Diary Si Memet : petualangan di hari lebaran 2019 part 2

Perjalanan selanjutnya kami menuju rumah Pak dirham, guru Bahasa Inggris kami sewaktu di MTs dulu. Aku baru tau kalau rumahnya sudah pindah tidak di rumahnya yang dulu. Kami parkir motor di parkiran sekolah dan kami berjalan kaki ke belakang gedung sekolah sejauh kurang lebih 100 meter.

Setelah sampai di area rumah pak dirham, Samsir menunjukkan yang mana rumah pak dirham, Samar-Samar terdengar suara berisik orang yang sedang ngobrol, awalnya kami pikir itu adalah murid lain yang sedang bertamu ternyata itu adalah kawanannya pak dirham.

Dengan malu-malu kami saling dorong masuk kerumahnya pak dirham. Kami disambut dengan baik dan senyum ceria dari pak dirham, kurasa ia senang kami datang kerumahnya. Kami salaman maaf lahir dan batin.

Sangking fokusnya aku bersalaman sampai tak kuperhatikan langkahku menendang beberapa gelas yang ada di situ. Rasanya malu banget baru aja aku minta maaf sudah bikin ulah. Aku tidak melihat adanya kekesalan di wajah beliau, kuharap ia sudah memaafkanku.

Kami duduk dan menikmati camilan yang disediakan disitu, tak ketinggalan sebotol minuman merah yang bermerk fanta ia suguhkan kepada kami. Satu persatu ia menanyai kami dan kami pun menjawab sesuai dengan apa yang ia tanyakan.

Tak terasa waktu bergulir cepat dan kami pun saling kode untuk pergi melanjutkan perjalanan kami. Usai dari rumah pak dirham kami sejenak beristirahat di MTs yang sudah mengalami banyak perubahan, sejenak kami di situ sambil nunggu nasir yang sedang buang air besar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan namun kali ini kami hanya berempat karena teman basir pulang duluan.

Berikutnya rumah yang kami tuju adalah rumah guru SMA kami, yaitu ibu ani. Awalnya aku mengajak kerumah bu messi tapi nasir menolak, sebenarnya hatiku juga menolak. Mungkin karena kami memiliki kenangan yang kurang bahagia dengan beliau .

Dirumah bu ani kami tidak terlalu lama, seperti yang sudah-sudah kami ngobrol apa adanya menikmati suguhan yang ada dan minum secukupnya. Disini aku mengajarkan teman-temanku minum dengan gelas caffe yang cara memegangnya tidak biasa.

Kami rasa cukup silaturahmi ini, dan kamipun pamit melanjutkan perjalanan kami kerumah berikutnya, yaitu rumah pakle chen pemilik warung belakang sekolah tempat kami dulu langganan makan dan ngerokok. Saat itu hanya acil warung yang menyambut kami. Disuguhkannya kami buras dan kami makan secukupnya sambil bercerita masa lalu.

Rasanya seperti bernostalgia kembali. Kami mengulang cerita yang lalu seperti kisah kawanku anggit yang hpnya selalu ketinggalan di warung acil. Kami pun menceritakan teman-teman yang lain. Cukup nostalgianya, kami pun pamit melanjutkan perjalanan kami. Tak beberapa jauh kami berhenti, basir dan nasir saling menanyakan rokok, ternyata rokok mereka ketingalan di warung acil. Dan akhirnya kami balik mengambil rokok dan melanjutkan perjalanan kami menuju rumah berikutnya.

Selanjutnya rumah yang kami datangi adalah rumah pak nasib guru agama di MTs kami. Dalam hati aku sudah menduga sampai sana pasti di ceramahi. Sesampai dirumah pak nasib cukup sepi dan kami disambut oleh istri beliau serta dipersilahkan duduk sementara ibu mmemanggil pak nasib di dalam.

Pak nasib keluar dengan ceria, dia mengatakan kalo aku tambah ganteng tentu aku senang dengan pujian beliau entah benar atau tidak. Setelah itu kami di ceramahi, benar seperti yang sudah aku duga sebelumnya kami di ceramahi. Sampai-sampai kami pamit tapi tidak di izinkan. Harus mendengarkannya dahulu. Aku merasa ngantuk mendengarkan ceramah dari Pak nasib. Kami mencari cara bagaimana caranya kami bisa pergi dari situ. Aku pun mengeluarkan Hpku dan pura-pura mengecek sesuatu.

Dengan serius aku Menatap layar HP ku sembari melirik ke teman-teman yang lain. Aku pun memberanikan diri mengatakan kepada pak nasib bahwa kami telah ditunggu, dengan begitu akhirnya pak nasib mengizinkan Kami pergi melanjutkan perjalanan kami.

Rumah berikutnya adalah rumah kawan Nasir tapi ketika kami sampai di sana orangnya sedang berpergian. Basir pun pamit lebih dahulu ingin pulang karena ada masalah dengan perutnya ketika itu. Selanjutnya perjalanan Kami lanjutkan tapi hanya aku dan naksir saja.

Rumah berikutnya adalah rumah Pak Agus guru TIK kami di SMA, namun ketika kami sampai di rumahnya suasana sangat sepi Kami mencoba mengucapkan salam namun tak ada jawaban, dari pintu depan terlihat penghuni rumah yang sedang tidur maka kami putuskan untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang aku dan Nasir bercerita apa aja yang bisa kami ceritakan. Kami bercerita mulai dari pekerjaan kegiatan sehari-hari hingga membahas tentang Asmara kami masing-masing, Selain itu kami juga menceritakan teman-teman yang lain bisa dibilang ketika itu kami sedang menggosip. Sepanjang perjalanan kami terus mengobrol hingga tak terasa kami telah tiba di rumahnya Nasir. Usai aku mengantar Nasir pulang, aku pun pulang ke rumahku dalam perjalanan aku menggas motorku dengan santai sambil menikmati pemandangan kiri dan kanan yang tak begitu ramai.

Sejenak Aku merenung tentang Lebaran kali ini rasanya sepi sekali tak seperti yang dulu. Setibanya Aku di rumah, biasa-biasa saja tak ada yang menyambut ku, aku memasukkan motor ke dalam rumah mengganti pakaian dan aku rebahan di kasur ku. Kubuka hp-ku dan Kulihat ada beberapa chat dari teman-temanku yang mengucapkan maaf lahir batin.

Akupun membalas satu persatu pesan dari mereka Sesuai dengan isi pesan tersebut. Aku merasa lelah berjalan seharian, ku pasang headset di telingaku dan aku memutar lagu yang ada di handphoneku sejenak Ku Pejamkan Mata mencoba untuk santai dan merilekskan pikiran.

Ku nikmati setiap lantunan lagu yang kau dengarkan sambil sedikit melamun dan memikirkan apa saja yang datang di pikiranku. ketika itu Khayalan Tingkat Tinggi, aku merasa bosan dan kucoba menyalakan wi-fi dan aku streaming film-film yang ada di YouTube sedikit menghibur diri.

Mungkin Cukup sekian postingan aku tentang lebaran ini, nggak tahu mau nulis Apalagi, aku bingung mau nulis apa lagi, Aku bingung lanjutnya bagaimana lagi, jadi aku Akhiri Saja sampai disini. Paling tidak dengan basa-basi ini postinganku mencapai 1000 kata kalau nggak percaya kalian boleh menghitung sendiri secara manual.

Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAMAT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar