▼
Diary si Memet : pengalaman luar biasa yang Takkan Terlupakan sepanjang masa
Assalamualaikum. Wr. Wb
Halo semuanya apa kabar, semoga baik-baik aja ya. Yak kali ini aku kembali mengisi posting di blog ini setelah beberapa waktu lama tidak menulis, dikarenakan banyak kegiatan dan pekerjaan yang membuatku tidak sempat untuk mengisi tulisan disini.
Selain itu alasan lain aku lama tidak menulis adalah, karena aku merasa kurang bersemangat untuk menulis lagi. Itu semua karena Google Plus tidak bisa digunakan lagi, jadi tidak ada tempat untuk aku mempromosikan tulisanku. Walaupun ada Facebook dan media sosial yang lainnya rasanya kurang efektif.
Kenapa sekarang aku kembali menulis lagi, itu bukan karena ada tempat untuk promosi tapi karena aku memang lagi ingin menulis. Sekarang aku tidak terlalu peduli Apakah tulisanku ini akan ada yang membacanya atau tidak. Syukur jika masih ada yang mau membaca tulisanku ini namun jika tidak ada juga tidak apa-apa.
Di zaman sekarang ini orang lebih menyukai YouTube daripada blog. Orang lebih banyak tertarik dengan video atau audio visual daripada membaca artikel melalui komputer atau smartphone itu termasuk alasan kenapa blog menjadi sepi.
Baru saja kita melewati pemilu pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019 semoga siapapun nanti yang menjadi presiden ya bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik sejahtera dan merdeka serta bebas dari hutang negara.
Aku sebenarnya nggak tahu sih apa yang mau aku tulis... emmm mungkin aku akan membahas beberapa agenda dan kegiatanku kedepannya Aku menulis ini pada hari Jumat 19 April 2019.
Kemungkinan Nanti hari Minggu 21 April 2019 aku sama mamaku akan pergi ke Samarinda untuk melakukan kontrol dan operasi Untuk Mamaku kontrol apa dan operasi apa Silakan baca di postinganku yang sebelum-sebelumnya.
Tapi sebelum ke Samarinda aku akan mampir di Balikpapan mungkin sekitar 1, 2 atau 3 hari untuk membuat rujukan online.
Pertama aku akan mengunjungi rumah sakit Umum Gunung Malang Balikpapan, Kemudian dari Rumah Sakit Gunung Malang Balikpapan lanjut ke Rumah Sakit kanujoso Balikpapan, Baru setelah itu terbang ke Samarinda menuju rumah sakit umum Abdul Wahab Sjahranie.
Berbicara soal Samarinda ibukota Kalimantan Timur banyak hal dan peristiwa yang tak bisa kulupakan selama aku di sana.
Mungkin pembahasanku akan beralih topik. Aku akan bercerita sedikit tentang Samarinda. mungkin aku akan menceritakan peristiwa peristiwa yang aku alami di Samarinda. Dari yang biasa sampai luar biasa sampai yang tidak biasa akan aku ceritakan Tapi tidak semua sisanya untuk bahan tulisanku kapan-kapan hehehe.
# menerobos lampu merah.
Itu kejadian ketika aku belum terbiasa menggunakan motor di keramaian kota karena tempat asalku di desa yang kendaraannya tidak seramai di kota. Ketika itu aku habis pulang dari rumahku bersama dengan 2 orang teman ku menggunakan 2 motor, waktu itu aku membonceng seorang temanku dan 1 orang temanku lagi menggunakan motor di belakang .
Namanya di kota banyak perempatan dan pertigaan dan ketika itu aku belum hafal jalan dan tentu saja aku tidak terlalu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada di sekitar ketika itu di depan ada dua jalan belok kiri atau lurus.
Karena aku lupa jalannya maka aku bertanya dengan temanku yang ku bonceng Ternyata dia tidak tahu juga maka Iya bertanya kepada temanku yang menggunakan motor di belakang dan temanku yang pakai motor di belakang mengatakan lurus sembari memberikan aba-aba jalan lurus.
Teman yang aku bonceng juga mengatakan jalan lurus sontak aku mengambil jalan lurus tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas ketika itu sedang lampu merah dan aku menerobosnya tanpa merasa bersalah tentu saja banyak yang marah yang Mengklaksonin kami berkali-kali.
Awalnya aku bingung apa yang terjadi kenapa orang-orang pada klaksonin kami aku baru sadar ketika temanku memberitahu bahwa kita sudah menerobos lampu merah berhenti pun tak bisa terpaksa lurus aja untungnya tidak ada yang polisi yang berjaga Alhamdulillah Sami terbebas dari tragedi yang ada.
Mungkin segini saja deh tulisan aku kali ini aku bingung mau nulis apa sebenarnya masih banyak cerita tapi aku simpan untuk cadangan tulisanku kapan-kapan kalau aku tulis semua nanti aku tidak ada bahan tulisan lagi.
Entah Tulisan ini ada yang membaca atau tidak ya tidak apa-apa tidak punya ini bisa menjadi dokumentasi saja.
Sekian dan terima kasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar