Diary Si memet : bidadari kelotok antara jodoh atau bukan dan petualangan di rumah sakit balikpapan

Assalamalaikum. Wr. Wb

Hari ini senin, 22 april 2019 berada di RSUD gunung malang balikpapan. Hari minggu kemarin aku baru saja tiba di rumah bude ku di balikpapan kilo 1 mes projakal. Berangkat dari babulu pagi jam 7 perjalanan menggunakan taksi. Orang kota mentebutnya mini bus karena dapat memuat kapasitas penumpang hingga 12 orang.
Kemudian tiba di penajam sekitar jam 08:30 sempat melihat jam di layar hp. Sebelum naik armada laut yang bernama kelotok aku dan mamaku mampir di warung sekedar membeli air mineral dan naraya minuman kedelai kesukaanku. Kami mengatakan kepada penjualnya mau membeli aqua botol, tapi pedagang itu malah memberikan 1 botol orig. Sugguh jauh dari kata sempurna.
Sebenarnya aku takut naik kelotok dan ini satu-satunya kelemahanku, aku terpaksa naik kelotok pertama karena aku tidak membawa motor dan yang kedua jika naik fery maka akan sulit angkot setiba di kariyangau, jadi memutuskan naik kelotok.
Posisi kelotok yang goyang membuatku susah untuk menyeimbangkan diri. Dari pada jatuh dan malu aku melepas tasku untuk mengurangi beban bawaanku selain membawa badan sendiri yang berat.
Tas aku lempar ke kursi penumpang nyaris saja menenai seorang bapak-bapak yang santai merokok di sana. Namun dengan keahlian teknik ninjaku, tas mendarat tepat pada tempat duduk. Sebenarnya lemparanku tidak tepat sih, sasaranku adalah kursi yang di sebelahnya lagi.
Dengan rasa yang sok berani, aku duduk santai di kursi yang gak nyaman dengan hati yang risau serta perasaan yang tak menentu. Tak lama kelotok di penuhi oleh penumpang mulai dari anak-anak sampai orang tua. Tak hanya itu, anak muda pun banyak yang naik kelotok.
Salah satunya ada cewek cantik duduk di sebelahku. Benar-benar wujud wanita idamanku, tertutup berjilbab panjang cantik kelihatannya sih solehah.
Aku mencoba memberanikan diri untuk berkenalan. Namanya adalah anisa safitry berasal dari banjarmasin tujuan ke samarinda umurnya 23 tahun (aku 24) di samarinda ia bekerja di tiiiiiiiit (sensor) dia tadi diantar oleh orang tuanya sampai penajam. Dia anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Semua info itu aku dapatkan bukan dari perkenalan. Aku nguping pembicaraannya dengan orang cowok di sebelahnya yang lebih dahulu. Si cowok mencatat nomor hp si cewek. Sampainya di kampung baru balikpapan ketika akan turun dari kelotok, cowok yang tadi minta nomor cewekku ia terpeleset dan hp nya jatuh ke air dan tenggelam di teluk balikpapan sontak aku mengucapkan alhamdulillah.
Hahahaaa. Terlihat kekesalan kecewa dan sedih di raut wajahnya. Sekilas ia menatap sinis kearahku entah apa yang ada di pikirannya, setelah itu ia pergi dengan rasa kecewa tanpa mempedulikan hp nya yang jatuh di teluk balikpapan. Mungkin sudah di makan paus hahahahaa.
Setelah itu aku dan mamaku juga pergi meninggalkan kampung baru menuju rumah budeku.

Singkat cerita hari ini 22 april 2019 aku berada di RSUD gunung malang balikpapan. Sesuai namanya kami malang di ini. Berangkat dari rumah budeku jam 07:00 menuju RSUD gunung malang. Datang langsung ambil daftar ambil nomor antrian.
Kagetnya bukan main melihat angka di nomor antrian tersebut nomor urut 122. Padahal baru jam 07:30. Memang sih yang datang sudah banyak tapi ini di luar ekspetasiku, gak menyangka dapat nomor utur diatas 100.
Tapi aku pikir ini sebentar aja, ternyata setelah sekian lama menunggu tepat pukul 12:10 nomor urut 122 dipanggil. Sangat lama nunggunya. Setelah itu urusan belum selesai, untuk ke poli kandungan harus antri lagi.
Di poli kandungan dapat nomor antrian 008 kupikir ini sebentar aja, gak taunya jam 13:00 baru di panggil masuk ternyata dokternya rapat.. sambil menunggu di panggil aku dan mamaku ke kantin untuk isi perut soalnya dari pagi belum ada makan Mamaku pesan kuah sup dan nasir sementara aku pesan nasi campur .
"Bu, pesan kuah sup pakai nasi dan nasi campur"
"Nasi campurnya pakai lauk apa" kata ibu penjual.
Emmm (sambil mikir)"pakai ayam goreng tepung aja bu" kata aku
"Gak ada mas" sedikit kaget aku "adanya fried chicken"
Dari pada berdebat sementara debat sudah selesai jadi ku iya-kan aja yg dikatakan ibu itu. setelah mendapat rujukan. Kami pulang, ku buka hp dan ku buka aplikasi ojek online yang warna hijau itu.
Kami pesan go-car. Diperjalanan banyak ngobrol sama bapak supir sempat sedikit berdebat karena go-car nya nyasar gak sesuai rute. Setelah lama berdebat akhirnya bapak go-car nya masuk jalur yang benar sesuai aplikasi.
Rencana besok 23 april 2019 pagi kami akan ke samarinda naik tayo.
To Be Continue. . . . . .




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar