapun.
Gambar di atas ini proses menguliti hewan aku dan yadi yang kebagian tugas ini berhasil menguliti 1 ekor kambing sementara dengan waktu yang sama orang yang berada di samping kiri dan kanan kami sudah menyelesaikan 3-4 ekor kambing sementara kami masih satu ekor.

Maklum lah ini pertama kalinya bagiku. Selain itu kami tidak hanya berdua saja, tapi juga ada seorang veteran pengkulitan hewan kurban yang memberikan intruksi untuk kami apa yang harus di lakukan.

Sebenarnya kami bisa cepat selesai tapi senjata yang kami gunakan tumpul maka itulah yang menghambat tugas kami.

Di sisi lain fan_gi_ma dan rizky kebagian tugas memotong daging yang di gantung untuk di teruskan ke bagian pemotongan yang lebih kecil lagi sebelum di timbang dan di kemas.

Sementara idham dan fathur kebagian tugas di bagian transfer dan penimbangan. Setelah tadi di potong kecil-kecil kemudian di timbang dan di kemas.

Dan di hari itu kami mendapat 12 kantong daging segar. Kemana dirman kok tidak di ceritakan?? Beliau ada di lokasi yang berbeda dengan problem sapi yang lepas.

Keesokan harinya kami di undang oleh mas nanang untuk berpartisipasi di yayasan abulyatama dan yang bisa datang hanya 4 orang. Aku fangima fathur dan yadi. awalnya tugas kami adalah pengemasan.
Sampainya di lokasi ternyata sapinya belum di potong dan mas nanang menyuruh kami untuk membeli makan siang karena pada saat itu kami belum makan.. Kami pun pergi mencari makan kurang lebih 30 menit dan setelah kembali apa yang terjadi.
Proses pemotongan dan pengemasan sudah selesai. Terus kita ngapain dong kalo sudah semua. Tapi untungnya sedikit-sedikit ada yang bisa kami kerjakan dari pada tidak sama sekali seperti memasukkan bebebrapa daging ke pelastik dan memindahkannya ke mobil.

Kami pun pulang dengan membawa 5 kantong daging. Kulkas pun penuh dengan daging. Aku gak tahan dengan bau darah tapi ya mau gimana lagi di asrama ini cuma aku sendirian yang tugasnya masak. Mungkin itu aja dulu. Insya allah blog ini akan tetap aktif dan update postingan lagi. 

Terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Kopdar jurnalis penajam terkini di babulu darat : Diary si memet


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berjumpa lagi dengan saya si Memet, di blog saya Catatan Si Memet. Pada postingan kali ini, saya akan membahas sedikit lebih banyak tentang kopdar jurnalis penajam terkini yang diadakan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019 di Babulu darat, lebih tepatnya di rumah saya sendiri. 

Penajam terkini adalah media sosial yang kini merambah ke media berita dan kini penajam terkini memiliki website sendiri buat teman-teman mari silakan berkunjung ke website penajam terkini Klik disini

Ini adalah kelanjutan dari postingan saya yang ada di blog saya yang satunya Memet introvert, tetapi di blog ini saya akan membahas lebih lengkap lagi dari yang sebelumnya.

Dimulai dari rasa kesal dan nyebelin, karena ulah Si Eman yang memiliki nama lengkap Hermansyah biasa dipanggil Eman atau dengan nama Facebooknya cocu. 

Janjinya berangkat jam 8, karena dia yang membawa mobil jadi semua anggota jam 8 sudah siap dan menunggu dia datang dan pada kenyataannya hampir jam 10 baru ia berangkat.  

Semua orang dibuat menunggu, termasuk admin penajam terkini yang nggak sarapan hanya karena menunggu Si Eman, sementara Si Eman yang ditunggu malah lagi asyik sarapan begitulah obrolan di grup waktu itu.


Mereka datang ke Babulu menggunakan mobil ambulans penajam terkini. Yaa mungkin karena itu satu-satunya kendaraan yang ada pada saat itu. Mobil ambulans ini sangat banyak jasanya.

Pernah digunakan untuk mengantar almarhum ibu saya menuju Rumah Sakit Umum Balikpapan. Selain itu juga sering digunakan untuk mengantar jemput pasien.

Waktu itu pernah digunakan untuk mengantar pasien dari Kabupaten Penajam menuju kota Samarinda. lebih tepatnya di rumah singgah kanker, Kalau tidak salah waktu itu pasien pengidap penyakit nasofaring. Kalau tidak salah yaaa.

Rumah singgah kanker adalah rumah singgah yang pernah aku tempati di Samarinda, selama hampir setahun bagiku cukup lama waktu itu Mamaku menjalani pengobatan kanker serviks di rumah sakit Abdul Wahab sjahranie Samarinda

Aku lupa Apakah ini pernah aku ceritakan di postingan ku sebelumnya atau belum tapi tidak apalah Mari kita kembali ke alur cerita postingan ini

Sesampainya di Babulu, Eman yang pernah ke rumah ku lupa rumahku yang mana. bagiku ini sungguh keterlaluan masa rumahku dilupakan kan.

Kemudian Mimin menelponku aku dan menanyakan rumahku yang mana waktu itu aku berada dirumah nasir untuk mengambil beras.

Aku pun menjelaskan secara detail kepada Mimin letak dan posisi rumahku melalui telepon WhatsApp

Ketika aku pulang dari kejauhan sudah terlihat mobil ambulans penajam terkini parkir di depan rumahku ya aku pikir mereka mudah-mudahan nggak salah rumah

Ketika aku sudah sampai di rumah terlihat mereka sudah terhambur dimana-mana. ada yang di luar dan sudah ada yang di dalam rumahku masuk tanpa izin ku ha ha ha haaa.

Inilah orang yang bernama eman
Kemudian kami langsung membagi tugas. Ada yang bertugas memasak nasi di belakang menyiapkan air minum dan membakar ayam.

Lagi-lagi Si Eman ini ndak jelas, awalnya ia menyiapkan arang untuk pembakaran ayam menyalakan arang nya sambil di kipas-kipas hingga menjadi bara.

Tapi beberapa saat kemudian aku melihat ia menyiapkan air minum dan begitu aku ke dapur aku melihat dia yang memasak nasi juga semua pekerjaan diambil alih oleh dia.

Tapi dia tidak bertanggung jawab setelah melakukannya, Iya menyerahkan tugas kepada orang lain dan ia pergi begitu saja. Tapi ujung-ujungnya dia juga yang bakar ayam.

Tapi walaupun begitu Si Eman adalah orang yang baik dan cukup bijaksana

Nurul dan temannya sedang berkipas
Ini adalah foto Nurul jurnalis penajam terkini dan temannya aku lupa Siapa nama temannya ini gak sempet tanya namanya dan tidak sempat kenalan

Nurul Najib Mimin dan Jun
Yang ada di foto ini yang jilbab hitam itu adalah Nurul yang baju hitam duduk di kursi melihat ke arah Nurul itu namanya Najib dia tinggalnya di Babulu dekat sama rumahku di depannya Najib itu adalah Mimin atau Muhammad Yusuf adminnya penajam terkini dan sementara yang di motor itu adalah Jun teman dari teman
Makan-makan kita
Setelah ayam selesai dibakar semua kini saatnya makan-makan kami sangat menikmati kebersamaan kami sesekali sambil ngobrol dan bercanda tawa namun sayangnya orang-orang yang ada di sini belum lengkap semua masih ada beberapa jurnalis dan tim YouTube penajam terkini yang tidak hadir.

Meskipun belum lengkap rencana Januari nanti akan diadakan kembali pertemuan di Penajam yang insya Allah akan dihadiri oleh semua anggota jurnalis penajam terkini. Semoga di pertemuan berikutnya orang-orangnya lengkap semua karena ada hal-hal yang akan dibahas.

Setelah makan-makan selesai dilanjutkan dengan acara cara ngobrol ngobrol atau sedikit membahas tentang bagaimana nantinya penajam terkini ini diharapkan bisa menjadi lebih baik dan yang saat ini

Dan harapan lainnya adalah Semoga bisa membayar jurnalis Karena untuk saat ini pendapatan jurnalis hanya dari hasil liputan bukan dari penajam terkini ya langsung.

Oke mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan di postingan ini kurang lebihnya Mohon maaf bila ada kata atau ucapan yang tidak pantas saya akhiri.

wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Memulai kembali

Assalamualaikum. Wr. Wb

Ini pertama kalinya aku mulai menulis lagi setelah sekian lama gak nulis di blog ini. Banyak hal yang terjadi dan kualami selama ini sehingga membuatku sedikit sulit untuk mengisi tulisan di blog ini.

Buat teman-teman yang mengikuti alur blogku pasti tahulah kisahku yang sering mondar mandir dirumah sakit. Mengurus segala macam proses pengobatan mamaku.

Sedikit info untuk teman-teman yang selalu bertanya-tanya. Kini aku sudah tidak disibukkan dengan urusan dirumah sakit, tepatnya tanggal 19/10/2019 mamaku telah meninggal dunia, dan kini dirumah ini aku hanya tinggal seorang diri tanpa siapapun.

Namun dalam postingan ini aku tidak ingin membahas masalah itu lagi. Karena itu hanya akan membuatku merasa sedih, dan aku tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.

Saat ini aku berusaha kembali ke jalur kehidupanku memulai menata hati dan pikiran serta berusaha untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan hidup.

Tulisan ini sudah aku tulis sejak sebulan yang lalu tapi karena lupa jadi baru ingat sekarang untuk melanjutkannya. Banyak hal dan pristiwa yang aku lalui tanpa aku abadikan di blog ini.

Aku lupa kalau aku punya blog untuk nulis segala macam curahan kerrsahan dan kisahku. Saat ini aku tergabung dalam tim jurnalis penajam terkini.


Untuk blog catatan si memet ini kadang aku menulis panjang lebar seperti tulisan-tulisan yang sebelumnya, tapi kali ini mungkin tulisanku hanya sedikit saja.

Cukup sekian dulu yang bisa saya sampaikan setidaknya blog ini mulai terisi kembali dan aku akan berusaha untuk konsisten. Di blog ini mungkinbaku akan isi seminggu sekali saja.

Sekian dan terima kasih.

Diary si memet : Pensiun Gondrong, merasa ganteng walaupun banyak yang bilang jelek

Halo sobat, selamat datang di blogku, semoga semua dalam keadaan sehat sejahtera bahagia dunia akhirat. Pada postingan kali ini, aku akan membahas tentang perjalanan gondrongku. Tanpa panjang lebar yok langsung di simak aja.


Gaya rambut adalah salah satu hal yang membuatku PD, iya PD. Bukan kepanjangan dari Perisai Diri (perguuan silat) tapi Percaya diri. Aku termasuk orang yang suka ganti-ganti style rambut semua gaya rambut sudah pernah aku coba, mulai dari botak sampai gondrong. Jaman sekolah dulu, rambut gak boleh panjang dan ada batas ukur berapa Cm gitu yang di tentukan oleh guru. Tak jarang guru-guru di sekolahku mendadak jadi tukang cukur ketika melihat rambut muridnya mulai panjang.


Aku mengawali karir gondrong pada november 2017, ketika itu rambutku sudah agak panjang tapi belum bisa di ikat, jadi sementara aku menggunakan style bando sampai rambutku panjang dan bisa di ikat. Selain bando, aku juga kadang menggunakan semacam kupluk untuk menutupi rambut yang belum terlalu panjang.

Style rambutku kiblatnya ke jepang, jadi gaya rambutku tidak jauh-jauh dari style rambut ala jepang. Style rambut jepang yang sampai saat ini belum pernah kucoba dan tidak akan kucoba adalah style rambut samurai kuno di era edo yang botak di bagian tengahnya. Walaupun aku suka jepang, tapi gaya rambut yang itu tidak akan aku coba, karena aku gak suka.


Desember 2017 rambutku sudah bisa di ikat tapi bagian samping belum bisa karena masih pendek, jadi yang bisa di ikat hanya bagian tengah ke belakang. Sementara untuk melengkapi kekurangan bagian samping aku tetap menggunakan bando. Tapi fotoku ini malah kelihatan kaya cewek.

Semakin lama semakin panjang. Memasuki tahun 2018 pada bulan maret, rambutku sudah bisa di ikat semua seperti gambar di bawah ini


Tiga bulan kemudian menjadi seperti ini


Sudah panjang keseluruannya. Satu bulan kemudian aku ke samarinda untuk mengurus pengobatan mamaku yang lagi sakit. Tentu aku percaya diri dengan rambut panjangku.




Sampai dengan april 2019 aku memutuskan untuk potong rambut, aku bosan orang-orang memanggilku gondrong tanpa menyebut namaku padahal tau namaku. Dan pada akhirnya 10 juli 2019 dapat terlaksana aku potong rambut setelah mengumpulkan niat selama tiga bulan.


Tapi banyak yang mengatakan aku terlihat seperti cewek, itu sangat membuatku terganggu. Dan akhirnya pada 14 juli 2019 aku potong rambut lgi dan jadilah seperti ini hingga saat ini.


Punya rambut gondrong itu rasanya ada kesannya tersendiri, aku merasa keren walaupun banyak yang bilang jelek.

Kekurangan dari rambut gondrong itu boros sampo kadang sering rontok apa lagi aku sering masuk ruang kemo, rambutku banyak rontoknya.

Mungkin cukup sekian aja perjalanan gondrongku, tulisan ini untuk bukti di masa depan untuk aku ceritakan kepada anak dan istriku kalau aku pernah gondrong. Sekarang aku sudah pensiun gondrong.

Kuucapkan banyak terima kasih untuk yang sudah membaca sampai habis. Gak ada yang baca juga gak papa, aku gak terlalu peduli yang penting aku nulis.

Diary Si Memet : petualangan di hari lebaran 2019 part 2

Perjalanan selanjutnya kami menuju rumah Pak dirham, guru Bahasa Inggris kami sewaktu di MTs dulu. Aku baru tau kalau rumahnya sudah pindah tidak di rumahnya yang dulu. Kami parkir motor di parkiran sekolah dan kami berjalan kaki ke belakang gedung sekolah sejauh kurang lebih 100 meter.

Setelah sampai di area rumah pak dirham, Samsir menunjukkan yang mana rumah pak dirham, Samar-Samar terdengar suara berisik orang yang sedang ngobrol, awalnya kami pikir itu adalah murid lain yang sedang bertamu ternyata itu adalah kawanannya pak dirham.

Dengan malu-malu kami saling dorong masuk kerumahnya pak dirham. Kami disambut dengan baik dan senyum ceria dari pak dirham, kurasa ia senang kami datang kerumahnya. Kami salaman maaf lahir dan batin.

Sangking fokusnya aku bersalaman sampai tak kuperhatikan langkahku menendang beberapa gelas yang ada di situ. Rasanya malu banget baru aja aku minta maaf sudah bikin ulah. Aku tidak melihat adanya kekesalan di wajah beliau, kuharap ia sudah memaafkanku.

Kami duduk dan menikmati camilan yang disediakan disitu, tak ketinggalan sebotol minuman merah yang bermerk fanta ia suguhkan kepada kami. Satu persatu ia menanyai kami dan kami pun menjawab sesuai dengan apa yang ia tanyakan.

Tak terasa waktu bergulir cepat dan kami pun saling kode untuk pergi melanjutkan perjalanan kami. Usai dari rumah pak dirham kami sejenak beristirahat di MTs yang sudah mengalami banyak perubahan, sejenak kami di situ sambil nunggu nasir yang sedang buang air besar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan namun kali ini kami hanya berempat karena teman basir pulang duluan.

Berikutnya rumah yang kami tuju adalah rumah guru SMA kami, yaitu ibu ani. Awalnya aku mengajak kerumah bu messi tapi nasir menolak, sebenarnya hatiku juga menolak. Mungkin karena kami memiliki kenangan yang kurang bahagia dengan beliau .

Dirumah bu ani kami tidak terlalu lama, seperti yang sudah-sudah kami ngobrol apa adanya menikmati suguhan yang ada dan minum secukupnya. Disini aku mengajarkan teman-temanku minum dengan gelas caffe yang cara memegangnya tidak biasa.

Kami rasa cukup silaturahmi ini, dan kamipun pamit melanjutkan perjalanan kami kerumah berikutnya, yaitu rumah pakle chen pemilik warung belakang sekolah tempat kami dulu langganan makan dan ngerokok. Saat itu hanya acil warung yang menyambut kami. Disuguhkannya kami buras dan kami makan secukupnya sambil bercerita masa lalu.

Rasanya seperti bernostalgia kembali. Kami mengulang cerita yang lalu seperti kisah kawanku anggit yang hpnya selalu ketinggalan di warung acil. Kami pun menceritakan teman-teman yang lain. Cukup nostalgianya, kami pun pamit melanjutkan perjalanan kami. Tak beberapa jauh kami berhenti, basir dan nasir saling menanyakan rokok, ternyata rokok mereka ketingalan di warung acil. Dan akhirnya kami balik mengambil rokok dan melanjutkan perjalanan kami menuju rumah berikutnya.

Selanjutnya rumah yang kami datangi adalah rumah pak nasib guru agama di MTs kami. Dalam hati aku sudah menduga sampai sana pasti di ceramahi. Sesampai dirumah pak nasib cukup sepi dan kami disambut oleh istri beliau serta dipersilahkan duduk sementara ibu mmemanggil pak nasib di dalam.

Pak nasib keluar dengan ceria, dia mengatakan kalo aku tambah ganteng tentu aku senang dengan pujian beliau entah benar atau tidak. Setelah itu kami di ceramahi, benar seperti yang sudah aku duga sebelumnya kami di ceramahi. Sampai-sampai kami pamit tapi tidak di izinkan. Harus mendengarkannya dahulu. Aku merasa ngantuk mendengarkan ceramah dari Pak nasib. Kami mencari cara bagaimana caranya kami bisa pergi dari situ. Aku pun mengeluarkan Hpku dan pura-pura mengecek sesuatu.

Dengan serius aku Menatap layar HP ku sembari melirik ke teman-teman yang lain. Aku pun memberanikan diri mengatakan kepada pak nasib bahwa kami telah ditunggu, dengan begitu akhirnya pak nasib mengizinkan Kami pergi melanjutkan perjalanan kami.

Rumah berikutnya adalah rumah kawan Nasir tapi ketika kami sampai di sana orangnya sedang berpergian. Basir pun pamit lebih dahulu ingin pulang karena ada masalah dengan perutnya ketika itu. Selanjutnya perjalanan Kami lanjutkan tapi hanya aku dan naksir saja.

Rumah berikutnya adalah rumah Pak Agus guru TIK kami di SMA, namun ketika kami sampai di rumahnya suasana sangat sepi Kami mencoba mengucapkan salam namun tak ada jawaban, dari pintu depan terlihat penghuni rumah yang sedang tidur maka kami putuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang aku dan Nasir bercerita apa aja yang bisa kami ceritakan. Kami bercerita mulai dari pekerjaan kegiatan sehari-hari hingga membahas tentang Asmara kami masing-masing, Selain itu kami juga menceritakan teman-teman yang lain bisa dibilang ketika itu kami sedang menggosip. Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol hingga tak terasa kami telah tiba di rumahnya Nasir. Usai aku mengantar Nasir pulang, aku pun pulang ke rumahku dalam perjalanan aku menggas motorku dengan santai sambil menikmati pemandangan kiri dan kanan yang tak begitu ramai.

Sejenak Aku merenung tentang Lebaran kali ini rasanya sepi sekali tak seperti yang dulu. Setibanya Aku di rumah, biasa-biasa saja tak ada yang menyambut ku, aku memasukkan motor ke dalam rumah mengganti pakaian dan aku rebahan di kasur ku. Kubuka hp-ku dan Kulihat ada beberapa chat dari teman-temanku yang mengucapkan maaf lahir batin.

Akupun membalas satu persatu pesan dari mereka Sesuai dengan isi pesan tersebut. Aku merasa lelah berjalan seharian, ku pasang headset di telingaku dan aku memutar lagu yang ada di handphoneku sejenak Ku Pejamkan Mata mencoba untuk santai dan merilekskan pikiran.

Ku nikmati setiap lantunan lagu yang kau dengarkan sambil sedikit melamun dan memikirkan apa saja yang datang di pikiranku. ketika itu Khayalan Tingkat Tinggi, aku merasa bosan dan kucoba menyalakan wi-fi dan aku streaming film-film yang ada di YouTube sedikit menghibur diri.

Mungkin Cukup sekian postingan aku tentang lebaran ini, nggak tahu mau nulis Apalagi, aku bingung mau nulis apa lagi, Aku bingung lanjutnya bagaimana lagi, jadi aku Akhiri Saja sampai disini. Paling tidak dengan basa-basi ini postinganku mencapai 1000 kata kalau nggak percaya kalian boleh menghitung sendiri secara manual.

Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAMAT.

Saka Bhayangkara dan kegiatan pramuka

Tahun 2023 aku mulai ikut pramuka, dan itu pertama kalinya. Awal aku masuk di Saka Bhayangkara pangkalan Polsek Babulu. Selama sekolah aku s...

Baca juga